
Esok harinya,,,,
Saat waktu pulang sekolah telah tiba, Fandy mencari Arletha dan langsung saja dia pergi membawa Arletha ke taman belakang sekolah yang sepi.
"Aku gak tau kenapa kamu jadi gini. Kita udah mulai deket, tapi kenapa kamu ngejauh lagi dari aku Arletha??? Plis kasih aku alesan" kata Fandy sambil memandang lekat mata Arletha.
"Aku cuma ngerasa kita gak cocok aja" kata Arletha sambil tersenyum manis.
Fandy yang mendengar alasan itupun kian frustasi. dia tidak menyangka akan mendapatkan jawaban seperti ini. Tetapi, dia dengan putus asanya kemudian berkata
"oke, kalo memang ini yang kamu mau. Anggap aja kita gak pernah kenal dan gak pernah sedekat ini. lupakan semua yang udah aku lakukan selama ini buat kamu. terimakasih buat semuanya" setelah mengatakan itu, Fandy pun pergi meninggalkan Arletha sendiri di sana.
Arletha masih diam, dia tau dia telah membohongi perasaannya lagi. dia hanya berharap semoga keputusannya ini membawa kembali kebahagiaan yang telah dia punya sebelum ini.
Setelah beberapa menit menenangkan hati dan pikirannya, Arletha kemudian pulang ke rumah dan meninggalkan kenangannya bersama seorang pria yang mungkin telah bisa mencuri hatinya ini.
__ADS_1
----------------------------------
Yaa, hari hari selanjutnya dia melihat Fandy dan Risa semakin menempel layaknya surat dan perangko. hal ini pun memicu pertanyaan dari teman teman Arletha. tapi, hanya akan dijawab "tidak tau" "bodo amat" "aku gak peduli" "dia juga bukan siapa siapa ku kok" begitulah kira-kira jawaban Arletha.
Si Risa, dia semakin sombong karena bisa dekat dan selalu menempel pada Fandy. Fandy pu terlihat cuek cuek saja dan tidak mempermasalahkan hal ini.
-----------------------------------
tak terasa kelulusan hampir terlaksana. Semua ujian telah di lalui. dan pada akhirnya saat akan dilaksanakan acara perpisahan itu. Risa dkk menghampiri Arletha yang sedang sendirian di taman belakang sekolah.
"wah wah anak cengeng lagi nangis yaa. kenapa? patah hati? uuu kasian amat sih" kata Risa dan kemudian semua tertawa. Arletha masih diam dia tidak mau menanggapi ucapan Risa.
setelah Risa dkk pergi, Arletha tak kuat lagi menahan tangisnya dia menangis sampai puas dan hanya mampu melihat Fandy yang tampak biasa saja bahkan seperti tak melihatnya.
meneguhkan hati dan menyemangati dirinya sendiri. kemudian Arletha pulang tak mau lagi menengok ke belakang.
__ADS_1
Dia merasa masa SMP nya ini biarlah menjadi pengalaman dan jalan untuknya menjadi lebih kuat. dia sudah tidak peduli lagi dengan apa yang terjadi. walau, saat tengah sendiri dia selalu teringat dan pasti akan menangis.
tak ada yang tau apa yang dia rasakan sebenarnya. semua mampu dia tutupi dengan baik. dan hal itu membuatnya malas untuk sekedar nongkrong bareng bersama teman-temannya.
-------------------------------
meski masa SMP ini pembullyan yang dia dapatkan tidak sefanatik dan separah yang dialaminya saat SD. yang dia tau setiap jenjang pendidikan dia tidak pernah merasa nyaman secara keseluruhan. dia tidak pernah merasakan momen-momen indah secara keseluruhan. walau begitu dia masih merasa senang karena dia mampu memberikan prestasi sendiri bagi dirinya dan orang-orang terdekatnya. baginya melihat orang-orang yang telah mendukungnya tersenyum bahagia atas apa yang telah dia lakukan itu sudah cukup membuatnya tidak merasa bersalah dan terbebani akan mengecewakan pendukungnya selama ini.
-----------------------
itulah sepenggal kisah kelam masa lalu dari seorang Arletha Maharani. Hanya Tuhan dan dia sendiri yang tau tentang perihnya liku hidup semasa kecil. banyak rintangan menghadang tapi dia mampu bangkit dari terpaan badai. walau di hari yang akan datang kemungkinan badai itu datang sangatlah besar.
----------------------
nah itu dia masa lalu Arletha. kejadian apa yang selalu dia was-was kan akan terulang kembali.
__ADS_1
-------------------
semoga kalian para pembaca ku suka dengan cerita ini yaa. terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ku. dukung terus ya. ku tunggu dukungan kaliann temanπππ