
Setelah mereka sampai di kamar masing-masing, Arletha langsung saja memberondong Tyas dan Wini dengan pertanyaan "kenapa Sandy dan Ikhsan bisa turut serta liburan di sini? juga Wini kenapa ikut tapi tidak bilang? siapa sebenarnya yang merencanakan ini? dan kenapa bisa?"
itulah kira-kira pertanyaan yang diajukan oleh Arletha.
Wini dan Tyas tidak langsung menjawab, mereka justru membereskan barang bawaan mereka dan mengabaikan Arletha.
Arletha yang jengkel akhirnya merebahkan tubuhnya di kasur dan menatap langit-langit kamar penginapan itu sambil menunggu teman-temannya selesai membereskan barang-barangnya.
hampir setengah jam lamanya Arletha berdiam diri, rebahan di kasur ini sendirian menunggu temannya. tapi tak terdengar apapun lagi dari mereka.
Arletha lalu bangun dan melihat sekeliling. tidak ada tanda-tanda makhluk lain selain dia seorang diri.
"hei. di mana mereka berdua? kenapa tidak ada suara saat mereka pergi?" batin Arletha heran
"ihh mereka jahat banget sih kok aku ditinggalin sendiri. huhu"
akhirnya Arletha yang jengkel itupun keluar dari kamar mengunci pintu dan beranjak mengelilingi penginapan ini.
di sana ada fasilitas kolam renang cafe dan restoran yang dapat dinikmati oleh para pengunjung bukan hanya orang yang akan menginap, tapi orang-orang yang hanya ingin makan, nongkrong atau berenang pun boleh menyewa dan datang ke penginapan ini.
Arletha pun memilih ke kolam renang, dan saat sampai di sana. ternyata keempat temannya ada di sana semua tanpa mengajak dia.
"huh ternyata mereka di sini. santai-santai gitu gak ngajak aku lagi. jahat" ucap Arletha pada dirinya sendiri.
kemudian Arletha melangkahkan kakinya mendekati teman-temannya sambil bibirnya sudah maju 19 centi.
Sandy yang menyadari kedatangan Arletha kemudian tersenyum dan melambaikan tangannya.
__ADS_1
yang lain pun ikut menoleh dan melihat Arletha telah sampai di dekat mereka.
"kalian jahat banget sih" ucap Arletha masih sambil monyong.
"eh ada apa Letha. sini duduk dulu" kata Sandy sambil memberikan ruang untuk Arletha duduk di sebelahnya.
"Udah liburan bareng kayak gini aku gak dikasih tahu. eh di kamar nungguin kalian (sambil menunjuk ke arah Wini dan Tyas) malah ditinggal ke sini. gak bilang-bilang lagi. gimana gak jahat coba" keluh Arletha.
"hei tenang dulu dong. kita gak maksud kaya gitu kok. kita sih ini niatnya mau kasih surprise ke kamu karena kita bisa liburan bareng. dan untuk aku sama Wini yang ke sini, tadi sih niatnya mau ngajak kamu juga. tapi kamu kelihatan tidur gitu kirain kecapekan jadi kita gak berani bangunin dan kita jalan ke luar pelan-pelan biar gak ganggu kamu. kita gak tahu kalo kamu nungguin kita. maaf ya Letha" ucap Tyas sambil menatap Arletha dan memegang tangannya.
"huhh ya sudahlah. lupakan saja. eh tapi kalian berdua (menunjuk Sandy dan Ikhsan) kenapa bisa ikut? Tyas kok tahu kalian? padahal sebelum dia pindah kita belum kenal kalian" tanya Arletha.
"hehe aku yang kasih tahu Letha" jawab Wini sambil tersenyum.
"trus gimana kalian bisa merencanakan ini?" tanya Arletha lagi.
"uuuuuu. kalian so sweet banget sih. terharu nih aku" ucap Arletha sambil sok menangis terharu. hehe.
"ih apaan sih. biasa aja kali" balas Tyas.
"oke deh. udah jelas kan. kalo gitu yuk nikmati liburan kita kali ini" sahut Sandy.
"oke" jawab semuanya.
----------------
rencana satu minggu berlibur telah mereka mulai. lebih saling mengenal, mengakrabkan diri lebih dekat dan intinya adalah menikmati sambil mengenal dalam liburan bersama mereka ini.
__ADS_1
satu Minggu mereka habiskan dengan bermain di pantai, melihat sunset dan sunrise bersama. jalan-jalan di sekitar penginapan di mana di sana banyak toko-toko makanan tradisional dan juga aksesoris yang menarik. mereka pun melakukan wisata kuliner dan bersantai ria di sekitar sana.
sungguh terlihat indah dan menyenangkan. hanya ada tawa bahagia dan canda gurau mereka berlima. mereka menikmati ya sungguh sangat menikmati liburan bersama ini.
diam-diam Tyas mengamati sesuatu dan dia tampak puas karena perkiraannya benar. dia sudah berani mendekat sangat dekat bahkan sudah blak-blakan dalam menampakkan perhatiannya.
"aku hanya bisa mendoakan semoga kau dan dia bisa bersama dan saling menguatkan serta saling menghibur saat pilu mendera. semoga itu yang terbaik untuk kalian" batin Tyas sambil memperhatikan Arletha dan Sandy yang tengah duduk berdua di dekat kolam renang penginapan.
--------
tak terasa kini sudah waktunya untuk pulang. kembali ke rumah masing-masing dan meninggalkan keindahan hamparan pasir juga air laut ini.
tapi tak apa, sudah banyak kenangan indah yang mereka ukir di sini. bukan dengan suatu barang tapi dengan suatu perasaan. rasa bahagia dan nyaman yang mungkin akan sulit terlupakan. sejenak namun berbekas.
mungkin seperti itulah kira-kira perasaan mereka.
saat ini mereka akan pulang bersama. tidak seperti saat pergi itu yang mereka berangkat terpisah. dan kini mereka benar-benar akan pulang.
di perjalanan pun mereka masih bersenang-senang. bercanda dan tertawa bersama masih mereka lakukan. selain untuk membunuh waktu kebosanan saat di perjalanan yang lumayan jauh itu mereka juga ingin saling menghibur setiap diri mereka. jarang sekali bukan mereka bisa berkumpul. apalagi Tyas, dia sudah berbulan-bulan tidak bersama dengan Arletha dan kini dia malah mendapatkan lebih banyak teman yang bisa saling menjaga dan menemani juga mau menghibur satu sama lain.
di tempat barunya memang Tyas juga punya teman. tapi tidak ada yang seperti Arletha. ya memanglah Arletha itu satu-satunya di dunia ini hehe.
dan begitulah akhir dari liburan bersama mereka. bahagia, nyaman dan tak terlupakan.
setelah sampai, mereka pun harus berpisah dan beristirahat untuk hari ini sebelum besok dan besoknya lagi mungkin akan pergi bersama lagi. entahlah ke mana yang akan mereka tempuh. intinya mereka belum puas untuk liburan bersama.
_______________
__ADS_1