
Kembali pada masa sekarang
Tak terasa sudah waktunya pulang lagi. Arletha sama sekali tak konsentrasi hari ini. tak mau ke kantin dan terlihat tidak memperhatikan pelajaran. dia asyik dengan lamunannya, menggali kembali kelamnya masa lalu yang membuatnya merasakan miris akan hidupnya dulu.
"Leta yuk pulang" ajak Tyas. Arletha tersenyum dan dia melirik Kenzie yang juga akan pulang, tetapi dia sudah akan pergi bersama anak-anak yang lain. Setelah Kenzie sudah pergi dari kelas, Arletha dan Tyas juga pergi untuk pulang ke rumah masing-masing.
----------------------------
sesampainya di rumah, Arletha terdiam di kamarnya. dia kembali berfikir dan mengingat masa-masa lalu yang membuatnya terpuruk itu.
"Apakah aku sanggup jika hal seperti itu terulang lagi? apakah aku bisa sekuat dulu? Semoga saja kian hari kekuatan ku juga bertambah seiring masalah yang ada" batin Arletha.
--------------------------
__ADS_1
Hari demi hari berlalu. keadaan Arletha dan Kenzie belum juga pulih. Arletha yang memang lebih suka menjauh saat ada sebuah perubahan, membuat mereka lebih renggang. Arletha berbuat demikian, karena memang itulah caranya untuk mengcoping stress yang dialaminya. hal yang menurutnya efektif, tapi tidak bagi orang lain. orang lain justru menganggap Arletha lah yang bersalah dan tidak mau memperbaiki. setidaknya itulah anggapan orang-orang mengenai Arletha saat dia terlibat masalah.
Tetapi untuk hal ini, teman-teman lain malah menganggap Arletha tidak peduli jika Kenzie menjauhinya, menganggap Arletha sudah tidak membutuhkan Kenzie. dan hal itu pula yang membuat teman-teman lainnya mengompori Kenzie bahwa Arletha memang tidak peduli lagi padanya dan sudah tidak mau berteman dengannya.
Sebenarnya Arletha baru-baru ini pernah mendengar ada yang bergosip dan membicarakan hal yang tidak pernah terpikirkan oleh Arletha.
Arletha menyayangi teman-temannya dengan setulus hati, tidak pernah dia berfikir untuk mengambil keuntungan dari mereka, memanfaatkan mereka atau bahkan berteman untuk menjatuhkan mereka.
Arletha adalah anak yang selalu dengan tulus dalam menjalani setiap hal. dia adalah anak yang jujur, tidak bisa jika berbohong. karena saat dia berbohong maka mimik wajah dan sikapnya pastilah terlihat. ini bukan kelemahan tapi sebuah anugrah yang menjadi kelebihan bagi Arletha.
Bagaimana Arletha menanggapi itu? yang pasti dia akan diam dan membiarkan mereka bertingkah laku sesuka mereka. tetapi, saat dia sudah tidak kuat, kembali lagi hanya tangis kesendirian yang akan dia lakukan. mengadu pada Tuhannya, membaca kisah pilu dan menulis kesedihan lewat tulisan atau bahkan dia akan menangis sambil mendengarkan suara indah dari lagu-lagu melow.
Bagi Arletha buku dan lagu adalah teman setianya selain hewan peliharaan. buku dan lagu itu selalu dia bawa ke manapun. buku harian kecil dan lagu yang ada di handphone adalah benda kesayangan Arletha yang akan dia bawa ke manapun. saat dalam keadaan sedih yang tak memungkinkan dia untuk berbicara, dua benda itulah yang akan membantunya mengeluarkan emosi-emosi dalam dirinya.
__ADS_1
saat ini, Arletha kembali menggunakan dua benda keramat itu. mendengarkan lagi melow dan menuliskan kisah pilunya. bagaimana dia menghadapi hari-hari beratnya ini. apa yang telah terjadi padanya dan harapan yang dia inginkan yang semoga bisa menjadi doa yang akan dikabulkan oleh Tuhannya.
Tak terasa, lembaran kertas putih itu telah terisi dengan rangkaian kata yang dapat menyayat hati siapa saja yang membacanya. seakan pembaca bisa ikut merasakan bagaimana kisah Arletha.
tetesan air mata tak dapat terelakkan. kian detik kian deras. sepertinya langit pun ikut mendukung perasaan Arletha. hujan deras tanpa cahaya yang tak akan memancarkan pelangi. hujan,,,, ya hanya hujan tak ada yang lain.
"Baiklah cukup melow-melownya untuk hari ini. saatnya semangat lagi, bangkit dan tetap semangat akuuu. kamu kuat kamu pasti bisa" kata Arletha menyemangati dirinya sambil tersenyum manis.
-------------------------
"biarlah esok menjadi misteri sendiri untuk ku. jangan dipikirkan dulu. biarkan jadi suka duka untuk esok saja. hari ini sudah cukup melelahkan. hari ini sudah cukup kembali menguatkan ku. sudah cukup aku sedih. yuk yuk semangat, jangan galau terus. aku punya cukup hal baik yang sangat bisa untuk disyukuri. bisa bernapas aja udah sangat bersyukur kan harusnya. okelah sekarang saatnya untuk istirahat,,,,,"
Terimakasih hari ini. semoga hari esok tetap menemani,,,,
__ADS_1
----------------------------
Terimakasih untuk yang sudah membaca. terus dukung author ya. biar lebih semangat untuk berkarya 😊😊😊😊