
Mendengar segala macam perkataan tak menyenangkan ini membuat Arletha merasa sedih dan geram.
apalah daya, saat tak berani melawan. terlahir dengan jiwa penurut dan hati yang lembut membuat Arletha kesulitan untuk berbicara dengan kasar atau keras.
"diam"
satu kata dan satu aktivitas yang membuat Arletha tenang. tak apa dunia berkata ya. tapi yang sebenarnya terjadi adalah tidak.
beberapa menit sudah ucapan tak benar ya g menyayat hati itu terucap dalam kelasnya. Wini pun hanya diam dan menatap Arletha sambil memberikan pandangan yang miris.
beruntungnya walaupun ini hari pertama masuk sekolah kembali, kegiatan belajar mengajar tetap segera berlangsung. tak lama seorang guru yang merangkap menjadi wali kelas itu pun datang dan memberikan ucapan selamat karena telah berhasil menyelesaikan semester kemarin dengan baik. dan dilanjutkan dengan kata-kata pengantar lain untuk memulai aktivitas sekolah hari ini.
hari pertama dengan sistem pembelajaran yang langsung berjalan ini pun akhirnya selesai. sebelum istirahat siswa sudah diperbolehkan untuk pulang karena pihak sekolah harus mengadakan rapat untuk evaluasi semester kemarin.
setelah sang guru itu keluar kelas. nyinyiran para nitijen dalam kelas itu pun lagi-lagi terdengar. bukan hanya itu, mata mereka pun seolah menusuk jantung dan hati Arletha karena saking tajamnya.
yah dengan gosip dari Fifi tadi membuat siswa di kelas Arletha itu merasa geram. mengapa? karena Sandy yang telah terkenal dengan kejombloannya dan sangat malas untuk punya hubungan cinta serta tidak mau berboncengan atau duduk dalam kendaraan yang sama dengan semua orang terutama seorang perempuan tiba-tiba terlihat dekat dan mau duduk dalam satu kendaraan dengan Arletha itu yang bahkan lebih dari satu kali, menganggap bahwa Arletha memang orang yang sangat spesial. dengan begitu Arletha sangatlah berharga bagi Sandy. ya kira-kira begitulah pemikiran semua orang yang tahu akan hal ini.
kespesialan Arletha itulah yang membuat banyak perempuan iri dan tidak suka, tapi masih banyak pula yang mendukung. apalagi setelah dikabarkan dan terlihat nyata bahwa Arletha dan Sandy dekat, kemudian muncullah gosip Arletha jalan bareng dengan teman baik Sandy, Ikhsan.
menghebohkan bukan? pastinya.
kini Arletha pun langsung berjalan keluar kelas untuk pulang. Wini yang tahu Arletha akan pulang pun mengikutinya dari belakang. Wini tak berani mengatakan apapun saat ini. dia hanya ingin melihat dan memastikan bahwa Arletha baik-baik saja.
Arletha yang merasa sudah lelah memutuskan untuk pulang. dia tahu bahwa Wini ada di belakangnya dan mengikuti dia. dia pun lantas berbalik dan menatap Wini sebentar kemudian berkata "Wini aku pulang dulu ya. kamu juga cepet pulang istirahat. percaya deh aku baik-baik aja. jangan pasang wajah kayak gitu ya. tenang, semua akan baik-baik saja" ucap Arletha sambil memberikan senyuman.
"Letha kalo kamu sedih gak apa-apa bilang aja. aku siap kok nemenin kamu ke mana pun kamu pengen sekarang. plis jangan nampakin wajah baik-baik aja. aku tahu kamu sedih. aku gak mau kamu sedih sendirian. jadi plis ya. aku temenin" jawab Wini dengan raut wajah yang hampir menangis.
"Wini, percaya deh sama aku. aku baik. aku mau pulang. mau istirahat. kamu juga. jangan ngikutin aku. kamu pulang terus istirahat. kamu pasti capek juga kan. plis ya ngertiin aku juga. aku lagi pengen sendiri. udah ya aku pulang dulu. bye" kata Arletha tersenyum dan pergi meninggalkan Wini menuju gerbang sekolah untuk pulang.
__ADS_1
Wini masih di tempatnya. dia diam dan memandang Arletha yang perlahan berjalan menjauhinya dan menjauhi area sekolah.
"semoga kamu memang baik-baik saja Arletha. kamu kuat. aku tahu dan aku ada di sana. jadi, kamu gak perlu khawatir apapun. kak Sandy dan kak Ikhsan pasti akan belain kamu. dan kamu pasti gak mau kan mereka tahu hal ini. tapi percayalah waktu pasti membuat mereka mendengar ini dan mereka yang akan belain dan jaga kamu sebagai seorang kakak dan sebagai seorang laki-laki" batin Wini.
sebenarnya Wini memiliki keinginan yang kuat untuk memberitahu hal ini pada Sandy dan Ikhsan. tapi dia juga percaya pasti Arletha akan tambah sedih saat dia melaporkan hal ini. jadilah dia hanya diam dan mendukung apapun yang diputuskan oleh Arletha.
"semoga ini yang terbaik" gumam Wini sambil berjalan keluar area sekolah untuk pulang.
--------------
"hah lihat aja. ini baru permulaan. habis gini lihat apa yang akan gua lakuin buat lu. cewek sok cantik" batin Fifi yang masih berada di dalam kelas.
____________
sebenarnya apa sih yang terjadi? kenapa Fifi bisa dapat info dan bukti itu?
simak kelanjutannya yuk😊😊
nih
aku
kasih
flashback nya
hehe
(Flashback)
__ADS_1
saat Arletha dan teman-temannya berlibur, tak disangka bahwa ada yang juga berlibur di tempat yang sama. dia adalah Ica salah satu anak dari geng Fifi.
dia melihat di sana ada Arletha yang tengah duduk berdua bersama Ikhsan. dia ingat bahwa Arletha terlihat sangat dekat dengan Sandy. tapi kini justru bersama dengan Ikhsan yang notabene adalah teman baik Sandy.
tak mau membuang gosip hot itu, dia pun mengabadikan momen tersebut dengan handphone miliknya. setelah itu dia mengamati lagi ternyata tidak hanya berdua tapi berlima.
memang dasarnya otak penggosip maka dari itu fakta pun bisa dia putar balikkan dan menghasilkan gosip pedas yang akan memperdaya orang lain.
"hah kesempatan bagus nih buat Fifi ngatain tuh anak lagi. siapa suruh ganjen sok cantik. haha. harus cepet-cepet kasih tahu si Fifi lah" batin Ica.
di tempat lain, Fifi yang mendapatkan kabar itu pun tersenyum licik. dia punya gosip yang akan menjatuhkan Arletha lagi. dengan Ikhsan? haha teman baik Sandy dan sepupu Lisa.
tak banyak yang tahu bahwa Lisa adalah sepupu Ikhsan, mereka terlihat seperti orang yang saling mencintai seperti laki-laki dan perempuan bukan seperti saudara pada umumnya yang padahal memang begitulah cara mereka menampilkan rasa sayangnya yang sebatas saudara.
banyak yang menganggap mereka sedang pendekatan. hal ini pun tak disangkal mereka karena bagi mereka hal ini hanya membuat ricuh dan repot saja. jadi biarlah berjalan seperti itu.
dengan begitu, ini memicu ide licik dalam diri Fifi dan gengnya untuk merendahkan Arletha.
"kita lihat saja Arletha. bagaimana kamu akan menyangkal ini. si gadis pendiam mana bisa melawan gue. si bar-bar ini" ucap Fifi dengan senyum misteriusnya.
--------
ya, Ica memang berlibur di tempat yang sama dengan Arletha dan teman-temannya. tapi, Arletha dululah yang sampai di sana. mereka tidak tahu bahwa ada Ica yang juga berlibur di tempat yang sama dan akan membawa sebuah bencana baru.
"kayaknya sih asik kalo ngerjain dia di sini, tapi sayang gue cuma sendiri. jadi kalah jumlah lah. okelah besok besok tunggu aja. para cewek sok cantik" ucap Ica dengan senyum misterius pula.
(Flashback end)
____________
__ADS_1
begitulah kira-kira. hehe
kritik saran dan dukungan kalian sangat author tunggu loh. jangan lupa ya😊😊😊