Serpihan Hati

Serpihan Hati
Marah 2


__ADS_3

" Sayang kamu sudah selesai..." Bara kini berdiri dengan cepat menghampiri istrinya yang duduk di meja rias yang ada di sana.


" Kamu masih dingin..." Tanyanya dengan menyentuh ke dua pundak istrinya.


Bella hanya diam bahkan tak melihat ke arah suaminya yang berdiri di belakangnya. " Singkirkan tangan mu itu..." Bella kini melepaskan tangan itu dari kedua pundaknya.


Bara hanya membuang nafasnya dengan kasar ketika sang istrinya bersikap dingin dan tak ingin di sentuh olehnya. Bara kini tahu bahwa istrinya saat ini begitu marah kepadanya, bahkan kecewa karena mendengar perkataan dari dia yang tadi hanya menganggap teman kepada dirinya.


Bara kini berlutut di sebelah istrinya memengang tangan istrinya dengan lembut. Mata mereka beradu kembali dengan tatapan yang tidak sama lagi.


" Aku minta maaf karena sudah mengakui kamu adalah teman ku di depan tadi, tapi aku memiliki alasannya Sayang, please dengarkan aku..." Ujarnya dengan penuh permohonan.


Bella bahkan tak peduli dengan sikap manis yang di berikan oleh suaminya itu, dia masih sangat kecewa kepada sang suami. Bella kini melepaskan genggaman itu dengan kasar dan dia berdiri dari duduknya, saat ini Bella malah kembali duduk di sofa panjang yang dekat dengan kaca besar.


Matanya kini menatap keluar kaca, seakan dua tidak mau melihat suaminya yang ada di sana. Bara lagi lagi membuang nafasnya dengan kasar dia menutup matanya sebentar sebelum menyusul istrinya yang duduk di sofa panjang.


" Sayang aku tahu kamu marah dan kecewa pada ku, tapi aku tak bisa untuk mengatakan kepada ibu tadi-"


" Kau tak bisa atau emang tidak ingin?, kedua perbedaan itu bedah tipis. Kau ingin memberikan harapan palsu kepada keluar dia bukan, agar kau di kira masih sendiri dan tidak memiliki siapapun maka dari itu kamu tidak mengenalkan aku sebagai istrimu tapi sebagai teman mu..." Bella yang berkata dengan sinis bahkan dia tak ingin menatap suaminya yang duduk di sebelahnya dia kini memunggungi suami nya.


Bara mengusap wajahnya dengan kasar ketika mendapatan suara sinis dari sang istri, ini untuk pertama kalinya dia mendapatkan suara yang sinis dari sang istri.

__ADS_1


" Tidak seperti itu Sayang, dia adalah ibu dari Cristin tunangan ku yang meninggal beberapa tahun yang lalu."


Deg!! jantung Bella kini bertambah gemuruh ketika mendengar siapa wanita tua tadi. Ibu dari tunangan yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Hatinya kini kembali hancur ketika dia tak di akui di depan keluarga tunangannya yang dulu.


" Aku bukannya tak ingin mengatakan kamu adalah istri ku sayang, hanya saja aku ingin menjaga perasaan dari dia. Anaknya meninggal karena aku, jadi aku tak ingin dia malah terluka melihat aku sudah menikah dengan orang lain..." Bara menjelaskan lembut dan hati hati.


" Kau menjaga perasaan orang tua yang bukan siapa siapa mu sekarang, tapi kau tak menjaga perasaan aku istri mu..." Bella kini menatap tajam ke arah Bara dan Bara terkejut ketika sang istri tiba tiba menatapnya dengan tatapan seperti itu.


" Jika kau menjaga perasaan dia siapa yang menjaga perasaan ku?, apa kah harus aku sendiri yang menjaganya?" Sambungnya lagi.


" Sayang bukan seperti itu, aku tahu aku salah tapi biarkan aku mencari waktu yang tepat mengatakan kepada mereka jika aku sudah menikah dan melupakan putri mereka. Bertahun menjalani hubungan dengan putrinya dan keluarga kami saling dekat tak mudah bagi ku untuk mengatakan semuanya, aku mohon mengertinya sedikit saja hanya kali ini..." Suaranya kini lembut dengan wajah sedihnya.



Dan sekarang hal yang sama dia tak ingin terjadi dalam rumah tangganya. Jika seorang memulia kebohongan di awal maka pasti akan ada kebohongan selanjutnya yang akan dia lakukan untuk menutupi semuanya.


" Bella please jangan melebar kemana mana, ini hanya masalah waktu dan masalah ini hanya kecil, aku bisa menangani ini semua dengan cepat aku janji."


" Masalah waktu dan masalah kecil kau bilang?, ini bukan masalah kecil Bara ini masalah kau yang menjaga perasaan orang lain di banding aku yang istri mu. Ini masalah waktu kau bilang, bukan masalah waktu tapi ini masalah kau yang tidak mengakui ku di depan orang tua tunangan mu. Aku pernah katakan sebelum kita menikah, pikirkan semua nya sebelum terlambat dan sekarang semua terlambat. Mau atau tidak kau harus tahu aku adalah istri mu..." Bella berteriak meninggikan suaranya emosinya benar benar tak terkendali, semuanya kini berantakan.


Bara tak menyangka bahwa istrinya akan semarah ini kepada dirinya, dia pikir setelah dia memberikan sedikit penjelasan istrinya akan menerima apa yang di katakan tapi nyatanya dia malah mengamuk di sini.

__ADS_1


" Sayang aku tahu aku salah aku janji aku akan segera mengatakan kepada mereka tapi tidak kali ini, ini terlalu cepat bagi mereka, aku tidak ingin melihat mereka sedih, karena mereka menginginkan aku menikah dengan segera dengan Cristin."


" Sampai kapan kau akan menunggu waktu yang tepat Bara, sampai kapan?, kau tak ingin membuat mereka sedih tapi kau menghancurkan hati ku di hari kedua pernikahan ini, harusnya aku menikmati hari hari ini dengan bahagia bukan malah kau menghancurkan hati ku seperti ini."


Bara terdiam dia tak bisa mengatakan apapun yang di katakan oleh istrinya benar, dia menjaga perasaan mereka tapi tak menjaga perasaan istrinya, dia mengorbankan pengantin barunya hanya untuk seorang yang tak bisa kembali lagi di dunia ini.


" Aku mohon beri aku waktu setelah aku tahu waktu yang tepat aku akan langsung mengatakan kepada mereka tentang pernikahan ini."


" Terserah aku capek aku ingin tidur, kau ingin mengakui silahkan gak pun juga silahkan. Tapi jangan harap aku juga mengakui mu sebagai suami ku..." Bella kini membaringkan dirinya di atas kasurnya dengan segera menarik selimutnya.


Bara yang mendengar tadi kini rahangnya mengeras. " Kau tadi apa?, kau tak ingin mengakui ku sebagai suami mu?" Bara kini juga ikut berbaring di sebelah istrinya dengan memeluk dari belakang.


" Tentu saja, jika ada yang mendengar kau tak mengakui ku dan aku mengakui mu maka semua orang akan menganggap ku gila."


" Sayang-"


" Sudahlah aku mengantuk, pergi sana..." Usirnya tapi Bara bukannya malah pergi malah memeluk erat tubuh istrinya yang sedang marah kepadanya.



Bara sih kayak gitu 😁

__ADS_1


__ADS_2