
...Sinar Mentari dan embun pagi menambah kesan indah di pagi hari,...
...Masa lalu yang akan membuat luka dan masa itu sepertinya susah di lupakan,...
...Tapi percayalah bahwa ada bab berikutnya yang akan membawa mu ke dalam kebahagian bersama dengan Mentari yang akan menyinari hari hari mu....
🥰🥰
----------------
Pagi ini Bella yang sudah bangun terlebih dulu kini menggeliatkan tubuhnya yang berada di dalam pelukan suaminya, tangan Bara kini masih setia berada di kepala Bella menjadikan tangan itu sebagai bantal ternyaman dan tak ada di dunia ini.
Bella membuka matanya! menatap orang yang kini mampu membuatnya tersenyum hanya dengan menatap wajahnya. Bella kini memandangi wajah terlelap suaminya, seakan getaran itu semakin terasa olehnya.
Getaran cinta yang nyata dia rasakan kini membuat Bella menahan rasa malunya. Tangannya tanpa sadar kini terangkat mengelus rahang suaminya yang di tumbuhi bulu bulu halus di sana.
Apakah ini cinta yang hadir di hati Bella?, salahkah jika aku memiliki cinta kepada suami ku sendiri?, perasan yang tenang semenjak kejadian semalam membuat hatinya cemas tapi entah kenapa keraguan itu luntur ketika semalam mereka saling berjanji untuk saling bersama.
Mereka tak akan pernah tahu rencana Tuhan, menyatukan mereka sampai akhir hayat atau hanya menyatukan mereka untuk sementara waktu dan lalu membuat drama perpisahan yang akan membuat mereka terluka, hanya Tuhan yang tau dalam segala hal tersebut.
Sentuhan yang lembut membuat Bella merasakan sesuatu yang bangkit dari dalam dirinya, hawa panas kini langsung menjalar ke seluruh tubuhnya. Bella yang dari tadi mengelus rahang Bara kini matanya malah fokus kepada bibir suaminya, bibir yang ingin dia rasakan saat ini.
Bella menarik tangannya dengan cepat dia menggeleng dengan perlahan, seakan apa yang barusan terjadi tidak boleh terjadi, tapi sialnya mata itu ingin menatap bibir itu lagi dan rasa ingin menyesa* nya kini kembali mendorong tubuh Bella dengan cepat.
__ADS_1
Bella menyentuh bibir itu, mengusapnya mengunakan jari. Bara yang merasakannya kini hanya pura pura tertidur, dia merasakan godaan pagi ini membuat sesuatu emang bangkit sejak setiap pagi.
Damn. Umpatnya dalam hati.
Bara kini membuka bibir itu memasukan jari itu ke dalam mulutnya, Bella terkejut ketika merasakan hal tersebuta. Bara kini menyesa* nya dengan lembut, mencium jari itu serta memberikan godaan di jari yang ada di dalam mulut itu.
Bella memejamkan matanya menikmati sentuhan yang begitu lembut ketika semua cumbuan di jemarinya. Bella menikmati setiap sentuhan yang selalu di berikan oleh suaminya, sentuhan yang selalu berhasil membuat api gairahnya naik begitu cepat.
Bara yang masih memejamkan matanya menikmati jari itu dengan lembut, menyesa* nya seakan jari itu adalah benda yang sangat di sayang kan ketika tak ingin di nikmati.
" Ugh..." Lenguhan dari Bella ketika jemari itu semakin di hisa* membuat wanita itu meloloskan suara lembutnya.
Tangan Bara kini merema* benda yang menempel sedari semalam. Mata mereka kini terbuka dengan nafas yang tak beraturan ketika hasra* mereka saling saling hadir di sana. Dengan masih saling menghadap bersampingan mereka bisa melihat jelas ada api gairah di tengah tengah mereka saat ini.
" Aku tidak- mmpp...." Bella tidak dapat melanjutkan ucapannya ketika Bara dengan cepat meluma* bibir itu.
Bella tentu saja tak menolaknya dia menginginkannya sedari tadi, bibir yang ingin sekali dia rasakan kini malah menyerangnya lebih dahulu. Ciuman itu kini mereka lakukan dengan saling membalas, Bara dan Bella kini saling tersenyum di sela sela ciuman tersebut.
Bara kini memiringkan kepalanya ketika sebuah ciuman yang di perdalam oleh nya. Ciuman yang lembut tadi kini menjadi ciuman yang liar untuk mereka berdua. Bara kini sedikit mengangkat Bella agar Bella berada di atas tubuhnya. Mereka kini melepaskan ciuman itu mengambil oksigen sebanyak banyaknya dan kemudian menyatukan bibir itu kembali.
Desaha* tertahan kini terdengar kembali ketika sebuah sentuhan lembut yang mengenai kulit punggungnya. Bara tak hanya diam sampai di sana dia dengan cepat mengangkat baju yang hanya dengan satu angkatan terlepas semuanya.
" Ah.. Sayang..." Tekanan kini membuat Bella merasakan ada sesuatu yang bangkit di bawah sana yang tepat mengenai miliknya dengan cepat.
__ADS_1
" Sayang kamu tak akan bisa lari setelah ini..." Gerama* Bara ketika mulutnya di penuh dengan sesuatu yang sedang dia nikmati.
" Dam* ini begitu nikmat, ah..." Bella kini di buat tak karuan di atas tubuh suaminya dia tak bisa untuk lari saat ini, semuanya terlambat ketika dia malah menikmati apa yang ingin dia rasakan.
" Fu*ck Honey kau membuat ku gila jika seperti ini..." Umpat Bara ketika sebuah pergerakan pelan yang tak langsung menyentuhnya tapi dia bisa merasakan pergerakan itu mengenai tepat di bawah sana. Bara kini masih menikmati ada yang ada di dalam mulutnya, dia tidak ingin melepaskan apa yang memenuhi mulutnya itu.
Tekanan pada panta* Bella kini membuat Bata menggeliat di bawah sana, kedua benda yang ada di bawah itu kini dengan cepat sekali mengikuti pergerakan dengan cepat. Bella yang sudah tak tahan kini bergerak di atas tubuh suaminya dengan cepat hingga membuat Bara mendesa* serta mengera*.
" Ah Honey stop.. ini akan meledak jika kamu seperti ini.. ah.. hmmm..." Bella tak peduli jika Bara menyuruhnya untuk berhenti, Bella kini malah meletakan sesuatu di mulutnya untuk di kulu* seperti tadi.
Bella kini bergerak cepat dan begitu liar hanya saling menggese* dan masih di tutupi kain kini mereka sepertinya di landa oleh sebuah pelepasan dengan segera, Bella yang menekan tubuhnya ke bawah sedangkan Bara juga menekan tubuhnya ke atas.
Kini mereka saling mendesa* panjang dan saling memeluk dengan erat membuat mereka merasakan cairan hangat membasahi celana pendeknya dengan cairan hangatnya.
Mereka kini masih setia dengan saling memeluk dengan saling mengatur nafas mereka yang memburu karena ulah pemanasan yang mereka ciptakan. Bella menaik turunkan dadanya ketika gelombang itu kembali menerpa tubuhnya. Godaan pagi yang sangat sayang di lewati oleh mereka berdua bukan.
" Kau menikmatinya Honey?" Sebuah kecupan di dagunya kini membuat mata wanita itu masih terpejam. Dengan pelan dia mengangguk.
" Itu sangat nikmat Sayang..." Ujarnya dengan membuka mata itu menatap mata suaminya yang juga memandanginya.
" Untuk pertama kalinya kau yang menggoda ku dan aku terbuai oleh godaan dari istri nakal ku. Dan kita luar biasa tanpa memasukannya kita bisa saling keluar dan aku akui pesona tubuhmu tak bisa di sia-siakan oleh milik ku yang ada di bawah sana..." Katanya dengan memandang wajah istrinya yang bersemu merah.
" Sudahlah jangan membalas dengan menggoda ku sayang, aku ingin berenang pagi ini..." Bella segera turun dari tubuh suaminya dia berjalan ke arah kolam renang yang ada di depannya.
__ADS_1
Lanjut adegan di kolam renang ah 🥰🤣🤣