
pagi hari di sekolah,,
hari ini terlihat ada yang berbeda di kelas Arletha. karena apa? karena seorang Arletha yang dulu sering sekali dihina dan dikatai atau singkatnya dibully oleh Fifi kini terlihat akrab. bagaimana? pasti mengundang banyak tanya dan rasa tak suka.
terlihat sudah ada yang akan memulai aksinya.
tiba-tiba.....
"eh Letha selamat pagi. lagi ngapain nih sibuk banget kayaknya. Wini belum dateng ya? eh iya ntar istirahat sama kita yuk makan bareng ke kantin gitu. atau pesen aja makan di kelas bareng, gimana?" tanya Uni
"eh hai. boleh deh. gimana kalian aja aku nurut" jawab Arletha.
"oh ya Letha kamu ada perlu apa sama dia?" tanya Uni lagi sambil melirik sinis Fifi.
"oh gak ada apa-apa kok, cuma mau ngobrol biasa aja sih hehe" jawab Arletha lagi sambil tersenyum.
"oh gitu, ya udah deh Letha. nanti jam istirahat jangan lupa ya, ajak Wini juga sampaiin ke dia ya" Uni
"iya Uni. makasih ya" jawab Arletha sambil tersenyum lagi.
setelah adanya ajakan dari teman sekelasnya itu, Arletha pun melihat Fifi yang menampakkan wajah sedih dan murungnya.
__ADS_1
"Fi jangan sedih gitu dong. senyum" ucap Arletha sambil menaruh dua jarinya di mulut membentuk senyuman.
akhirnya Fifi terlihat tersenyum, walau terpaksa.
tak lama setelah itu, datanglah Wini dan langsung menghampiri Arletha.
"Lethaaa. uuu rindu deh" hebohnya Wini sambil memeluk Arletha. mereka seperti tidak berjumpa bertahun-tahun saja padahal baru 2 hari yang lalu mereka bertemu dan sekolah bersama. di tengah-tengah pelepasan rindu itu, Wini melihat sebuah kejanggalan.
ada Fifi di sana dan Arletha terlihat akrab dengannya. tapi dia tidak bertanya sekarang, biarlah nanti saat waktunya tiba dia akan menuntut penjelasan dari Arletha.
tak terasa jam istirahat telah tiba. Arletha ingat dia dan teman sekelasnya akan makan bersama di kantin. kini dia dihampiri lagi oleh Uni dan mengajak Arletha juga Wini ke kantin. tapi,, Fifi tidak diajak hal ini membuat Arletha merasa iba. kemudian dia punya keinginan untuk mengajak Fifi.
"Fifi gak ikut? kita mau makan bareng di kantin nih" ucap Arletha.
"betapa beruntungnya dia. ternyata dia anak baik. tak seharusnya aku dulu seperti itu. dan sekarang aku harus bagaimana? apa ini yang dia rasakan saat aku dulu bersikap buruk padanya? sepertinya dia merasakan yang lebih buruk dari aku" batin Fifi.
sesampainya di kantin, terlihat sudah ramai seperti biasa. Ica dan Tika menawarkan diri untuk memesan makanan dan segala yang diinginkan oleh teman-temannya ini.
setelah mereka berdua pergi untuk memesan makanan, yang lain pun mulai mengobrol. dan tiba-tiba Uni bertanya pada Arletha,
"Letha kamu kok bisa kelihatan deket gitu sama Fifi. padahalkan dulu dia udah jahat banget sama kamu"
__ADS_1
"ya mau gimana lagi semuanya kayak mengalir sih hehe" jawa Arletha.
"hemmmm gitu. eh Letha kamu tahu gak sih apa yang bikin kita kayak gini sama dia? apalagi ada Ica dan kawan-kawannya itu yang ikut giniin Fifi" lanjut Uni
"ya sebenernya sih pengen tahu juga secara detailnya gitu. kan waktu di kelas itu kalian cuma bahas tentang baju yang belum selesai sampai sekarang. nah yang jadi permasalahan selain itu apa sih. pengen tahu hehe" jawab Arletha.
"coba tunggu Ica aja. dia yang paling tahu dan paham. so, kalo kita yang cerita kurang greget gitu haha" ucap Uni lagi
setelah menunggu hampir 15 menit, Ica dan Tika pun datang bersama para penjual yang membawakan makanan pesanan mereka semua.
"nih semua sudah datang dan tersedia, mari makann" ucap Tika semangat.
akhirnya mereka makan bersama sambil bercanda gurau.
setelah makanan sudah hampir semuanya habis, saat itulah Uni menyeletuk
"eh Ica kasih penjelasan sejelas-jelasnya ke Arletha sama Wini sono tentang masalah si itu"
"wih siyappp. Oke Letha dan Wini pasang telinga kalian baik-baik. perhatikan setiap kata yang akan ku ucapkan oke. jadi gini nih Letha.........
_________
__ADS_1
hayo gimana sih awalnya dan apa sih yang terjadi?
simak cerita selanjutnya 😘😘