Setitik Pilu

Setitik Pilu
27. Viral


__ADS_3

Author POV


Hari ini, sekolah dihebohkan dengan adanya pasangan baru. haha walaupun belum punya status pada dasarnya, tapi asumsi masyarakat beda lagi.


semua siswa yang tahu akan kabar ini pasti menganggap mereka adalah pasangan. tak salah juga sih anggapan itu. karena memang mereka seperti pasangan.


Sandy tak mempermasalahkan hal ini sama sekali, dia terlihat enjoy-enjoy saja, atau malah senang sekali? sepertinya dia sangat senang.


Arletha hanya diam dan tidak mau mempermasalahkan juga. walaupun kadang saat ditanya dia akan menolak asumsi itu. Arletha juga terlihat minder dan malu saat banyak yang menatapnya. tatapan kagum dan,,,, sinis tentunya.


saat memasuki kelas, sebuah keajaiban terjadi. kemarin-kemarin di mana anak kelasnya terlihat tidak menyukai dirinya bahkan ada yang menyindirnya kini terlihat mulai kagum lagi pada Arletha.


bukan rahasia lagi bahwa seorang Sandy Deryla belum pernah berpacaran namun sering terlihat banyak perempuan yang mengantri untuk dijadikan pacar atau hanya sekedar jalan bareng.


untuk jalan-jalan sih, Sandy tak pernah menolak jika dia punya waktu. entah itu jalan berdua ataupun bersama teman-temannya yang lain.


tapi, mengapa semua terlihat heboh saat Arletha hanya berangkat bersama Sandy? jawabannya adalah karena Sandy tidak pernah mau berangkat sekolah bersama siapapun. kecuali teman laki-laki yang dekat dengannya itupun jika sangat terpaksa dan keadaan yang mendesak sekali.


jadilah, sekarang semua orang heboh akan berita itu.


Kini, Arletha merasa dia menjadi pusat perhatian hanya karena hal yang sepele bagi dirinya. dan Arletha tidak suka dengan itu. personal space yang Arletha miliki menjadi semakin sempit dan membuatnya lelah sendiri.


banyak teman-temannya juga yang mulai tersenyum dan menyapa. entah apa maksudnya itu. tapi, jangan lupakan bahwa tetap akan ada yang sirik dan menatapnya sinis.


jika ada yang senyum dan menyapa, Arletha pasti juga akan membalas dan saat ada yang sinis terhadapnya dia hanya akan diam dan pura-pura tidak peduli. walaupun nanti pasti akan dia pikirkan mengapa dan bagaimana. hehe.


--------------


Arletha POV


"akhirnya istirahat juga. Win yuk ke kantin, laper nih" ucapku sambil tersenyum.


"yuk lah. laper juga nih aku" sahut Wini setuju.


saat keluar dari kelas dan menuju kantin, lagi dan lagi banyak siswa yang memandang ke arahku. bahkan ada yang tersenyum juga.


"haduh kalo gini jadinya aku gak bakal mau deh dijemput Sandy" batin ku.

__ADS_1


saat sudah di kantin, aku dan Wini pergi menuju penjual sate. entahlah sepertinya sate adalah yang ternikmat saat ini. haha.


setelah mendapatkan beberapa makanan dan minuman, aku dan Wini berbalik arah ke taman belakang sekolah. suasananya yang sepi dan udara yang sejuk membuat ku betah berlama-lama di sana, apalagi jika sambil makan. rasanya enak sekali hehe.


tiba di sana aku dan Wini langsung saja duduk dan makan siang. emmm memang nikmat makan di sini.


saat kami sedang menikmati makan siang ini, tiba-tiba Sandy dan Ikhsan datang membawa makanan juga. dan berlanjutlah kami makan bersama.


selesai makan, Ikhsan terlihat senyum-senyum sambil melihat ke arah ku dan Sandy bergantian.


"kenapa sih kok liatnya gitu banget? ada yang salah?" tanyaku pada Ikhsan.


"eh enggak kok Letha. cuma lagi seneng aja ngeliat kalian berdua gitu. hehe" jawab Ikhsan.


"gak usah lebay deh lu. gitu doang senyum-senyum kayak orang gila" sahut Sandy sedikit sewot.


"ya gak apa-apalah. wajar nih gua seneng. bayangin aja ya seorang Sandy Deryla cowok yang hampir gak pernah mau berangkat sekolah bareng siapapun eh tiba-tiba berangkat bareng cewek udah beberapa hari pula. ya cuma orang-orang tahunya baru hari ini sih. tapi ya bro gua seneng deh kalian deket gitu haha" ujar Ikhsan panjang kali lebar.


"wah sohib gua. sampai segitunya sama gua. thanks ya bro hahahah" jawab Sandy.


"kalian apaan sih. masa cuma berangkat bareng sampai heboh gitu sih" heran Arletha, walau begitu dia terlihat tersenyum malu juga haha.


"masa sih kak Sandy?" Arletha.


"ya, seperti yang kamu tahu, Netizen yang paling tahu hehe. tapi kamu tenang aja, kamu tetep berangkat dan pulang sekolah sama aku. dengan senang hati kok aku anterin dengan selamat. dan kalo kamu dengar sesuatu yang negatif cuma karena hal ini, biarin aja gak usah dengerin, anggap angin lalu aja ya." Sandy.


"hem, ya sudah deh kalo gak apa-apa" Arletha.


"neng Wini kok diam aja sih dari tadi. kenapa nih? hehe" ucap Ikhsan tiba-tiba.


"eh. gak apa-apa kok. cuma lagi pengen diem aja. dengerin kalian debat gitu hehe" jawab Wini.


"oh kirain ada apa. eh ntar pulang sekolah jalan dulu yuk. ke mana gitu gimana?" Ajak Ikhsan.


"Letha, mau beli buku gak?" tanya Wini.


"hem. boleh deh, aku mau beli buku. nanti ke toko buku sebentar ya gimana?" Arletha.

__ADS_1


"boleh kok. mau jalan dulu atau beli buku dulu?" tanya Sandy.


"terserah aja deh, lihat-lihat nanti juga aja" Arletha.


"okay deh nanti kita jalan-jalan bareng di sore hari sepulang sekolah. wahh ngebayangin aja seru banget. jadi gak sabar nih" ucap Ikhsan sambil tersenyum menerawang.


"ya udah deh kak. kita masuk dulu ya. mau bel nih. nanti pulang sekolah kita tunggu di depan gerbang ya. bye" pamit Arletha diikuti Wini.


"iya bye" jawab Sandy dan Ikhsan bersamaan.


-------------------


Author POV


seperti kesepakatan tadi, pulang sekolah sore ini mereka berempat akan jalan-jalan dulu sebelum ke rumah masing-masing.


tempat yang mereka pilih adalah salah satu mall yang dekat dengan sekolah. pertama-tama mereka pergi ke toko buku dan beberapa waktu kemudian mereka memutuskan untuk bermain game di mall itu.


mereka terlihat sangat bahagia bisa bermain bersama. walau sederhana tapi percayalah itu membuat mereka benar-benar terlihat bahagia.


1 jam kemudian, mereka yang sudah lelah bermain game akhirnya memutuskan untuk singgah sebentar di sebuah cafe dekat mall itu untuk bersantai.


beberapa saat mereka istirahat dan menikmati ketenangan di sana. cafe tersebut memang banyak pelanggan di dalamnya, tapi suasana di sana sangat tenang dan setiap meja bisa memiliki privasi masing-masing dengan jarak yang jauh dari satu meja ke meja yang lain. hal ini membuat siapa saja yang membutuhkan ketenangan bisa mencapai itu di sini.


melihat jam yang sudah malam, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Arletha yang diantar oleh Sandy dan Wini yang setelah melakukan perdebatan panjang akhirnya mau diantar oleh Ikhsan.


"hari ini sangat indah sekali"


seperti itulah kira-kira perasaan mereka berempat.


"semoga bisa seperti ini untuk seterusnya"


dan inilah doa mereka.


semoga dan semoga. hanya inilah yang bisa diungkapkan.


__________________

__ADS_1


semoga kalian juga suka dengan lagu cerita ini. mohon maaf jika berbelit, membosankan atau hal-hal negatif lainnya.


cerita pertama author. kritik, saran dan dukungan kalian sangat saya harapkan. terimakasih sudah membaca 😊


__ADS_2