
Tiga hari sudah berlalu dengan banyaknya aktivitas dan kegiatan di sekolah. Para ketua sudah terpilih. Setiap Ekstrakulikuler, Osis, dan Kegiatan lain sudah memiliki ketua baru.
Yang tak di sangka pula, seorang Sandy ternyata menjadi salah satu calon dan dia berhasil meyakinkan para pemilih untuk memberikan suara serta dukungan kepadanya. Berakhirlah dia menjadi ketua dalam ekstrakurikuler basket.
Tiga hari ini juga, tampak tak ada kegiatan belajar, hanya ada banyak kampanye dan pemilihan umum.
Di tengah-tengah ketegangan itu, banyak pula yang berpartisipasi untuk menghibur semua yang ada di sana. Mulai dari bernyanyi, menari, melawak, atau hanya sekedar cuap-cuap unfaedah ala kadarnya. Tak apa yang penting semua senang dan tertawa, hehe.
Persiapan acara sudah dilaksanakan dengan baik dan semua berharap hari ini akan berjalan lancar sesuai dengan semua rencana rencana yang telah disusun.
Pagi hari,
Terlihat semua panitia sedang sibuk mengecek ulang dekorasi yang akan digunakan untuk nanti malam.
Semua yang menjadi penampil dalam acara itu pun juga sudah dikondisikan agar mempersiapkan diri secara mandiri di rumah masing-masing. Tapi, jika ada yang ingin ke sekolah juga dipersilahkan, intinya hari ini adalah hari bebas.
Karena semangat yang membara, banyak yang ikut serta mempersiapkan acara untuk terakhir kalinya di pagi hingga siang nanti, hampir semua yang terlibat dalam acara tetap datang ke sekolah.
"Wah gila, pada semangat banget ya. Kalo aku sih lebih baik di rumah aja, perawatan sebelum tampil gitu. Jarang-jarang tuh sekolah dibebaskan kayak gini" Keluh Ica.
__ADS_1
"Ya, seperti katamu Ca. Mereka lagi semangat, jadi ya oke-oke ajalah kalo masih mau ke sini, gak sabar kali nunggu ntar malem, hehe" Jawab Arletha dengan kekehannya.
"Iya juga sih, ya udahlah ngapain juga ngurusin mereka ya. Diri sendiri aja belum keurus nih" Kata Ica.
"Eh by the way, kamu gak capek ngurusin ini? Harusnya kamu juga mempersiapkan diri kan? Biar gak capek juga nanti?" Sambung Ica.
"Gak lah, aku juga lagi semangat. Lagian ini juga tugas aku jadi gak ada alesan buat males-malesan di rumah gitu, gak enak juga rasanya masa yang lain sibuk dan capek aku malah leha-leha gitu" Jawab Arletha.
"Udahlah, gak bakal ada ujungnya kalo debat masalah ginian sama kamu. Dah yuk, cus kerja lagi" Ucap Ica.
Mereka pun kembali bergabung dengan yang lain dan melaksanakan tugasnya kembali.
Pagi sudah berganti siang, kini saatnya istirahat dan mempersiapkan diri untuk nanti sore.
Arletha pun demikian, dia memilih untuk pulang terlebih dahulu. Jarak yang masih bisa dijangkau juga waktu yang cukup untuk sejenak beristirahat di rumah akan dia gunakan sebaik mungkin.
Bukan tanpa alasan dia melakukan itu, saat panitia lain memilih tinggal di sekolah dan bersiap di sana karena akan efisien dalam hal waktu walaupun ada pula yang rumahnya sangat dekat dengan sekolah.
Arletha melakukan ini untuk membuat dia merasakan me time walau itu hanya sejenak, guna merefresh diri dan mengumpulkan energi untuk nanti malam.
__ADS_1
Saat waktunya pulang, Arletha bertemu dengan Wini di gerbang.
"Winiiii" Panggil Arletha dengan semangatnya.
Merasa namanya dipanggil, Wini pun menoleh dan mendapati Arletha ada di belakangnya.
"Win, nanti dateng kan? Harus datenglah ya" Kata Arletha.
"Iya-iya pasti dateng kok, semangat" Jawab Wini sambil tersenyum.
"Huh kayaknya kita jarang ngobrol deh ya, jarang ketemu juga. Kangen tau rasanya" Keluh Arletha.
"Ya, mau gimana lagi. Masalah negara tuh, haha" Wini.
"Huh, habis nih acara, kita jadwalkan quality time pokoknya harus!!" Seru Arletha semangat.
"Iya Let iya. Ya udah sekarang kamu pulang, siap-siap. Aku nanti pasti dateng dan akan nonton sampai selesai, oke" Wini.
"Oke deh, hati-hati di jalan ya" Kata Arletha sekalian pamit.
__ADS_1
"Iya" Jawab Wini.
Akhirnya mereka berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing dan mempersiapkan diri untuk nanti malam.