Setitik Pilu

Setitik Pilu
48. Mulai


__ADS_3

Benar, hari ini semua panitia yang telah terbentuk kemarin masih akan melaksanakan rapat melanjutkan apa yang belum terselesaikan kemarin. Tak ikut pelajaran mungkin terdengar menyenangkan, tapi jika diganti dengan tugas lain yang sangat menguras emosi dan tenaga apakah itu lebih baik? Silahkan jawab sendiri sesuai pengalaman, hehe.


Tak sempat masuk ke dalam kelas, namun langsung menuju ke aula atas, itulah yang dilakukan para panitia tak terkecuali Arletha.


Pagi ini, Ica yang datang lebih dulu sudah menunggu Arletha di depan gerbang dan saat Arletha datang, langsung saja dia ajak ke aula atas.


"kira-kira hari ini selesai gak ya? Duh masih kerasa capek banget lagi" keluh Ica.


"Iya Ca, capek banget. Semoga aja udah kelar semua biar bisa ikut pelajaran lagi. Lumayan nih dua hari berapa banyak catetan entar" jawab Arletha ikut mengeluh.


Setelah berjalan beberapa menit, sampailah mereka di aula atas. Terlihat sudah ada beberapa orang di sana. Mengetahui ada yang datang, mereka pun menoleh dan memberikan senyuman kepada Arletha dan Ica.


Sambil menunggu yang lain datang, Arletha dan Ica mengobrol santai tentang hal receh dan mereka tertawa bersama, orang-orang yang ada di sana pun juga turut ngobrol bareng dan saling menyahut jika ada yang bertanya.


Tak berapa lama kemudian, satu per satu orang masuk dan memenuhi tempatnya masing-masing. Hingga pukul delapan tepat, semua anggota telah lengkap berada di setiap timnya dan mulai membicarakan kelanjutan rencana mereka kemarin.


.


.


.


Lagi-lagi waktu berlalu begitu cepat. Saking sibuknya merencanakan kegiatan nanti, semua merasa kaget saat waktu sudah menunjukkan saat istirahat. Memesan makanan dan makan bersama di aula akan mereka lakukan lagi. Kini pun Arletha tak ingin jalan-jalan seperti kemarin, rencananya hari ini juga semua harus sampai finish. Walau masih butuh polesan lagi, setidaknya kerangka telah jadi, itulah kesepakatan mereka semua.


"Wah, udah keren nih kak, bentar lagi selesai. Semoga aja cepet acc dan gak banyak revisi" kata Arletha yang diamini oleh semua anggota timnya juga tim lain yang mendengar itu.


Tak berapa lama menunggu, makanan akhirnya datang, kini semua panitia yang di sana langsung duduk melingkar dan makan bersama-sama. Saat makan, itulah jam istirahat mereka, istirahat sejenak dari keseriusan menggarap proyek kali ini. Diselingi dengan canda tawa adalah obat bagi rasa penat dan lelah mereka kali ini. Saling berbagi informasi, baik itu pribadi maupun berita terkait dengan yang ada dalam kehidupan.


setelah satu jam beristirahat, mereka memulai lagi segala tugas itu.


Saat tengah asyik berdiskusi, tiba-tiba Sandy menghampiri tim Arletha dan mengatakan bahwa ingin membantu mereka. Ada yang merasa senang sekali, biasa aja, hingga ada yang menolaknya (ya, walau hanya bercanda saja sih hehe).


.


.

__ADS_1


.


Sangat melelahkan, pastinya. Hingga waktu menunjukkan pukul enam sore, barulah semua panitia itu mengakhiri diskusi mereka. Sesuai dengan kesepakatan, hari ini semua bisa menyelesaikan tugasnya. Dan bisa pulang dengan tenang dan besok pagi bisa kembali mengikuti pelajaran biasa.


Namun entahlah bisa mengikuti sepenuhnya atau tidak, sepertinya tidak karena akan ada yang tetap menggarap proyek ini dengan sang pembina.


"Let, pulang bareng yuk" ajak Sandy pada Arletha.


"Eh gak usah kak, pulang sendiri aja akunya" jawan Arletha.


"Loh kenapa?" Sandy.


"Takut ngrepotin kakak, hehe" Arletha.


"Halah gak usah sok gak mau gitu deh Let. Iya kak anterin aja, biasalah mau-mau tapi malu nih anak. Aku pulang duluan ya gaes, bye" Ucap Ica.


"Yuk" ajak Sandy.


Akhirnya Arletha pun mau diantar pulang oleh Sandy.


--------


"Mau ke mana? Taman mau? Atau kamu mau ke mana gitu?" Tanya Sandy kepada Arletha sambil berjalan menuju parkiran.


"Ke mana aja deh kak. Ke taman boleh deh" Jawab Arletha.


Akhirnya mereka memutuskan untuk ke taman kota.


.


.


.


Sampai di taman kota, mereka mencari tempat parkir terlebih dahulu dan sesudah menemukan, mereka lanjutkan dengan membeli es krim yang ada di sana.

__ADS_1


Setelah mendapat es krim dan camilan lain, mereka memilih kursi yang ada di bawah pohon. Terasa sangat sejuk dan dingin di malam hari ini.


"Kamu laper gak? Mau beli nasi gitu?" Tanya Sandy.


"Eh enggak kak, ini aja udah cukup kok" Jawab Arletha sambil tersenyum.


Lama mereka di sana ngobrol bareng dan saling melepas rindu. Sandy yang sadar hari sudah semakin malam pun mengajak Arletha untuk pulang.


Dalam perjalanan pulang, Sandy melihat ada kios penjual martabak. Dia pun berinisiatif membeli martabak. Saat Sandy akan berhenti di depan kios itu, Arletha pun hanya diam dia berfikir "mungkin dia lagi pengen, atau mungkin titipan orang tuanya". Sebenarnya Arletha juga pengen sih, tapi dia sedang dalam mode "berhemat untuk masa depan" jadilah keinginan itu dia pendam untuk sementara.


Setengah jam waktu yang dibutuhkan untuk menunggu martabak itu siap. Setelah membayar, Sandy pun menghampiri Arletha dan memberikan satu kotak martabak padanya, sedangkan dia membawa satu kotak juga.


"Nih buat kamu" Kata Sandy.


"Loh kak, makasih peka banget, jadi ngrepotin deh, hehe" Jawab Arletha dengan cengirannya.


Sandy pun hanya geleng-geleng kepala dan naik ke motornya lagi untuk menuju rumah Arletha.


15 menit kemudian sampailah mereka di depan rumah Arletha. Sandy pun ikut turun dan masuk ke rumah Arletha untuk memberikan penjelasan pada kedua orang tua Arletha mengapa mereka bisa pulang selarut ini.


"Malam om tante. Maaf ya pulangnya kemaleman. Tadi harus nyelesain projek sekolah trus nyari angin bentar gitu deh , hehe. Maaf ya om tante" Ucap Sandy pada kedua orang tua Arletha.


"Iya gak apa-apa San, yang penting dipulangi sama bawa buah tangan sudah cukup bagus" Jawan papa Arletha.


"Eh papa kok gitu ngomongnya. Nak Sandy makasih loh udah anterin Arletha, dibawain makanan lagi. Gak usah repot-repot deh yang penting anaknya nyampek rumah masih utuh aja udah bersyukur kok" Jawab mama Arletha sambil tersenyum.


"gak apa-apa tante, Sandy ikhlas kok tenang aja, hehe. Ya udah kalo gitu Sandy pamit pulang ya tante, om, Let" Pamit Sandy.


"Loh gak duduk dulu ngeteh?" Tanya mama Arletha.


"Enggak deh tan, udah malem. Ntar deh kapan-kapan ke sini lagi. Sandy pamit ya" Sandy


"Hati-hati" Ucap mama dan papa Arletha.


Arletha pun mengantar Sandy hingga depan rumah dan melambaikan tangan saat Sandy beranjak pergi dari rumahnya.

__ADS_1


Setelah itu, bukannya langsung mandi, tapi masih akan berebut martabak dengan papanya. Ya, seperti itulah saat akur, hehe.


Baiklah satu hari lagi terlewati, semoga besok bisa lebih baik.....


__ADS_2