
Pagi kembali menyapa. setelah satu hari lalu Arletha jalani dengan suka dan duka. kini, kembali lagi Arletha akan menghadapi tantangan baru di hari yang baru.
"gak kerasa udah pagi lagi. baiklah semangat aku!!! memulai hari dengan bersyukur dulu lah biar hari ini lebih baik" kata Arletha saat bangun tidur dan kemudian mulai memanjatkan rasa syukurnya pada Sang Kuasa atas hari baru ini.
setelah itu, Arletha bersiap untuk kembali bersekolah dengan apapun yang ada di dalamnya.
_____________
di sekolah
"entah kenapa, apakah ini hanya perasaan saja atau memang nyata? seperti mimpi, tapi ini adalah kenyataan. ada apa? mengapa?
apa lagi ini? semoga bukan ketakutan itu lagi. semoga semoga."
hari ini terasa berbeda lagi bagi Arletha. saat dia akan masuk ke dalam kelas, ada beberapa teman sekelasnya yang masih di luar. bukan itu keanehannya tapi, tatapan dan tingkah laku mereka yang terasa berbeda bagi Arletha.
__ADS_1
saat Arletha lewat dan tersenyum mereka langsung membuang muka, melemparkan senyum mengejek, atau malah menatap sinis sambil berbisik-bisik.
itu di luar kelas, dan saat di dalam kelas pun begitu atau bahkan lebih parah? sepertinya iya.
beberapa orang anak tengah menggerombol dan berbisik-bisik sambil sesekali melirik Arletha. padahal kemarin masih baik-baik saja. Arletha tak kaget jika itu dilakukan oleh Fifi dan temannya. tapi, ini semua teman sekelasnya seperti itu. kemarin mereka masih tersenyum dan juga memuji Arletha karena presentasi produk karya seninya tapi, kenapa kini semua seolah berbalik 180 derajat? di dalam kelas pun Arletha belum melihat Wini. entahlah apakah Wini masih akan menyapanya atau justru ikut-ikutan memberikan tatapan sinis padanya.
saat ini, Arletha merasa syok dan dia masih belum terlalu ngeh dengan apa yang terjadi. rasanya dia hanya ingin berteriak dan menangis sekencang-kencangnya. ingin meluapkan emosi yang dia rasakan. tapi dia masih menahan semua itu. dia masih tahu kondisi untuk tetap terlihat tenang dan tidak berspekulasi negatif.
_______________________
beberapa menit kemudian, Wini datang dan ya dia adalah anak yang pendiam dan tidak terlalu suka bergaul juga jadi saat masuk ke kelas pun dia biasa saja.
"pagi Letha" sapa Wini
"pagi Win" jawab Arletha sambil tersenyum.
__ADS_1
"sepertinya ada sesuatu dan mungkin dia masih belum mau membicarakan. ya sudahlah biarkan saja dulu. biar tenang. nanti kalau sudah baikan dan mau berbagi pasti dia akan mulai bicara tentang masalahnya" batin Wini.
"tapi, aku kok merasa aneh ya dengan suasana kelas ini" Batin Wini lagi sambil melihat sekelilingnya.
"seperti mereka semua menatap Arletha sinis dan tidak suka. kenapa ya? padahal kemarin masih biasa saja, bahkan mereka kagum dan memuji Arletha tentang presentasinya. kenapa ini? kenapa sih? ada apa ya?" banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul di otak Wini. dia heran sekaligus bingung juga dengan apa yang terjadi di sini.
"hai Letha kamu udah makan belum? udah belajar juga belum untuk ujian hari ini?" tanya Wini sekaligus untuk mengalihkan perhatian Arletha dari suasana mencekam ini.
"udah semua kok Win. Kamu gimana?" jawab Arletha sambil tersenyum lagi.
"aku juga udah kok. oh ya nanti pas ujian kalo aku gak bisa nyontek dong ya. soalnya aku masih belum paham banget gitu heheh" Wini.
"iya santai aja kali" Jawab Arletha sambil tersenyum lagi.
akhirnya pelajaran pun dimulai dan ujian akan berlangsung. Arletha dengan khusyuknya mampu mengerjakan semuanya dengan lancar dan cepat. dia pun telah membantu Wini juga dan setelah itu dia langsung menyerahkan pekerjaannya itu kepada sang guru. saat dia berjalan maju hingga kembali ke tempat duduknya, teman-temannya memandang dia dengan sinis. ada juga yang bergumam iri. tapi Arletha berusaha mengabaikan. karena dia pun sadar dia bisa karena usahanya sendiri, bukan dari mereka yang saat ini sinis padanya.
__ADS_1
_________
"sepertinya akan ada sesuatu lagi setelah ini. baiklah siapkan mentalmu Arletha. kamu pasti bisa" semangat Arletha dalam hatinya.