Setitik Pilu

Setitik Pilu
13. Mulailah Terbiasa


__ADS_3

Kini, Arletha telah lebih terbiasa dengan kesendirian lagi. Dia mampu menghadapi kehidupan di sekolahnya tanpa teman. tanpa Tyas dan Kenzie yang dulu sangat dia sayangi. Tyas yang sudah bersama dengan kehidupan barunya di kota baru. dan Kenzie dengan teman-teman barunya.


sindiran dan tatapan sinis serta merendahkan selalu mengikuti ke manapun Arletha pergi saat di sekolah. dia berusaha kuat dan semangat.


"aku harus kuat aku harus semangat, sekolah ini adalah pilihan ku dulu, sekolah ini adalah cita-cita ku. aku gak boleh nyerah gitu aja hanya karena hal remeh tameh yang sudah sering aku alami. dulu aja aku kuat dan berhasil mengahadapi itu, kenapa sekarang enggak? pasti bisa" kata motivasi yang selalu Arletha dengungkan dalam hatinya.


-------------------------


satu bulan sudah Arletha sendirian. dia sering menikmati jam kosong dan jam istirahat di taman sekolah, perpustakaan atau tempat yang terbilang sepi. Arletha suka suasana sunyi dan tenang, dia sebisa mungkin akan menghindari keramaian.


menghabiskan waktu luang dengan membaca atau menulis, adalah kebiasaan Arletha.


tetapi, khusus hari ini entah kenapa Arletha malas untuk keluar kelas. dia hanya di kelas saja dan membaca buku sambil mendengarkan lagu lewat handphone. saat suasana sudah sepi, tiba-tiba Arletha ingin melihat lihat kelasnya.


saat menengok ke samping dia heran, ternyata di sana ada anak perempuan juga yang sedang tidur? sepertinya iya, meletakkan kepala pada lipatan tangannya di meja, apalagi jika tidak tidur?


Arletha terus memandangi anak itu, karena dia rasa baru hari ini dia melihatnya. apa dia anak baru? atau memang aku yang tidak pernah memperhatikan? sepertinya asumsi kedua yang benar. karena jika anak baru, selama ini belum ada perkenalan di kelas itu lagi. ya sudahlah biarkan saja.

__ADS_1


tapi, entah mengapa Arletha terus terbayangkan dan berfikir mengenai anak tadi. akhirnya karena tidak betah akan rasa penasaran, Arletha mendekati anak itu.


"hai, kamu lagi tidur?" sapa Arletha pada anak itu.


"eh hai, enggak tidur kok. ya cuma istirahat aja sih. hehe" jawab anak itu.


"em. kayaknya kita belum kenalan deh. aku juga baru lihat kamu hari ini" Arletha


"oh iya ya. mungkin karena kamu gak terlalu memperhatikan kali jadinya masih asing sama aku. atau memang aku juga gak terlalu suka bergaul dengan anak-anak lain ya. hehe. oh ya nama ku Wini." jawab anak itu dengan tersenyum sambil memperkenalkan diri.


"hai, aku Arletha panggil aja Letha"


"boleh banget tuh. semoga kita bisa temenan seterusnya ya. makasih banget Wini mau kenalan dan temenan sama aku. jujur aja tadi aku masih ragu sih mau nyapa kamu duluan, tapi aku penasaran yaudah deh aku beraniin buat nyapa duluan" Arletha.


"iya gak apa-apa kok. aku juga berharap gitu" ucap Wini sambil tersenyum lagi.


"baiklah mulai hari ini kita teman okay" Arletha

__ADS_1


"yaps kita teman"


akhirnya Arletha dan Wini mulai berteman. mereka terlihat membicarakan banyak hal sekaligus mau mengenal satu sama lain lebih dekat lagi.


"semoga Wini bisa jadi teman yang baik seperti Tyas. semoga dia pengganti Tyas yang Tuhan kasih buat menemani hariku di sekolah ini" batin Arletha.


mulai kini mereka berdua tampak semakin akrab. dan Arletha sudah mau pergi ke kantin saat istirahat tiba. dia akan makan berdua dengan Wini dan terkadang mereka pergi ke perpustakaan bersama untuk sekedar menemani Arletha mencari buku, membaca buku atau hanya ingin mencari ketenangan.


Arletha, dia kembali ceria dan lebih berseri lagi walau sikap cueknya masih melekat. ini berlaku untuk orang lain, tapi tidak untuk Wini. Arletha sangat tulus menyayangi Wini. dan Wini pun demikian. saat Arletha disindir Wini akan menenangkan dan memberikan semangat untuk Arletha dan sering mengatakan "udahlah biarin aja, gak usah didenger. gak guna juga. mereka cuma modal bacot buat ngebales irinya. kamu tenang aja ada aku kok" sambil tersenyum manis untuk menenangkan Arletha.


mulai saat mereka berkenalan di waktu itu, mereka menjadi teman dekat yang saling menguatkan, saling memotivasi, saling menghibur dan saling bertukar cerita saat mereka mendapatkan masalah. ya walaupun tidak semua hal akan mereka bagi, tapi ini semua dapat meringankan sedikit masalah yang mereka alami.


---------------------


wuhuu akhirnya Arletha punya teman baru lagi. semoga bisa saling melengkapi 😍😍


yuk yuk kritik, saran dan dukungan kalian sangat author tunggu 😊😊

__ADS_1


ikuti terus ceritanya ya. tunggu next chapter nya😘😘😘


__ADS_2