Serpihan Hati

Serpihan Hati
Meminta Restu 4


__ADS_3

Bella kini sedikit percaya meskipun hatinya masih ada keraguan yang mendalam. Bella tak yakin jika sang Paman tidak mengetahui sesuatu yang dia simpan itu.


" Sayang apa yang di katakan Paman benar, kematian ibu mu memang jalan Takdir yang kebetulan beliau melahirkan dirimu..." Kini Bara yang menimpali ucapan dari sang Paman.


Bara sebenarnya menangkap sesuatu yang aneh dari raut wajah sang Paman tapi dia tidak ingin menambah pikiran kekasihnya, mungkin nanti dia bisa mencari tahu sendiri di balik ini semua.


Bella kini mengangguk, apa yang di katakan oleh sang Paman dan Bara masuk akal. Mungkin dia hanya salah pemikirannya.


" Paman terlepas dari apapun itu, apa Paman bisa datang untuk menjadi wali di pernikahan kami?" Kini Bara yang berbicara.


" Apa kalian sudah membujuk Johan untuk datang menjadi wali mu?"


" Paman kami sudah berbicara kepadanya, bahkan datang kembali yang katanya tidak merestui hubungan kami karena aku menolak surat perjanjian yang di bawah oleh istrinya itu..." Kini Bella menahan rasa sakitnya ketika mengatakan hal itu kepada sang Paman.


" Dia itu memang kurang ajar, harusnya aku memberikan pelajaran kepada dirinya..." Sang Paman kini begitu kesal kepada suami mendingan adiknya itu. " Dari dulu tak pernah berubah, dari dulu memang tak mau melihatmu, tapi kematian adalah Takdir siapa yang di salahkan, harusnya bukan kau yang di salahkan..." Sambungnya dengan menggebu amarah.


" Paman akan datang ke rumah mu untuk meminta dirinya menjadi wali di pernikahan mu. Besok tunggu Paman di rumah..." Sambungnya lagi.

__ADS_1


" Paman maafkan aku tapi aku sudah tidak tinggal di rumah bersama mereka..." Perkataan Bella kini membuat sang Paman mengerutkan keningnya dengan bingung.


" Apa maksud mu?" Bella kini menceritakan semuanya, mengatakan pengusiran yang terjadi dimana dia yang meminta perlindungan itu. Bella menceritakan semuanya dari awal semuanya, mengatakan semuanya tanpa ada yang di tutupi, dan tidak ada yang di tambah tambahi sedikit pun. Sang Paman kini mengetakan giginya, dia begitu marah kepada laki laki yang bernama Johan itu.


Bruak!! Gebrakan di meja itu membuat kedua orang yang ada di sana terkejut bukan main. Bella yang tahu bahwa Paman nya begitu marah kepada Ayahnya tapi memang itulah fakta yang harus dia katakan kepada sang Paman.


" Bedebah..." Umpatnya dengan anda kesal. Dia tidak menyangka anak dari adiknya tersayang seakan di sia-sia kan oleh Ayah kandungnya sendiri, bahkan dia tak menyangka hidupnya menderita. Dia pikir hidup keponakannya sudah berubah menjadi baik tapi nyata tidak sama sekali tetap saja buruk dari kecil.


" Hans lihat siapa yang datan-" Sang Istri yang dari tadi berada di dalam rumah tiba tiba datang dengan suaranya yang begitu pelan.


Semua mata yang ada di sana langsung menatap ke arah sumber suara yang dari arah belakang tersebut. " Bibi..." Panggilnya.


Bella kini melepaskan pelukan itu secara perlahan dengan wajah yang begitu kaku. Sang Paman kini tak bisa menahan amarahnya ketika melihat sosok yang ada di belakang Istrinya itu. Sang Paman kini langsung berdiri dia segera menghampiri tamu yang ada di belakang.


Bugh!!! Suara teriakan pelan dari Bella kini mengejutkan semua orang yang tidak tahu apapun. Tamu itu kini langsung tersungkur ke tanah dengan segera. Bogeman itu kini menyasar ke wajah tamu itu. Bugh!! pukulan kini tak dapat di hindari.


" Hans hentikan.. kau ini kenapa.. Hans..." Sang Istri kini langsung memisah mereka, tubuhnya langsung di tahan oleh istrinya sedangkan Bella kini mendekap tubuh Bara dengan erat menyembunyikan wajahnya dia tak ingin melihat pertengkaran tersebut.

__ADS_1


" Buat apa kau datang kemari ha?, bangun lawan aku, jangan kau lawan Bella, dia wanita. Lawan mu adalah aku, bangun brengse*..." Suaranya kini begitu lantang dia tidak bisa untuk tidak menyerang laki laki itu.


" Hans kendalikan dirimu, kau lihat Bella ketakutan karena ulah mu..." Bentakan dari sang istri membuat laki laki itu menatap kearah keponakannya. Sang Paman kini mencoba menenangkan dirinya.


" Untuk apa kau datang kemari he?"


Tamu itu kini berusaha untuk berdiri dengan menyentuh ujung bibirnya yang mungkin robek karena bogeman itu. Tamu itu kini menatap ke arah wanita yang sedang bergetar itu. Tangannya yang ingin menyentuh pundak Bella kini di hempaskan oleh sang Paman dengan kasar.


" Jangan menyentuh keponakan ku dengan tangan mu yang kotor itu. Untuk apa kau datang kemari?, apa kau hanya ingin mengatakan permohonan maaf mu yang basi itu?" Hans menaikan nada bicaranya dia sungguh tidak bisa mengendalikan dirinya.


" Hans aku tahu kau pasti marah padamu, aku tak peduli jika kau ingin menghajar ku lagi, aku akan menerima nya tapi aku mohon maafkan aku. Aku sekarang sadar telah menyia-nyiakan putri ku selama ini. Aku bodoh telah membuangnya, maafkan aku.. aku sungguh minta maaf..." Katanya dengan penuh permohonan. " Bella sayang maafkan Ayah nak, aku tahu kau pasti datang kemari maka Ayah datang kemari untuk menyusul mu. Kita perlu bicara dan Ayah sungguh minta maaf kepada mu..." Johan yang ingin melangkah mendekati Bella kini di halangi oleh tubuh Hans yang lebih tinggi darinya. Johan kini menatap Hans dengan tatapan memohon tapi Hans menatapnya dengan tatapan marahnya yang tak bisa dia tahan.


" Tak ada kata kata maaf untuk laki laki bajing* seperti mu, aku dulu pernah mengatakan jika kau tak bisa menerima Bella maka aku siap mengasuh anak dari adik ku, tapi kau dan istri beja* mu itu mengatakan kalian sanggup dan sekarang aku baru tahu jika kau tak pernah berubah dari dulu. Kau menyiksa peninggalan adik ku satu satunya dan kau sekarang malah mencampakkan nya..." Ucapnya dengan nada tinggi. Bella kini menatap sang Ayah yang ujung bibirnya mengeluarkan darah. Hatinya terluka sungguh terluka. Hati seorang anak mana yang tak terluka melihat Ayahnya seperti itu tapi kini dia harus menguatkan hatinya.


" Hans aku tahu aku salah aku minta maaf dan aku janji aku akan memperbaiki sikap ku kepada Bella. Aku menyesal sungguh, aku kini menyadari bahwa sebenarnya aku menyayangi putriku tapi karena kebodohan ku, aku menyakiti hatinya yang begitu lembut. Aku mohon maafkan aku Hans, aku akan melakukan apapun untuk meminta maaf dan kau membujuk Bella untuk memaafkan aku. Aku yakin kau pasti bisa membujuk Bella..." Nada penyesalan serta raut penyesalan kini tak bisa di pungkiri.


" Baiklah, aku hanya minta agar aku datang ke pernikahan Bella menjadi wali nya."

__ADS_1


" Tidak..." Johan kini langsung menolaknya dengan kencang membuat Bella dan Bara tak terkejut tapi Hans berserta istrinya kini di buat terkejut mendapatkan penolakan tegas tersebut.


Bersambung ya mak 🤭 terima kasih yang sudah mendoakan mince 😊🤗 kalian adalah semangat ku tapi biarkan mince up segini dulu ya 😁 nanti kalau kondisi sudah benar benar pulih mince bakal up banyak untuk kalian 🤗🤗🤗


__ADS_2