Setitik Pilu

Setitik Pilu
50. Sibuk


__ADS_3

Tak terasa lusa acara sudah dimulai. Beberapa hari terakhir semua yang terlibat di acara itu disibukkan pula dengan tugas masing-masing.


Arletha dan Ica kembali tak mengikuti pelajaran di kelas, membantu persiapan acara pertama lalu membenahi dan mempersiapkan timnya juga. Sungguh terlihat sangat sibuk, pergi pagi pulang malam.


Tak lupa persiapan malam puncak pun telah dilakukan. Mendata siapa saja yang akan tampil dengan apa yang akan ditampilkan, juga bagaimana susunan acara nanti.


Waktu terus berlalu, mendekati hari-H semua akan lebih sibuk. Gladi bersih pun sudah dipersiapkan agar nanti penampilan itu tak mengecewakan.


"Huhh, capek banget" Keluh Ica di sana. Arletha yang ada di sampingnya pun hanya tersenyum, mengusap bahunya dan berusaha menyemangati temannya ini.


Tiba-tiba Johan (Salah satu panitia) menghampiri mereka dan memberikan air mineral untuk Arletha dan Ica.


"Eh makasih ya kak, duh jadi sungkan" kata Ica.


"Santai aja, diminum kalo haus istirahat kalo capek. Jangan dipaksain ntar kalo kalian sakit malah tambah repot kita" ucap Johan


"Iya kak siap. Makasih loh perhatiannya, hehe" Sahut Arletha.


Setelah itu, Johan pun pergi dan melanjutkan tugasnya membagikan minuman kepada yang lain.


.


.


.

__ADS_1


Senja sudah menyapa lagi. Tak terasa waktu sudah berjalan dengan cepatnya. Walau sudah jam 5 sore, semua masih terlihat sibuk seakan tak ada hari esok. Memang sih jika tidak dilembur tidak akan selesai dihari-H nanti hehe.


Makan malam kembali mereka lakukan di sekolah, kesederhanaan di tengah kesibukan sepertinya tak terlalu buruk untuk diperbuat saat ini. Tak apa sederhana, yang penting bermakna haha.


Pukul 8 malam, akhirnya semua memutuskan untuk pulang dan melanjutkan tugas itu esok hari. Semua juga sepakat bahwa yang laki-laki wajib mengantarkan anak perempuan pulang ke rumahnya. Mengantarkan hingga depan pintu rumah dan jika dibutuhkan sekalian juga memberitahukan kepada orang tuanya mengapa bisa pulang selarut ini. Begitulah kekompakan mereka, demi kebaikan bersama.


Sudah bisa ditebak Arletha pasti akan diantar oleh Sandy dan mereka akhirnya pulang bersama lagi.


Tak ingin buang-buang waktu, mereka semua segera meninggalkan sekolah dan Arletha juga langsung pulang bersama Sandy.


.


.


.


telah sampai di rumah dan kebetulan orang tua Arletha ada di depan rumah.


Masuk bersama dan menyalami sekaligus memberitahu mengapa bisa mereka pulang semalam ini.


"Gak mampir dulu? Udah makan belum? Makan dulu yuk" Kata mama Arletha.


"Bukannya nolak nih tan, tapi udah malem banget takutnya dicariin mama juga di rumah. Jadi, kapan-kapan deh tan hehe" Jawab Sandy.


"Ya sudah kapan-kapan mampir lagi loh ya" Ucap mama Arletha.

__ADS_1


"Bener lo San mampir lagi, sudah lama kita gak main catur" Papa Arletha.


"wih siap om, kalo udah gak sibuk lagi pasti mampir. Kalo gitu saya pamit pulang dulu ya om tante, Let" Pamit Sandy.


"iya, hati-hati" Jawab mama Arletha.


Setelah kepergian Sandy, Arletha langsung pergi ke kamar dan membersihkan tubuhnya juga merilekskan tubuhnya.


Berendam air hangat dengan wewangian aroma terapi membuat tubuh Arletha lebih fresh.


"Duh laper" Gumam Arletha.


Setelah berganti baju dia pun pergi ke dapur mencari sesuap nasi untuk meredam rasa lapar itu.


.


.


.


"Duh capeknya. Besok pasti lebih capek" Keluh Arletha.


"Sudahlah terima aja, jalani dengan ikhlas pasti gak terlalu kerasa lagi capeknya huhu"


Setelah berkeluh-kesah Arletha pun memutuskan untuk tidur dan mempersiapkan dirinya untuk kesibukan esok hari.

__ADS_1


__ADS_2