Serpihan Hati

Serpihan Hati
Kebahagian


__ADS_3

" Bara kau tak apa?" Bella yang menyadari suaminya yang dari tadi hanya bisa diam tak mengatakan apapun kini mulai bertanya ketika malam hari mereka sudah selesai dengan semuanya.


Bara hanya menghela nafasnya dengan berat dia menatap istrinya yang juga sedang menatap dirinya dengan tatapan tanda tanya.


" Apa aku tadi salah terlalu keras dengan mereka?" Bara kini menceritakan apa yang terjadi, bahkan sikap mereka yang memojokan istrinya, Bara juga tak tau apa yang terjadi kepada mereka atau memang mereka merasa terancam atas kehadiran Bella.


" Aku tak tau kenapa mereka begitu membenci mu, padahal selama ini kamu tak pernah menyentuh mereka..." Lanjutnya dengan mencium tangan istinya dengan lembut.


" Sayang apapun yang kau putuskan tadi sebenarnya bukan kesalahan mu, mereka sendiri yang mengembalikannya bukan kamu yang meminta mereka untuk mengembalikannya bukan?, jadi jangan terlalu di pikirkan. Jika nanti tiba tiba mereka datang untuk meminta bantuan mu maka kamu perlu membantunya, tapi untuk sementara jangan membantunya karena mereka sedang kecewa dengan mu..." Suaranya begitu lembut membuat Bara seakan tersihir dengan suara nya dan kelembutan hatinya.


" Jika mereka kecewa kamu berbuat apapun tak akan bisa mereka terima jadi biarkan saja dulu seperti ini, suatu hari nanti jika mereka datang meminta bantuan mu maka kamu bisa membantu nya..." Sambungnya lagi.



" Kamu benar sayang, percuma jika saat ini aku membantunya..." Bara membawa Bella berada di pelukannya mereka saling berpelukan penuh dengan rasa cinta. " Terima kasih karena kamu sudah ada di sini bersama ku..." Sambungnya dengan tetap mendekap istrinya.


" Mungkin benar aku belum bisa terlalu melupakan Cristin tapi perlahan ada kamu di sini aku bisa melupakannya. Bantu aku melupakan dia, jadikan kamu wanita satu satu nya di hati ku, tak ada wanita lain kecuali kamu."


" Aku hanya bisa berbuat seperti ini Bara, kamu sendiri yang harus berusaha melupakan masa lalu mu. Jika aku membantu mu melupakan tapi kamus sendiri tak memiliki tekad akan percuma bagi ku. Jadi kita berusaha bersama sama untuk membuat rumah tangga ini utuh seperti rumah tangga di luar sana."


Bara kini mengangguk dengan pelan sebuah kata kata manis yang selalu membuat laki laki itu terpanah akan sikap istrinya. Dia menjadi laki laki yang begitu beruntung mendapatkan istri yang begitu lembut dalam segala hal.


Sedangkan di tempat lain sosok wanita cantik yang kini baru saja mendarat dari negara lain, wanita itu nampaknya sedang membawa kopernya dengan pelan. Matanya yang indah serta senyumnya tak pernah pudar dari ujung bibirnya.

__ADS_1


Semua mata laki laki kini memandangi wanita yang sedang berjalan menunggu seorang yang akan menjemputnya.


" Laura...." Panggil seorang yang jauh dari tempat wanita itu berdiri.


" Tante.. aku merindukan tante..." Wanita yang bernama Laura itu kini memeluk wanita tua yang masih terlihat cantik.


" Tante juga merindukan mu sayang, bagaimana kabar mu?" Mereka melepaskan pelukan itu saling berpegangan tangan dengan mereka yang saling tersenyum.


" Di mana Bara tante?" Mata wanita itu kini mencari sosok di mana laki laki yang di rindukan oleh dirinya.


" Dia ada di rumah, tante gak mengatakan bahwa kamu datang hari ini..." Kini mereka yang juga tengah mengobrol dengan berjalan menuju kearah mobilnya.


" Tante tenang saja nanti aku yang akan membantu Bara untuk berjalan dan melupakan mantan nya yang sudah meninggal..." Wanita itu adalah anak dari sahabat mendiang Ayah Bara, Laura wanita cantik yang dari dulu mencintai Bara hingga saat ini dia juga mengharapkan cintanya.


" Benarkah tante?" Raut senang dari wajah Laura kini tak dapat di tutupi. " Kalau begitu aku bisa mengajaknya untuk jalan jalan."


" Ya sudah ayo kita pulang, ini sudah malam kamu perlu istirahat..." Kini mereka dengan cepat menuju ke mobilnya.


Laura yang tak sabar untuk segera datang ke rumah itu dan menatap wajah laki laki yang di rindukan dirinya dari dulu. Laura wanita yang memiliki umur sama dengan Bara.


Masa kecil mereka selalu bersama tapi Bara selalu menganggap Laura adalah sahabatnya tak lebih dari sekedar sahabat. Sedangkan Laura selalu berpikir ingin lebih menjadikan Bara lebih dari sekedar sahabat, dia ingin memiliki hubungan lebih dari sahabat.


Laura kini menatap ke luar jendela mobilnya dia memikirkan wajah Bara yang terkejut atas kedatangan nya, dan Bara pasti akan menyambutnya dengan pelukan hangat serta ciuman di keningnya. Laura tak sabar menunggu momen di mana itu pasti terjadi.

__ADS_1


Laura kini menatap rumah yang menjulang tinggi, dia menatap lampu kamar Bara yang sudah tak menyala, rasa kecewa itu memenuhi hatinya, dia yang dari tadi sudah tak sabar bertemu dengan laki laki itu kini harus menunggu besok untuk bertemu.


" Apa Bara sudah tidur tante?, lampunya sudah tak menyala?"


" Sepertinya sudah tidur nak, kamu sebaiknya juga segera istirahat karena kamu juga pasti lelah..." Laura hanya mengangguk dengan rasa kecewa nya.


Laura dan Andin kini berjalan masuk ke dalam rumahnya dengan mereka yang langsung masuk ke dalam kamar mereka masing masing. Laura kini langsung merebahkan badannya dengan menatap langit langit kamarnya.


" Bara kau tak memiliki alasan lagi untuk menjauhi ku karena Cristin sudah tak ada di sini bersama mu, kau lihat saja ku pastikan kau akan bertekuk lutut dengan ku..." Gumam nya dengan rasa senangnya.


Laura kini seakan tak mengetahui bahwa laki laki yang di cintai nya kini sudah memiliki sosok istri yang begitu di cintai.


Laura kini dengan mudah terlelap dalam tidurnya rasa kantuk dan rasa lelah seakan menjadi satu hingga membuat mata cantiknya kini muda terpejam begitu saja. Laura yang merasa tak sabar menunggu besok kini dengan cepat dia terlelap di alam mimpinya.


Sedangkan pasangan itu kini juga terlelap dalam tidurnya malam ini mereka berdua tak melakukan hubungan badan karena rasa lelah dari tadi seakan memenuhi tubuh mereka.


Mereka hanya saling mendekap dengan penuh hangat ketika mereka terlelap dalam tidurnya, senyum kebahagian dari mereka tak luntur sejak di hari pernikahan mereka.



Sedangkan Johan kini masih berusaha untuk menemui putrinya, saat ini yang dia pikirkan hanya untuk menemui putrinya. Meminta maaf seakan tak berguna bagi putrinya, keterlambatan nya kini sungguh tak bisa di gapai oleh dirinya. Bella yang sudah terlanjur menutup pintu maaf seakan sungguh sungguh tak ingin menerima ayahnya kembali. Dia yang ingin maju bahagia tak memikirkan kembali rasa sakit yang selama ini di rasakan oleh wanita itu.


Serpihan itu kini tak ingin di buka kembali oleh dirinya, biarkan serpihan hati ini tertutup oleh kebahagian yang dia cari.

__ADS_1


__ADS_2