
Pagi sekali Bella kini sudah selesai dengan penampilan nya yang selalu anggun. Bella kini yang begitu bersemangat untuk menemui paman nya untuk meminta restu dan ingin meminta sang paman menjadi wali dalam pernikahannya. Bella pagi ini kini keluar dari kamarnya, menuruni anak tangga dengan berjalan menuju dapur. Dia tak lupa untuk sedikit membantu menyiapkan sarapan pagi mereka semua.
Sedangkan Bara yang kini baru selesai, dia dengan segera keluar dari kamarnya. Dia menatap pintu kamar dari kekasihnya, kini kaki itu malah melangkah menuju kamar wanita yang dari semalam sudah membuat dirinya tak bisa memejamkan matanya.
Ceklek!! Bara kini mengembangkan senyumnya ketika pintu itu ternyata bisa di buka dan tidak di kunci oleh sang pemiliknya. Bara kini dengan segera masuk ke dalam kamar wanita itu, tapi matanya tidak menemukan kekasihnya. Dahi nya kini mengerut ketika melihat bed nya sudah rapi dan bersih.
Bara lagi lagi di buat kesal ketika melihat kamar itu sudah rapi dan tidak ada penghuninya. Bara kini dengan cepat keluar dari kamar dan menutup pintu dengan sedikit kencang.
Brak!!! Pintu itu kini di tutup dengan raut wajah yang begitu kesal. Dia kesal karena dari semalam dirinya tak bisa menemui kekasihnya.
" Bara kau ini kenapa?, tiba tiba membanting pintu kamar Bella?" Sang Mama yang baru keluar dari kamarnya kini di buat terkejut ketika melihat putranya keluar dari kamar calon menantunya dengan rasa kesal.
" Tidak ada apa apa Ma..." Elaknya dengan cepat dia merasa malu jika harus berkata jujur.
" Kalian bertengkar?, apa yang kalian masalahkan he?" Sang Mama menatap putrinya dengan tatapan penasaran.
" Kami tidak bertengkar Ma..." Bara yang tidak mungkin mengatakan bahwa dirinya tengah kesal karena dari semala dia tak bisa bersama kekasihnya, kini lebih memilih untuk turun dan berjalan menuju ke arah meja makan.
Di meja makan kini wanita cantik yang sedang dirindukan oleh laki laki itu kini tengah sibuk menata sarapan pagi mereka. Bara kini sempat tertegun melihat calon istrinya yang begitu cantik dan anggun. Bella yang memakai dress selutut serta rambutnya yang di urai membuat wajahnya begitu terlihat anggun. Bara kini tahu kenapa wanita itu tidak ada di dalam kamarnya.
'Harusnya aku tahu jika kau setiap pagi ada di sini untuk menyiapkan sarapan pagi' Batin Bara, dia mengembangkan senyumnya ketika melihat Bella dengan segala cekatannya menyiapkan keperluan keluarganya.
__ADS_1
" Bukan kah Bella begitu cocok untuk menjadi istri?, dia selain cantik tapi dia juga pintar dalam mengurus rumah?, kau beruntung mendapatkan istri seperti dia, dan Mama beruntung mendapatkan menantu seperti Bella..." Bisik sang Mama yang tiba tiba dari arah belakang.
Bara tak dapat memungkiri hal itu, dia setuju dengan setiap kata kata sang Mama nya. Mereka beruntung mendapatkan Bella.
" Rumah ini jadi berwarna karena Bella, dan Bella adalah keajaiban serta anugrah yang Tuhan kirimkan untuk kita Bara. Jadi Mama minta jangan sakiti dia, dengan alasan apapun..." Andin kini menyentuh tangan putra nya, menggenggam tangan putra nya dengan sungguh sungguh.
" Tanpa Mama minta pun, Bara tak akan mungkin tega menyakiti hati wanita yang begitu baik seperti malaikat Ma..." Jawabnya dengan wajah yang begitu serius dan sungguh sungguh.
" Selamat pagi, kenapa hanya berdiri di sana..." Bella yang melihat kearah depan nya kini langsung menyapanya dengan senyuman ya g begitu mengembang. Bella kini menampilkan senyuman yang selalu membuat hati semua orang tenang.
Kedua orang yang ada di tengah tengah tangga itu kini sadar ketika teriakan pelan dari Bella yang berada di bawah dengan membawa minuman yang ingin di letakan di meja makan.
" Selamat pagi putri Mama, kau sudah ada di sini rupanya..." Sang Mama kini turun terlebih dahulu dan diikuti oleh Bara yang ada di belakangnya.
" Bella sejak jam berapa kamu di sini?" Sang Mama kini yang masih penasaran dengan putranya yang tiba tiba membanting pintu sedangkan sang pemilik kamar saja ada di dapur.
" Sejak jam enam mungkin Ma, kenapa Mama tanya seperti itu?"
" Tidak sayang, tapi Mama tadi melihat laki laki ada yang membanting pintu kamar mu. Mama pikir kalian sedang bertengkar, tapi jika kamu di sini, laki laki itu marah kenapa?" Sang Mama kini menopang dagunya dengan menatap sang putra dengan tanda tanya.
" Mama aku tidak apa apa, aku juga sudah jelaskan tadi bukan, aku dan Bella memang tidak bertengkar, jadi kami memang sedang tidak bertengkar..." Akhirnya Bara membuka suaranya meskipun suaranya begitu dingin.
__ADS_1
" Benarkah?, Bella kenapa calon suami mu uni tiba tiba marah dan membanting pintu?" Kini sang Mama berganti menyasar ke arah calon menantunya yang begitu penasaran.
Bella hanya mengangkat bahunya karena memang dia tak tahu apapun. Dia yang menatap Bara seakan ingin meminta penjelasan pun hanya di jawab acuh oleh laki laki itu.
" Entahlah Ma, mungkin Bara sedang sensitif jadi dia marah marah kepada Bella. Padahal Bella tak tahu apa salah Bella..." Bara yang mendengarkan jawaban dari kekasihnya kini seakan melotot tak percaya, padahal yang membuat dirinya marah adalah kekasihnya itu.
" Ya sudah ayo kita makan..." Bella kini seakan acuh dengan sikap dingin dari laki laki yang menatapnya dengan tajam. Sedangkan Bella tidak terlalu ambil pusing sikap kekasihnya yang tiba tiba dingin itu. Karena dirinya memang tidak tahu apa yang membuat Bara marah marah.
" Bella kau jadi pagi ini ke rumah Paman mu?"
" Entahlah Ma, Hari Bara sedang di dalam kondisi tak baik."
" Bara kau tak ingin datang ke rumah Paman Bella?" Sang Mama yang bertanya kini malah hanya dapatkan jawaban acuh. Bella yang melihatnya pun menjadi kesal karena laki laki yang ada di depannya bersikap seolah olah tidak peduli.
" Lihatlah Ma, dia bersikap acuh?, padahal Bella tidak tahu salah Bella. Tapi ya sudahlah Bella bisa pergi sendiri..." Jawab Bella dengan tenang, dia biasa menghadapi sikap acuh dari orang sekelilingnya.
" Bara kau ini kenapa?, tiba tiba marah, tiba tiba diam. Jika ada masalah katakan jangan kau pendam seperti ini..." Tapi lagi lagi Bara di buat diam, dia tak menjawabnya, dia kembali mengunyah makanannya, seakan kedua wanita yang ada di sebelahnya itu hanya angin lewat dan hanya ada dirinya di meja makan itu.
" Kalian sungguh tak bertengkar?" Bisik sang Mama dan Bella hanya mampu menggeleng.
" Baiklah Ma, jika Bara memang tak ingin datang dan sudah tak menganggap Bella ada di sini. Maafkan Bella sebaiknya Mama batalkan saja pernikahan ini dan Bella akan pergi dari rumah ini..." Bella kini langsung berdiri dari duduknya dia melangkah.
__ADS_1
" Aku akan mengantar mu ke rumah Paman dan meminta izin kepadanya...." Suara ketus dari Bara kini membuat kedua wanita itu langsung menyembunyikan senyumannya itu.