
Aku, adalah seorang manusia biasa yang memang memiliki keinginan untuk bisa terlihat dan di hargai oleh orang lain. Ingin mendapatkan pujian, kepercayaan, dan penghargaan untuk sesuatu yang telah ku capai. Bukan hanya menjadi saksi saat teman-teman ku yang berhasil mendapatkan pujian karena suatu hal yang mereka lakukan. Ya, inilah hidupku. Di mana pun aku berada, hampa yang aku rasa. Iri hati sering kali ku rasa. Tapi, bersyukurnya Tuhan mengingatkan ku untuk selalu bersyukur akan apapun yang Dia berikan. Walaupun itu pilu😊
Entahlah, bagaimana bisa ku lewati segala macam pilu ini. Suka duka silih berganti menghampiriku. Tapi, kenapa selalu duka ini tumpang tindih menghampiri? Sedangkan suka ku hanya sekian waktu dapat ku rasakan. Tetapi, setidaknya aku masih bisa merasakan suka, walau itu sementara.
Pernahkah kalian bisa merasakan ini? duka yang tiada henti ku rasa? Jika ya, bisakah kita saling berbagi? Jika tidak, cobalah untuk bercengkrama dengan kami yang merasakannya.
__ADS_1
aku tau, aku bukanlah satu satunya orang ping menderita di dunia ini. juga bukan orang yang paling menderita. Tapi, saat pilu menghampiri dan tiada kawan yang mendampingi, akankah ini terasa ringan?
Aku tau setiap manusia memiliki problema mereka sendiri. Tetapi, bisakah aku mencurahkan ini lewat tulisan saja? Karena apa? Pengalaman juga telah mengajarkan ku untuk tak terlalu memberikan kepercayaan akan suatu kesakitan ku kepada orang lain di dunia nyata.
penghianatan akan kepercayaan sering ku jumpai. Tetapi, aku pun pernah terjun ke dalamnya selama berkali kali juga. Apakah ini pun adalah kesalahan? jika ya, apakah semua yang ku lalukan adalah kesalahan?
__ADS_1
Hidup? Bagi ku rasanya seperti permen "Nano Nano". Pahit, Asam, Manis, Pedas, juga Asin. Rasa ini pasti akan kita rasakan dengan cara yang berbeda. Dan aku tak tau bagaimana kalian akan mengalami nya. karna hanya sang penulis skenario hiduplah yang tau dan paham akan apa yang harus kita rasakan.
kadang aku suka bertanya, kenapa suka ini hanya ku rasa di awal pertemuan? kenapa saat semakin lama selalu duka yang menghampiri ku? Tetesan air mata sering tertumpah saat aku berkomunikasi dengan pencipta ku. Siapa yang tau? Ya benar, hanya aku, Tuhanku, dan beberapa benda benda mati yang menjadi saksi bisu ku, seperti bantal yang akan menampung derasnya air mataku, dan guling yang akan ku peluk hingga tak terasa aku telah pergi ke alam mimpi.
Pernah pun, tak hanya dalam realita pilu itu ku rasa, tetapi hingga mimpi ikut andil dalam pilu ini. lelah rasanya, namun mau bagaimana lagi? inilah hidup. realita kehidupan yang nyata. bukan dunia maya yang semu akan kenyataan.
__ADS_1
kini, ku ucapkan terima kasih kepada kalian yang pernah singgah dengan suka dan pergi dengan duka yang bahkan tak pernah ku pikirkan sebelumnya. Terima kasih atas pengalaman dan pembelajaran ini. Mungkin memaafkan adalah hal yang sulit, tapi percayalah aku akan berusaha memberikan kata maaf dengan tulus hati ku.
Untuk kalian, yang pernah singgah dan hilang. Terima kasih,,,,,