
Arletha,,, Seorang anak yang rajin, baik, pintar, dan penyayang. kini telah tumbuh menjadi remaja. dia mampu menyelesaikan masa SD nya dengan penuh perjuangan dan kini dia telah menang. menang dari masa masa sulit di kala itu. dia berhasil menjadi siswa dengan ranking ke 2 di sekolahnya saat ujian nasional ini. dia juga menjadi siswa nomor 1 di sekolahnya itu.
ya, orang tuanya sangat bahagia dan bangga akan pencapaian nya ini. tanpa tau apa yang telah terjadi sebelumnya.
"tak apalah, yang penting ini sudah selesai untuk saat ini. biarlah hari esok menjadi misteri". katanya dalam hati.
--------------------------
Sekolah Menengah Pertama,,
"Suasana baru lagi,,,,, yah semoga lebih baik" kata Arletha saat akan memasuki gerbang menuju sekolah barunya.
perkenalan dan perkenalan yang biasa di lalui siswa baru telah usai. kini saatnya kembali belajar dan belajar demi masa depann.
---------------------------
__ADS_1
tak terasa kini Arletha sudah memasuki kelas 3 SMP. dan kalian tau? 2 tahun dia lewati dengan bahagia. dia punya teman baru yang baik dan bisa di katakan populer? hehe.
tapi tetap saja. Arletha yang pendiam dan tertutup ini dia tidak peduli dengan itu. justru terkesan risih saat banyak yang mengenal nya.
suatu ketika,,, ada seorang laki laki yang mengaguminya namun dia belum berani mendekati Arletha. dia bernama Fandy. seorang laki laki yang bisa di katakan pandai, baik (nih baik nya ya ke semua orang sampe banyak cewek yang baper. wkwkwk). walau begitu, dia tidak terlalu populer sih. namun juga banyak yang mengenal nya.
lama lama, Fandy ini merasa gemes juga karna hanya bisa memandang dari jauh tanpa saling menyapa. kini, dia akan mulai mendekati nya perlahan.
--------------------
dan ya fandy membutuhkan kekuatan ekstra untuk mendekati Arletha. mulai dari di cuekin walau ngajak ngomong sampai berbusa pun cuma di lirik doang๐๐
sejak itu Fandy lebih sering membawakan makanan dan lebih gencar lagi untuk meluluhkan hati seorang gadis cuek itu.
----------------------
__ADS_1
setelah beberapa bulan pendekatan yang membutuhkan kekuatan ekstra itu, akhirnya Arletha mulai luluh. walau dia belum mau memberikan status lebih dari teman. teman dekat lebih tepatnya.
saat kedekatan mereka telah terjalin. mulailah sebuah perkara baru. ada gadis lain yang juga sangat menyukai Fandy tapi tidak mampu memberikan rasa yang lebih untuk Fandy. dan gadis itu mulailah membuat ulah.
ketika ada Arletha dia akan berbicara dengan keras mengenai hubungannya dengan Fandy. awalnya Arletha mendiamkan saja, toh Fandy juga hanya temannya. tapi lama kelamaan. si gadis itu lebih berani lagi. dia mulai mendatangi Arletha saat dia sendiri dan berkata bahwa Fandy adalah pacarnya dan dia tidak boleh dekat dekat lagi dengan Fandy.
karena Arletha memang anak yang cuek. dia hanya diam saja. dan hal ini memicu pertengkaran yang lebih rumit lagi. bullying tak bisa terhindarkan. tapi ini terjadi saat Arletha sendiri saja. saat Arletha bersama dengan yang lain, mereka tidak berani mengganggu.
2 bulan sudah Arletha selalu di kerjai dan di katai. di sindir dan kadang hingga mengenai fisik. tapi yang lebih parah adalah luka batin yang di alami Arletha. luka lama yang mulai kering, kini mulai membuka lebar lagi. luka yang belum sepenuhnya sembuh kini bertambah lagi.
yah dia lagi dan lagi memendam ini sendirian. walau saat dia sedih temannya bertanya, dia akan menjawab dengan kebohongan lain.
hubungan Arletha dan Fandy pun kian merenggang. Arletha berusaha menjauhi Fandy bukan karna dia tak suka atau takut akan ancaman ancaman si "sebut saja Risa". tapi, dia menjauh untuk dirinya sendiri agar lukanya tak semakin bertumpuk. dia melepaskan cinta monyet yang seharusnya bisa dia nikmati tanpa beban.
"ya sudahlah biarkan saja toh masih kecil udah pacar pacaran aja. sampai berani main bully. aku bukannya nyerah, tapi emang ga guna aja kalo di ladenin" ini yang di katakan Arletha dalam hati nya.
__ADS_1
hingga akhirnya Fandy pun tak tahan dan menginginkan penjelasan akan semua perilaku Arletha yang tiba tiba berbeda itu.
-------------------------