
Arletha POV
sang surya menyapa ku kembali, memberitahukan bahwa malam telah berganti pagi. mengapa hanya sebentar aku bisa bercengkrama dengan diriku sendiri? aku masih butuh waktu. tapi, apakah aku akan dianggap lari dari kenyataan saat aku egois mementingkan diriku? tapikan, ini hidupku yang selayaknya aku buat nyaman dan bahagia sesuai keinginan?
ya, tapi inilah dunia. secara tidak tertulis dan tak terlihat, stereotipe yang banyak dipercaya untuk mementingkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. bukan hanya stereotipe sih,, tapi sebuah motto dari negara. dan itupun sudah melekat dalam benakku.
hai hati dan otak, sikronlah, jangan bertentangan. aku butuh motivasi. huhuuu
gak! jangan nagis. masih pagi masa udah galau. harus semangat!!!! bisa, pasti bisa. tapi kalo gak kuat? ya sudahlah kayak kemarin lagi ajalah.
huhhhh. baiklah, hari ini aku akan menaklukkan mu lagi. demi masa depan. hehehe..
Author POV
Akhirnya, Arletha mulai bangkit dari tempat tidur dan bersiap-siap untuk memulai hari ini dengan bersekolah.
sebelum berangkat, Arletha benar-benar mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi perang otak dan hati yang bisa saja membuatnya down lagi.
semoga dan semoga hal baik yang menghampirinya. itulah sekilas tentang doa-doa yang dipanjatkan Arletha.
________________
di sekolah,,
saat ini, Arletha berangkat sedikit lebih siang karena dia ingin menghabiskan sedikit saja waktu di sekolah. dan saat sampai di sekolah, dia sudah siap menulikan telinganya dan menundukkan kepala menghindari tatapan sinis teman sekelasnya.
dan benar, pemikiran negatif Arletha. kejadian kemarin terulang kembali. tapi, saat ini Arletha lebih siap dan tidak memberikan senyuman pada yang lain. dia langsung duduk di kursinya dan menggunakan headset mendengarkan lagu sambil membaca buku. dia berusaha meminimalisir pendengaran dan penglihatannya bertabrakan dengan teman-temannya. Arletha juga tidak paham apakah Wini sudah datang atau belum. yang dia pikirkan adalah menghindarkan indranya dari para perusak mental.
__ADS_1
sebenarnya Arletha juga penasaran tentang apa yang tengah di lakukan teman-temannya. tapi, demi menjaga hatinya dari kehancuran yang akan merusak semua semangat yang telah disusunnya. Arletha memilih diam dan pura-pura tidak peduli. hanya pura-pura oke, aslinya juga dia peduli sangat. hehe.
beberapa saat Arletha larut dalam musik dan bacaannya, hingga Wini menepuk bahunya dan memberi tahu bahwa sang guru hampir tiba. lalu Arletha menyudahi acaranya itu dan bersiap memulai pelajaran.
___________________
beberapa jam pelajaran telah terlewati, kini saatnya para siswa dan guru mendapatkan jatah istirahat mereka sebelum melanjutkan kewajiban mereka masing-masing.
Arletha yang akan keluar dan membawa seperangkat alat kesukaannya itu, tiba-tiba mengurungkan niatnya. hal ini terjadi karena Wini yang mencegahnya dan bermaksud ingin ikut. tapi, justru hal lain yang terjadi.
lagi-lagi terdengar sindiran dari beberapa orang dan disambung dengan sahutan-sahutan dukungan dari teman yang lain.
Wini yang mendengar itu semua langsung menoleh pada Arletha, dia yang melihat Arletha berwajah muram langsung menarik Arletha keluar dari kelas. Wini berpikir mereka akan pergi ke taman belakang sekolah. "semoga sepi" batin Wini.
sesampainya di sana, Wini dapat bernafas lega. di sana sepi, walaupun terlihat ada dua orang laki-laki yang entah siapa mereka. tapi sepertinya mereka terlihat tidak peduli juga akan apa yang terjadi di sekitarnya. jadi, langsung saja Wini mengajak Arletha duduk di salah satu sudut di taman itu.
(perlu kalian ketahui agar bisa membayangkan ya haha. bahwa taman itu berisi banyak bunga-bunga dan memiliki beberapa sudut sepi yang bisa membuat orang nyaman untuk menikmati hari di sana. di tengah taman terdapat pohon besar dengan adanya rumah kecil di sana. seperti rumah pohon di tengah banyaknya bunga-bunga indah dan beberapa pohon lain yang ada di pinggir taman serta ada kolam kecil menyerupai danau berada di ujung timur taman yang di sebelahnya juga terdapat dua pohon besar)
mereka menikmati udara dan ketenangan di sana. Arletha mulai memasang headsednya dan memejamkan matanya. Wini yang paham situasi juga hanya diam dan memandang kolam itu.
sebaliknya dalam hati dua orang di sebelah mereka itu,,, siapa sih mereka??
______________________
Sandy POV
hari ini, aku merasa malas sekali belajar. pikiranku masih dipenuhi sosok Arletha. setelah sampai di sekolah, aku memutuskan untuk bolos saja sampai jam istirahat. Ikhsan yang melihat ku akan keluar kelas padahal guru akan segera masuk, langsung saja meneriaki ku dan meminta penjelasan aku akan ke mana. aku jawab saja aku ingin bolos.
__ADS_1
ucapan ku tadi langsung mendapatkan respon tatapan dari teman sekelas ku. biarlah aku tak peduli dan aku pergi dari kelas. Ikhsan yang penasaran "mungkin", juga mengikuti ku pergi dari kelas. biarlah jika aku mendapat hukuman karena membolos hari ini. yang penting aku bisa menjernihkan pikiran ku lagi.
dan tempat membolos yang ku pilih adalah taman belakang sekolah. di sini sepi udaranya juga sejuk. tempat yang biasa di datangi olehnya juga saat sedang ingin mendapatkan ketenangan. aku memilih tempat di bawah pohon besar yang ada di sebelah kolam, sepertinya menyenangkan.
setelah sampai, tiba-tiba Ikhsan bertanya "hoi bro, tumben lu mau bolos. ada apasih. muka lu sumpeh ya gak terkondisi banget. lama-lama kalah keren lu dari gua. haha"
"apasih basi lu, haha" jawab ku sambil tersenyum. setidaknya hari ini ada temen yang nungguin orang galau kayak gua. hahahaa.
di sini kita berdua cuma diem, memejamkan mata, bernapas dan kadang ngobrol. hal itu gak kerasa ternyata memakan banyak waktu, sampai bel istirahat berbunyi. niatnya sih mau ke kantin, tapi aku males dan akhirnya setelah perdebatan panjang, Ikhsan yang ke sana.
tapi eh tapi, sebelum Ikhsan beranjak, ada orang yang datang ke sini.
dia adalah Arletha dan temannya. Mukanya muram dan setelah duduk dia langsung memasang headset sambil memejamkan mata.
cantik. itu yang ada di otak dan hatiku saat melihatnya dari dekat. lebih dekat dari biasanya.
Ikhsan yang tadinya akan ke kantin seperti terhipnotis oleh kedatangan mereka dan tidak jadi berangkat.
"hei cepetan ke kantin. laper ni" ucapku "dan beli yang banyak. siapa tahu bisa PDKT sama mereka. haha" bisikku kemudian agar tidak terdengar oleh dua gadis di sebelah.
"wah ide bagus tuh, ya ya. gua cuss deh" bisik Ikhsan lagi. dan akhirnya dia pergi meninggalkan ku dengan dua gadis cantik itu.
aku terus memandang Arletha dan kadang tersenyum. tapi tiba-tiba temannya itu menoleh dan melihat ku memandang Arletha sambil tersenyum. anehnya, dia juga ikut tersenyum, alih-alih memarahi ku atau menetap ku tajam begitu.
setelah itu, dia terlihat diam lagi sambil memandang kolam. aku kembali memandang Arletha, dia terlihat lebih tenang saat ini. tapi aku juga melihat ada buliran air mata yang menetes. dia tetap memejamkan matanya.
________________
__ADS_1
apalagi ya kelanjutannya? apakah mereka akan saling diam? atau akan saling sapa??
lihat di next chapter ya😊😊😊