Setitik Pilu

Setitik Pilu
43. Rencana Selanjutnya? Mungkin


__ADS_3

Setelah hari ini Arletha berbicara dan mendengarkan cerita dari Fifi, dia lebih lega rasanya karena ya setidaknya dia tahu dari mulut orangnya sendiri walaupun keterangan itu sama saja sih dan mungkin hanya sedikit lebih lengkap dari Fifi.


-----


pagi hari telah menyapa kembali, Arletha pun beranjak dari tempat tidur dan memulai persiapan untuk pergi ke sekolah.


setelah semuanya siap, dia pun berangkat dengan riangnya.....


-----


masih sama seperti dulu, saat sampai di lingkungan sekolah banyak orang yang menyapa atau hanya sekedar tersenyum saat Arletha lewat. kakak kelas ataupun teman sepantarannya terlihat senang menyapa Arletha.


saat berjalan menuju kelasnya, tiba-tiba ada orang berjalan di belakang Arletha dan berniat mengageti. tak sia-sia, perjuangan orang itu untuk mengendap-endap berhasil, Arletha yang kaget pun langsung berteriak dan memukul orang itu.


"aduh duh. Let sakit" keluh Sandy


"ya siapa suruh ngagetin aku" jawab Arletha sambil manyun.


"hehe, ya kan pengen aja gitu. eh bukannya dipeluk malah dipukulin" Sandy


"ih apa sih kak" Arletha


"haha. gak deh. ya udah belajar yang rajin nanti istirahat ke tempat biasa oke. aku tunggu. bye cantik" Ucap Sandy dan sebelum Arletha menjawab dia sudah ngacir duluan pergi entah ke mana meninggalkan Arletha yang masih berdiri di tempat.


beberapa detik kemudian Arletha sadar dan mulai berjalan kembali untuk menuju kelasnya sambil bergumam " apa sih kak Sandy gak jelas mulu deh"


sampai di kelas,,


kondisi pun masih seperti biasa. Tapi, nampak Wini sudah ada di bangkunya, duduk manis sambil mengerjakan sesuatu. apa itu?


"hai Win. ngapain?" tanya Arletha setelah duduk di bangkunya.


"eh Hai Let. nih ngerjain PR minggu kemaren. sumpah ya gua lupa. pinjem punya kamu dong. hehe" jawab Wini dengan menampilkan senyum manisnya kepada Arletha.


"ah elah, kirain apa. ya udah nih" kata Arletha sambil memberikan buku yang di dalamnya ada jawaban dari PR itu.


"wah Letha baik deh. maacihhh. muachhhh" jawab Wini yang sepertinya sedikit berlebihan itu. Arletha pun hanya menanggapi dengan gelengan kepala dan dia kemudian duduk berfokus kepada handphone.

__ADS_1


"eh kira-kira boleh gak ya kalo kita nyontek Arletha?" bisik salah satu teman sekelas Arletha dengan teman yang lain.


"coba aja gimana? tebelin dulu tuh muka biar gak malu kalo ditolak" ucap yang lain


"ya udah deh, gua yang coba. kalo gak boleh ya udahlah ya" sahut satunya dan dia adalah Ica.


setelah berkata begitu, Ica pun mulai berjalan mendekat ke bangku Arletha. setelah dekat, dia pun berkata "Em Let, itu kan aku sama yang lain belum ngerjain PR itu juga. em boleh gak kita nyontek punya kamu?"


Ica mengatakan itu dengan ragu dan terlihat malu.


"eh Ica boleh kok. contek aja, tuh bukunya ada di Wini. gabung aja gak apa-apa kok" jawab Arletha dengan ceria.


"wah bener nih Let. makasih yaa" kata Ica sambil tersenyum dengan tulus.


setelah mendapatkan jawaban dari Arletha, mereka pun mulai berkumpul di bangku Wini dan mengerjakan PR itu bersama-sama.


berkejar-kejaran dengan waktu karena kini sudah mendekati jam masuk, mereka pun mulai menulis dengan cepat dan juga terdengar banyak yang bingung karena belum selesai. ada yang berteriak minta dibacakan, ada yang bersenggol-senggolan agar bisa melihat jawaban dan lain-lain. itu semua membuat keadaan kelas menjadi sedikit rusuh. Arletha pun hanya menggelengkan kepalanya dan mulai mempersiapkan diri untuk belajar.


benar saja, tak lama bel pertanda masuk pun berbunyi. suasana kelas Arletha pun kian bising. dan pada akhirnya semua kembali ke tempat masing-masing saat sang guru telah berada di ambang pintu.


sebelum fokus untuk belajar, Arletha menyempatkan diri untuk menoleh. ya, memandang Fifi di tempatnya. Fifi yang merasa diperhatikan seseorang pun menolehkan kepalanya dan mendapati Arletha menatapnya. dia pun tersenyum dan dibalas senyuman manis oleh Arletha. setelah itu, mereka semua fokus untuk belajar.


waktu pun kian berlalu, saat istirahat kini telah tiba.


tiba-tiba Ica menghampiri Arletha dan mengajak untuk istirahat bersama. Arletha yang ingat akan ucapan Sandy tadi pagi pun merasa bingung harus bagaimana. Ica yang menyadari hal itu pun berkata "eh kamu udah ada janji ya? gak apa-apa kok. nanti aja pulang sekolah kita jalan bareng gimana? ya itung-itung ucapan terima kasih aku karena tugas tadi hehe. ya ya. pokoknya iya. aku tunggu. kita duluan ya byee Let Win"


permintaan yang diakhiri dengan paksaan itu pun membuat Arletha menggelengkan kepalanya lagi.


kini, Arletha dan Wini akan menuju tempat yang biasa mereka gunakan untuk istirahat dulu. mereka langsung menuju ke sana tanpa membeli camilan terlebih dahulu. entahlah, mungkin ada rencana di balik ini. haha.


tak lama Arletha dan Wini sampai di tempat tujuan, terlihat sudah ada Sandy dan Ikhsan menunggu. karena Arletha adalah anak baik, dia tidak membalas perbuatan Sandy padanya yang tadi pagi. dia tetap menyapa dengan lembut dan berakhirlah mereka berempat menikmati suasana ini lagi.


menyadari Arletha tak membawa makanan, Sandy yang baik hati itu pun memiliki ide brilian.


"laper nih, udah siang. San beli makanan sono kasian nih dua bidadari kita kelaperan" ucap Sandy


"lah? ngapa harus gua?" jawab Ikhsan.

__ADS_1


"ya lu kan orang yang baik, tidak sombong, rajin menabung gitu. okee" Sandy.


Arletha yang sudah berfikir tentang ini pun diam saja sambil menahan senyumnya. Wini yang paham pun juga diam saja seolah tidak mendengar apapun.


Ikhsan yang merasa menjadi korban pun tak bisa berbuat apa-apa. dia pun bangkit dari duduknya dan langsung saja menarik tangan Wini. berakhirlah Ikhsan dan Wini yang membeli makanan. meninggalkan Arletha dan Sandy di sana.


"lama ya gak kayak gini. musim sibuk bikin jarang menikmati suasana tenang bareng" ucap Sandy saat mereka hanya berdua


"ya begitulah. semesta membuat kita merasakan sibuk dan akhirnya menghargai waktu sunyi dan kebersamaan ini" kata Arletha


"yah begitulah. kamu apa kabar. kayaknya juga kata itu udah lama gak terucap" Sandy


"aku baik kok kak. kakak gimana?" Arletha


"baik. setidaknya waktu menyibukkan aku dengan pengalaman. capek sih, tapi seneng. yah, walau waktu buat kita jadi berkurang" Sandy.


"haha apa sih kak. ini semua juga buat masa depankan. santai aja" Arletha.


"besok aku luang, mau jalan?" Ucap Sandy to the point.


"terserah kakak aja sih kalo aku" jawab Arletha dengan senyumannya.


"besok aku jemput oke. udah lama juga gak main ke rumah kamu" Sandy


"siyap kak. ditunggu" Arleth


setelah janjian untuk jalan, mereka pun tertawa bersama dan hal itu tak luput dari penglihatan Wini dan Ikhsan di belakang mereka. ya, jika berduaan dunia serasa milik berdua. mungkin itu yang ada dalam batin mereka. tak ingin mengganggu, Wini dan Ikhsan masih berdiri diam agak jauh dari tempat Arletha dan Sandy.


"biarin dulu atau ganggu?" ucap Ikhsan


"ha? terserah kakak sih. Kalo dibiarin ini makanannya di kita. kalo diganggu kayaknya mereka lagi melepas rindu deh" jawab Wini.


"udahlah gak apa-apa gangguin aja. paling juga udah janjian ntar" Kata Ikhsan dan langsung menuju Sandy yang tengah tertawa bersama Arletha.


mereka pun akhirnya makan bersama dan bercanda tawa yang membuat waktu berjalan dengan begitu cepatnya.


sudah saatnya masuk, dan merekapun kembali pada habitatnya. haha

__ADS_1


------------


__ADS_2