
Hari-hari baru telah dilalui Arletha dengan lebih nyaman. Sandy, adalah sosok yang membuat harinya lebih berwarna. canda tawa tak luput dari kebersamaan mereka.
hari penuh luka yang biasa dilewati Arletha seakan telah sirna. berganti dengan suka dan tawa. tak ada yang menyadari bahwa semakin hari jarak yang membentang di antara mereka telah ikut sirna bersama dengan luka.
hanya orang lain yang akan sadar betapa dekatnya mereka. banyak yang sakit hati, banyak yang iri, tapi ada juga yang turut bahagia. seperti teman-teman Sandy, yang mendukung dan ikut merasakan bahagianya Sandy saat ini. ya, walau tak semua tapi percayalah ada cukup banyak orang yang terlihat berbahagia bersama dengan mereka.
jangan senang dulu, karena dibalik kesenangan dan rasa iri yang terlihat mata itu. ada orang yang menyembunyikan rasa yang sesungguhnya. siapa dia? hanya Tuhan dan dirinya sendiri yang tahu.
------------------
tak terasa sudah saatnya libur semester dan menjelang tahun baru. Arletha telah mempersiapkan jadwal apa saja yang ingin dia lakukan saat liburan nanti. tentu saja liburan di rumah, karena dia tidak terlalu suka liburan ke luar yang hanya akan membuatnya lelah tanpa rasa puas. apa lagi pasti sangat ramai dan banyak orang ketika hari libur seperti itu. dan pilihan paling tepat adalah bersantai di rumah dengan kegiatan yang disukai, hal ini akan membuat Arletha lebih bisa menikmati hari liburnya.
hari ini juga adalah hari terakhir sekolah sebelum liburan dan hari pembagian laporan hasil belajar siswa. para orang tualah yang akan mengambil itu dan mendapatkan pengarahan dari wali kelas masing-masing mengenai perkembangan dari anak mereka.
Arletha dan Wini yang saat ini bosan menunggu, akhirnya memutuskan untuk ke kantin dan makan.
di kantin, suasana terlihat begitu ramai karena semua siswa tidak berada di kelasnya. jadilah kantin ini lebih ramai dari biasanya. Arletha dan Wini yang tidak menemukan tempat duduk pun akhirnya pergi dan mencari tempat lain agar bisa duduk dan mulai makan. hehe.
dan pilihan mereka di mana lagi jika bukan di taman belakang. di sana sudah ada beberapa orang yang terlihat menikmati suasana dan keindahan taman. tidak seperti biasanya, hari ini ada orang lain selain Arletha, Wini, Sandy dan Ikhsan di sana.
saat ini memang ada lebih banyak orang di taman, tapi Arletha tidak melihat Sandy ataupun Ikhsan di sana. dia tidak terlalu memikirkan itu, setelah duduk kemudian mereka mulai menyantap makanan yang tadi mereka beli dengan lahap. sepertinya memang perpaduan antara lapar dan doyan๐๐
__ADS_1
---------------------
tak terasa sudah waktunya pulang kembali. laporan hasil belajar pun sudah dibawa pulang oleh para orang tua. Arletha yang sejak tadi berada di taman belakang tidak sempat bertemu dengan papanya untuk melihat hasilnya. jadilah dia harus menunggu waktu pulang terlebih dahulu.
dan setelah sampai di rumah ia disambut oleh mamanya dan segera saja mereka berkumpul di ruang keluarga.
"Letha lihat nilai kamu bagus-bagus nih. pinter deh anak mama. semangat terus ya sayang" ucap mama Arletha sambil menunjukkan laporan hasil belajarnya.
"wah iya nih ma, gak nyangka deh" jawab Arletha.
"jangan terlalu bangga dan puas dulu. harus pertahankan dan tingkatkan lagi. papa gak mau kamu berleha-leha hanya karena ini. ini belum seberapa harus bisa lebih dari ini" sahut papa Arletha tanpa melihatnya.
------------------
saat sampai di kamar, Arletha langsung mandi dan membersihkan dirinya. setelah semua ritual itu selesai, dia merebahkan tubuhnya di kasur.
menatap langit-langit kamarnya dan mulai menerawang,
"kenapa sih harus selalu gitu. aku capek banget sebenarnya nurutin semua ucapan mereka. apa mereka gak pernah kasian sama aku yang selalu berusaha dan berjuang buat dapet nilai bagus? kenapa harus terus meningkat? sampai aku gak bisa santai aja buat sejenak. tiap hari belajar, tugas harus perfect biar nilai maksimal dan semoga sempurna. huhh capek bangettt. pengen berhenti dengan ambisi itu. tapi, apa aku bisa? apa aku mau untuk menentang keinginan mereka? aku udah gede, udah sering lihat gimana kalo aku gak nurut. tapi aku juga pengen santai sebentar aja. bisa menikmati hidup tanpa memikirkan ambisi itu. jujur aja aku bangga dengan prestasi itu, tapi aku juga pengen dianggap seperti yang lain, yang boleh memilih jalannya tanpa paksaan. yah, nilai memang berpengaruh untuk masa depan, tapi setidaknya aku pengen sebentar saja gak mengikuti ambisi orang lain. pengen menentukan jalanku dengan apa yang ku suka. semoga saja ada jalan dan semua akan tercapai" curhat Arletha dalam hatinya.
Arletha memanglah anak yang penurut dan tidak suka membantah orang tuanya bahkan keluarganya sekalipun. dia lebih memilih menuruti semua kemauan mereka daripada harus mendengarkan ceramahan tidak berguna yang hanya akan membuatnya menangis dan tertekan. dia akan lebih merasa tertekan dengan perkataan-perkataan itu daripada mewujudkan ambisi. baginya walaupun harus bekerja dengan keras dan tidak boleh mengeluh adalah hal yang berat, tapi hal itu secara tidak langsung akan memberikan pengalaman tersendiri baginya. bukankah lebih baik seperti itu daripada hanya mendapat ocehan yang merendahkan dan merenggut rasa percaya dirinya? ya begitulah Arletha.
__ADS_1
karena merasa lelah, dia akhirnya terlelap dan menuju mimpinya.
----------
tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Arletha yang bangun karena bunyi handphone itupun langsung bangun dan melihat ada apa di sana.
ternyata ada banyak chat yang masuk dari Wini, grub kelas, dan juga Sandy. dia membuka chat dari Wini terlebih dahulu yang isinya menanyakan bagaimana nilainya yang dibalas dengan "aman" dan berlanjut lagi cerita mereka.
setelah itu, Arletha membuka chat dari Sandy yang ternyata juga menanyakan hal yang sama dengan Wini. begitu pula dengan grub kelas yang ramai membicarakan masalah nilai terlihat dari chat terakhir yang nampak oleh Arletha. Arletha mengabaikan itu karena dia masih merasa malas untuk membaca banyaknya chat dari kelasnya.
bangun dari tempat tidur, membasuh wajahnya dan melangkahkan kaki menuju dapur adalah tujuan Arletha saat ini. dia merasa lapar dan ingin makan sesuatu.
betapa beruntungnya, dia menemukan banyak makanan juga cemilan di sana. langsung saja Arletha makan dengan lahapnya.
perlu kalian ketahui, Arletha adalah anak yang suka sekali dengan makanan. selain buku, makanan adalah favoritnya. beruntungnya dia walaupun makan banyak tapi tidak melar juga tubuhnya, masih begitu-begitu saja. hehehe.
dan begitulah hari ini ditutup dengan makan banyak cemilan dengan berchatan ria dengan Sandy dan Wini tanpa membuka grub kelas. dia hanya bertanya pada Wini apa inti pembicaraan teman-temannya itu hari ini.
----------
hari ini kembali dilalui Arletha dengan suasana yang nano-nano. ada suka dan bahagia juga ada sedikit sedih dan luka. tak apa bukankah itu sebagian dari hidup? tak ada masalah maka sudah tidak hiduplah dia. hehe.
__ADS_1