
sesampainya di rumah, Arletha merasa sangat lelah. lelah fisik dan psikis. entahlah dia merasa sangat lelah sekali padahal tak melakukan suatu hal yang berat.
ya begitulah, tekanan mental lebih membuat orang merasa cepat lelah. perasaan yang tak teratur, bercampur aduk.
Arletha tahu apa yang dimaksud oleh geng Fifi tadi. masalah liburan kemarin bersama teman-temannya. tak disangka hal itu bisa disalah artikan dan kembali menjadi bencana.
"sudahlah. biarkan saja. anggap angin lalu. capek rasanya mikirin hal gak guna" kesal Arletha.
---------
Setelah gosip yang dilontarkan Fifi itu, kembali Arletha menampakkan wajah yang tidak memancarkan aura bahagia. dia sedikit murung. begitulah Arletha selalu memikirkan omongan orang lain, tak bisa tenang jika ada sesuatu hal menyangkut dirinya.
tiga hari setelah masuk sekolah, Arletha belum melihat Sandy sama sekali. sepertinya dia sibuk. itulah pikiran Arletha. dia tidak ingin mengadu dan tidak ingin melawan. diam. lagi-lagi hanya itu yang dapat dia lakukan.
__ADS_1
hingga kini, masih banyak perkataan yang menyayat hatinya. di sekolah Arletha akan berada di kelas saat jam pembelajaran saja. selebihnya dia akan keluar dan menghindari teman sekelasnya. Wini pun turut serta bersama Arletha, ke mana pun Arletha ingin pergi dia akan menemani. walau terkadang Arletha merasa tidak enak dan meminta Wini untuk tidak mengikuti, Wini tetap kekeuh mendampingi Arletha.
di sudut lain, seringaian licik terpatri di bibir Fifi. dia sangat bahagia melihat Arletha murung dan dibenci anak-anak lain. cukup satu kali dia bergosip, beberapa hari berita itu menggema di kelasnya. sayang, dia belum bisa mengompori anak-anak di kelas lain. setidaknya dia sudah membuat Arletha tidak betah berada di kelas.
----------------
Sandy POV
beberapa hari ini aku tengah disibukkan dengan kegiatan sekolah. akan adanya pergantian ketua di seluruh bidang membuatku ikut sibuk. memang aku bukan bagian dari calon ataupun hal-hal yang berkaitan dengan ketua, tapi lebih parah dari itu. aku hanyalah kacung bagi para ketua.
saat pertama kali masuk sekolah setelah libur sekolah pun semua sudah berjalan normal, tak ada kata jam kosong walaupun karena rapat akhirnya pulang lebih awal. tunggu, itu hanya berlaku bagi mereka dan tidak untuk ku.
kembali lagi. Sekarang karena sibuknya diriku ini, aku jarang bersama teman-teman yang lain apalagi Arletha. wah sejak camping diliburan itu aku belum pernah bertemu langsung dengannya lagi. apakah ini rindu? semoga. hehe.
__ADS_1
ini hari ketiga masuk sekolah. semakin hari semakin sibuk aja nih. akhirnya aku memutuskan untuk istirahat sebentar di kantin.
membeli sebotol minuman dan beranjak duduk di kursi pojok kantin. dari sini bisa terlihat siapa saja yang ada di kantin ini, ya jika itu orang yang tak punya kerjaan dan teliti pasti semuanya terlihat di matanya haha.
entah mengapa aku menjadi terpikirkan sosok Arletha. ya ya aku rindu. tapi, ada hal lain yang membuat ku terpikirkan tentang anak itu. seperti ada ikatan batin mungkin? ah masa memang apa pakai ikatan batin segala?
huhhh sepertinya aku harus menemui Arletha agar rasa cemas dan gelisah ku terselesaikan. kira-kira di mana ya dia sekarang? sedang apa? dan apakah memikirkan ku?
jika aku menjawab iya. pasti aku terlihat sangat narsis. tapi kalau berharap pasti tak apa. baiklah Tuhan aku berharap Arletha merindukan ku, memikirkan ku, dan ingin bertemu dengan ku.
wah harapan yang sungguh indah. semoga itu tercapai. haha
sepertinya aku sudah gila hanya membayangkan dan berandai-andai tentang dia bisa membuat ku tersenyum sendiri.
__ADS_1
sepertinya waktu istirahat ku harus ku akhiri dengan segera sebelum hayalan lain menghantui pikiranku.
---------------