Setitik Pilu

Setitik Pilu
15. Kita Pasti Bisa!!!!


__ADS_3

beberapa hari lagi telah Arletha lalui dengan semangatnya. tak henti-hentinya pula Fifi dkk mengerjai Arletha. tapi dia berusaha untuk tetap fokus dan semangat untuk dirinya sendiri. berusaha mengabaikan apa yang orang lain lakukan dan terus menguatkan dirinya sendiri.


projek seni yang mereka rancang akan segera dipresentasikan. Arletha dan Wini sukses membuat karya seni dengan budget yang sangat minimal.


apakah yang Arletha dan Wini buat??? penasaran? ini dia...


sebuah "figura foto" yang terlihat indah dan berasal dari bahan-bahan bekas yang mampu mereka ubah menjadi karya seni.


--------------------------


saat di kelas


"baiklah saya sudah melihat beberapa karya kalian dan saya juga sudah membaca dari alat dan bahan kemudian berapa pengeluaran yang kalian keluarkan. dan saya minta untuk kelompok Arletha juga Wini untuk maju ke depan mempresentasikan hasil karya kalian mulai dari alasan dan hasilnya. silahkan" kata bapak guru memulai pelajaran hari ini.


Arletha serta Wini kemudian maju ke depan dan mulai mempresentasikan pekerjaan mereka.


Arletha yang dikenal pendiam dan tertutup kini berubah menjadi seorang presenter yang sangat lihai menyampaikan produknya dengan memukau. sang guru pun tak menyangka akan penyampaian Arletha ini. karena walaupun Arletha sudah terlihat anak yang pandai, dia cenderung diam dan suka menulis tanpa bertanya saat di kelas.

__ADS_1


Wini pun juga dapat memberikan tambahan untuk presentasi mereka dengan baik. saat selesai menyampaikan presentasinya, mereka mendapatkan tepuk tangan dan decak kagum dari semua orang yang ada di sana. sang guru pun turut memberikan apresiasi dan pujian kepada mereka.


semua orang senang dan terkagum kecuali,,,,, kalian tau sendiri seorang Fifi dan kemudian Kenzie yang sudah mulai terprovokasi. mereka menatap tidak suka kepada Arletha. mungkin juga Fifi sudah menyiapkan sebuah rencana untuk membuat Arletha terluka lagi. karena wajah tidak sukanya telah berubah menjadi senyum misterius. (hahahahaa)


Arletha dan Wini dipersilahkan untuk duduk kembali dan guru tersebut memulai ceramahnya. "saya suka dengan produk dari Arletha dan kalian semua. kalian punya ide yang bagus dan tentunya bisa membuat sebuah seni yang bisa memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitar kita. kalian semua hebat dan saya percaya kalian bisa lebih baik lagi dengan ide-ide kalian itu".


semua siswa tersenyum bahagia karena mendapatkan apresiasi dan pujian dari gurunya atas apa yang telah mereka kerjakan.


semua karya mereka akan dipajang di sekolah dan menjadi pameran seni serta pemasaran di sekolah itu yang mungkin akan ada yang berminat dan membeli karya-karya siswa di sana.


----------------------------


"Iya nih kamu hebat banget keren deh. gak nyangka loh aku kamu bisa ngomong dengan begitu lancarnya dan bahasanya itulohhh. gemes banget aku" kata Wini memuji Arletha.


"apa sih. biasa aja kali. cuma gitu doang. masih banyak yang lebih hebat dari aku" Arletha.


"setidaknya bagiku kamu keren. hehehehe" Jawab Wini sambil tertawa.

__ADS_1


"pulang sekolah makan dulu yukk. itung-itung hadiah buat kerja keras kita. gimana?" tanya Arletha


"boleh tuh boleh. yuk aja aku mah". Jawab Wini.


Akhirnya setelah bel pulang berbunyi Arletha dan Wini segera pergi ke tempat makan untuk merayakan keberhasilan proyek mereka. hehe


-------------------------


wahh kerenkan Arletha. hehe


tadi ada yang memandang Arletha tuh. siapa ya??? tunggu aja di chapter selanjutnya dan selanjutnya πŸ˜‚πŸ˜‚


oh ya. apa lagi kira-kira ya rencana Fifi and the geng? gak habis-habis deh rencana jelek mereka. Arletha kuatkan hatimu ya nakπŸ˜‚πŸ˜‚


-----------------------------


kritik, saran dan dukungan kalian para pembacakuu. sangat ku tunggu loh 😊😊

__ADS_1


__ADS_2