
Tak terasa kini saatnya Arletha kembali ke sekolah untuk menuntaskan apa yang telah dipersiapkan. Setelah bersiap-siap dan meyakinkan diri, diapun keluar rumah dan sudah mendapati Sandy di sana dengan mamanya.
Sandy yang menyadari kedatangan Arletha pun menengok dan langsung terpana dengan penampilannya kali ini. Bengong sebentar dan akhirnya berpamitan kepada mama Arletha, lalu mengajak Arletha untuk berangkat ke sekolah.
Diperjalanan
"Kamu cantik banget sih, sampai membuatku lupa akan indahnya dunia" ucap Sandy.
"Ih apaan sih, lebay banget" jawab Arletha sambil memukul bahu Sandy dan tersenyum.
"Beneran tahu, kayaknya nanti bukan aku aja deh yang bilang gitu. Dan kalo memang bener, wah pasti sainganku banyak nih, hehe" kata Sandy.
"Udahlah, nyetir sana yang bener" sahut Arletha dengan senyuman lagi.
Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di sekolah. Terlihat sudah banyak pasukan yang datang. Sibuk mempersiapkan diri, yang lain dan ada pula yang sedang santai-santai saja.
Arletha dan Sandy pun memutuskan untuk ikut larut dalam kesibukan ini, mengingat acara akan segera dimulai.
.
.
.
Acara yang dinantikan akhirnya mulai dilaksanakan.
Diawali dengan doa dan menyanyikan mars sekolah, lalu disambung dengan sambutan. Itulah acara formal yang dilakukan. Setelah itu, MC acara keluar dengan tampilan santainya dan memulai acara itu.
Para pemenang dari pemilihan umum dipanggil satu persatu ke atas panggung untuk memperkenalkan diri lagi dan memberikan sedikit sambutan. Setelah itu, mereka dipersilahkan untuk duduk kembali.
__ADS_1
Acara dilanjutkan dengan pentas seni. Di mana tim dari Arletha juga Ica yang akan menghandel. Seperti kata Sandy tadi, Arletha benar-benar menjadi salah satu siswi yang menjadi perhatian banyak orang.
Penampilan anggun dan cantik natural terpancar dari dirinya. Walaupun merasa risih, tapi dia berusaha tak memperlihatkan itu dan akan tersenyum saat ada yang memuji atau menggodanya, hehe.
Acara berlanjut dengan meriah, banyaknya stan yang menjual aneka ragam makanan dan barang menambah antusiasme para warga sekolah. Banyak pula penampilan dari para perwakilan yang mengangumkan membuat semua yang ada di sana, terlena mengikuti arus acara itu.
Kini, tiba saatnya Arletha dan Sandy untuk tampil. Perasaan grogi sangat kentara sekali dalam diri Arletha.
"Santai aja, anggap gak ada orang. Lakukan yang terbaik bukan untuk mereka, tapi untuk dirimu sendiri, untuk kepuasan batinmu sendiri, oke" ucap Sandy menyemangati Arletha.
Menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan, lalu menjawab
"Baiklah, semua akan baik-baik saja. Oke mari kita lakukan" jawab Arletha.
Mereka pun telah memantapkan hati dan mulai berjalan ke arah panggung setelah sang MC memanggil mereka.
Sandy tersenyum seolah meyakinkan Arletha dan mulai beraksi.
Mendengar alunan musik yang dimainkan Sandy, Arletha pun merasa tenang dan terbawa akan arusnya. Saat tiba gilirannya mengambil alih perhatian, dia mulai melantunkan sebuah lagu dengan penghayatan penuh.
The Reason - Hoobastank
Mendengar lagu itu, sontak semua perhatian benar-benar tertuju pada Arletha dan Sandy. Penghayatan terasa nyata pada semua hati yang ada di sana. Mereka semua ikut terlarut dalam lagu itu.
And the reason is you,,,
Berakhirlah lagu yang dinyanyikan oleh Arletha, dan tepuk tangan meriah dia dengar kala lagunya sudah selesai. Pancaran kebahagiaan terlihat dalam wajahnya. Tak menyangka bahwa semua akan senang akan apa yang dia tampilkan.
Diakhiri dengan senyuman dan ucapan terima kasih, Arletha dan Sandy pergi meninggalkan panggung.
__ADS_1
"Selamat, kamu berhasil mengalahkan rasa takutmu. Aku yakin kamu bisa, dan memang kamu luar biasa" puji Sandy dengan senyumnya.
Arletha hanya bisa tersenyum, karena masih tidak menyangka akan keberhasilannya ini.
Ica pun menghampiri dan langsung heboh memuji Arletha. Selain Ica, Wini pun tiba-tiba menghampiri dan langsung memeluk Arletha dengan diiringi pujian juga darinya.
.
.
.
Setelah penampilannya, Arletha menuai banyak pujian. Dia hanya bisa merespon dengan senyuman saja dan kembali melanjutkan tugasnya.
Acara hampir berakhir, karena penampilan Arletha juga Sandy tadi adalah yang terakhir. Diakhiri dengan ucapan terima kasih serta beberapa pengumuman dan lagu, acara benar-benar sudah selesai.
Berakhir pukul 21.39, waktu sudah malam.
Dengan jam yang sudah sangat larut, panitia pun juga memutuskan untuk beberes esok hari. Hanya beberapa barang saja yang mereka anggap penting yang disimpan terlebih dahulu. Setelah itu semua beranjak pulang.
Arletha bersama dengan Sandy pun juga pulang....
------
*Hari yang indah, lagi-lagi satu pikiran berlebihan tak berguna kembali. Tak apa setidaknya aku masih merasa bahagia walau yah lelah yang sudah pasti ada ini.
Tak apalah, semoga esok semua kembali lebih baik*.
Itulah kira-kira ungkapan hati Arletha untuk hari ini....
__ADS_1