
...langit yang biru kini sedikit demi sedikit menjadi luntur tergantikan senja sore,...
...Hawa yang panas kini berubah menjadi hawa yang sedikit dingin,...
...Hembusan angin sore membuat daun sedikit berterbangan karena hembusan angin,...
...Rasa luka yang tergores di hati kini sedikit terobati,...
...Biarkan rasa bahagia ini aku miliki, izinkan aku untuk menyembuhkan luka ini yang begitu amat sakit,...
...Kebahagian ku saat ini ingin aku gapai dengan cara ku seperti ini....
...________________...
" Sayang ayo aku sudah selesai..." Bella yang sudah selesai dengan membersihkan tubuhnya dan sudah bergantian pakaiannya kini dia sudah siap untuk kembali ke rumahnya.
" Sebentar lagi..." Bara bahkan tak melihat ke arah istrinya yang sudah berdiri di depannya dia kini masih menatap tablet yang ada di tangan nya.
" Sayang aku sudah gak sabar pulang ke rumah!, kau bisa lanjutkan di rumah bukan..." Bella merengek karena suaminya masih saja asik dengan kegiatannya yang ada di tablet tersebut.
" Sebentar lagi Honey..." Liriknya lagi.
Bella kini menyipitkan matanya dia melihat apa yang di kerjakan oleh suaminya, dahinya kini mengerut ketika melihat suaminya hanya bermain games di tabletnya.
Bella mengambil paksa tablet itu dan dia segera duduk di pangkuan suaminya, Bara yang awalnya tadi sempat terkejut kini malah tersenyum melihat istrinya yang duduk di atas pahanya.
" Kamu tak melihat ku tapi kau malah asik dengan games mu..." Bella kini pura pura marah dia memikirkan agar mereka segera pulang, Bella tau jika suaminya sudah bermain games itu akan sangat membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan nya.
" Honey setiap hari aku sudah melihat mu dan aku hanya mengisi waktu luang ku bermain games itu. Jadi ayo berikan dan ayo kita pulang."
__ADS_1
" Tidak..." Bella menggeleng pelan. " Kau pasti ingin melanjutkannya kan?, kau mengabaikan ku Bara..." Bella yang ingin berdiri dan meletakan tablet itu dengan rasa kesalnya kini di tahan oleh suaminya.
" Honey maafkan aku!, aku belum biasa tidak bermain games, dari dulu yang menemani rasa bosan ku adalah games games itu jadi wajar jika aku selalu bermain games sekarang."
" Tapi sekarang ada aku?, tak bisakah kamu melupakan games itu demi aku?, kita bisa mengobrol membahas apa saja asal jangan abaikan aku..." Bara hanya diam ketika istrinya mengatakan hal itu, apa yang di katakan istrinya benar bahwa dia sekarang memiliki pendamping bukan games yang akan menemaninya saat ini.
" Kau diam, kau tak mau aku mengantikan games mu?, baiklah aku pulang aja sendiri dan mencari teman mengobrol."
" Eh kamu apa tadi hem?" Bara kini malah memeluk pinggang Bella dengan erat agar tubuh mereka saling menempel.
" Lepaskan aku mau mencari teman mengobrol saja di luar."
" Jangan macam macam Honey aku bisa membunuh orang itu jika kau macam macam."
Bella kini sedikit menyunggingkan senyumnya dia tau pasti suaminya ini adalah tipe laki laki cemburuan nya tinggi.
Bara tentu saja tak akan tahan oleh godaan di depannya. Bella yang tadi malah menggigit bibir bawahnya sendiri seakan menggoda suaminya tersebut.
Bara kini menarik tengkuk nya, meluma* bibir itu dengan segera, mereka kini saling berciuman dengan begitu lembut, menyalurkan rasa cinta yang mereka tumbuhan di hati mereka masing masing.
Ciuman yang penuh cinta kini menjadi cumbuan yang begitu liar untuk mereka. Ciuman yang penuh hasra* yang ingin tersalurkan oleh kedua insan tersebut.
" Jangan bergerak Honey, Ah..." Bella yang dari tadi bergerak kini di tahan oleh Bara agar istrinya tak membangunkan sesuatu di bawah sana.
" Sayang.. ugh..." Lenguhan Bella kini tertahan ketika tangan Bara malah menekan tubuhnya ke bawah. Panta* nya kini merasakan ada sesuatu yang bangkit yang menyentuh miliknya tepat sasaran.
" Honey kau menggoda ku hem?" Ujarnya dengan memberikan gigita* kecil kepada lehernya meninggalkan bekas merah yang sudah ada beberapa di sana.
__ADS_1
" Aku tak melakukan apapun..." Elaknya dengan tetap bergerak pelan. Bara merasakan hawa panas itu menjalar ke seluruh tubuhnya.
Ciuman dan pergerakan pelan membuat sesuatu kini harus terselesaikan. " Jangan salahkan aku jika aku tak ingin berhenti Honey."
" Maka aku akan senang menerima mu Sayang..." Balasnya dengan tersenyum menggoda.
Bella kini berdiri dia membuka semua kain yang menempel di tubuhnya, dia juga tak lupa membantu suaminya untuk membuka semuanya. Bara kini menggendong tubuh istrinya sedikit pelan membantingnya di kasur dengan cepat menindih*nya.
" Ugh.. Bara.. seperti itu Sayang..." Erangnya kini ketika bibirnya kini sudah mulai bermain main di bawah sana, menjila* semuanya, mengulu* benda kesukaan nya.
" Kau menyukainya Hmm?" Tanyanya dengan matanya wajah istrinya dari bawah. Wayah Bella yang seperti ini membuat Bara semakin liar menggoda istrinya.
Bella yang polos kini menjadi Bella yang selalu pandai membangkitkan jiwa keliaran dari Bara. Kini mereka sudah tak ada yang mereka malu semuanya mengalir begitu saja. Semuanya seakan menjadi kenikmatan tersendiri untuk mereka berdua.
" Ugh.. lebih cepat Sayang,, ugh.. ah.. Seperti itu, jangan berpindah..." Bara yang kini sedang mengulu* nya serta memberikan pergerakan membuat Bella tak berhenti untuk tak meracau tak karuan.
Bara kini dengan cepat bergerak di bawah sana melakukan apa yang di katakan istrinya. Bella kini terbangun dan Bara berdiri dengan segera, dia memasukan benda tumpu* itu kedalam mulutnya, mengulu* nya dengan cepat. Permainan yang di berikan oleh mulut Bella membuat laki laki itu hanya bisa memejamkan matanya menikmati sentuhan bibir itu.
Tangan Bara kini sedikit pelan menjambak rambut istrinya, di mainkan untuk maju mundur perlahan. Bella kini juga hanya bisa menikmati setiap permainan mereka berdua. Tangan Bella kini memainkan miliknya sendiri, bermain main di sana dengan begitu cepat.
" Ugh.. aku tiba.. ah..." Desaha* panjang serta benda tumpu* itu masih ada di dalam mulutnya kini membuat tubuhnya di landa gelombang yang begitu nikmat dia rasakan.
Bara kini langsung mengangkat kedua k*ki itu agar lebih leluasa memasuki tubuh istrinya. Cukup dua hentakan benda itu tertanam sempurna di sana. Bara kini memompa pinggulnya dengan cepat, menghentakkan pinggulnya berulang kali membuat Bella kini juga ikut terguncang hebat di sana.
Bara kini terus memacu kecepatannya tak peduli dengan istrinya yang sedikit menjerit pelan ketika hentakan itu begitu liar.
" Ah Honey ini begitu nikmat, ini masih sangat menjepit ku.. Argh..." Erangnya kini tak tahan ketika miliknya merasakan di jepit oleh milik dari istrinya tersebut.
__ADS_1
Bara tak hanya memompa pinggulnya dia kini memainkan benda kenya* yang ada di depannya yang bergerak seperti pergerakannya yang juga cepat. Benda itu terguncang hebat di bawah tubuhnya.