
Sandy POV
Hai hai wah bertemu lagi dengan sudut pandang seorang Sandy Deryla. wkwkwk baiklah silahkan nikmati ungkapan hatiku ini ya...
_____________
masih dengan rasa yang sama. masih dengan cara yang sama.
"Aku mencintaimu dalam diam wahai Arletha sang pujaan hatikuu" lebay? biarlah. hanya dengannya seorang aku bisa selebay ini.
mungkin, untuk teman-teman ku aku sudah terbiasa lebay begitu, tapi untuk seorang perempuan, yah baru kali ini aku selebay ini walaupun itu hanya dalam pikiran dan bayangan. hahaa biarlah jika ada yang bilang aku bukan laki-laki sejati. nyatanya aku akan membuktikan bagaimana caraku memilikinya. hehe.
__________________
hari ini, aku melihatnya lagi. tapi, tanpa senyuman? raut wajahnya pun suram. ada apa gerangan?? karena penasaran, setelah melihatnya keluar kelas aku ikut keluar juga dan karena rasa penasaran itulah aku nekad mengikutinya ke mana dia akan pergi.
"lihatlah, aku seperti seorang penguntit sekarang haha. tak apalah demi cinta. wkwkwk" batin ku bergemuruh.
"ya dia Arletha tengah berjalan bersama temannya, sepertinya mereka akan pergi ke taman. apakah ada sesuatu ya??"
setelah beberapa saat mengikuti mereka, akhirnya sampai juga. dan benar dugaan ku. mereka pergi ke taman dan kini tengah memilih tempat yang sepi dan tidak terlalu terlihat oleh banyak orang. "ada apa ya? batinku.
lalu mereka berbincang sebentar dan tiba-tiba Arletha langsung memeluk temannya itu. ada apa itu? aku langsung lebih mendekat. dan ku lihat, bahu Arletha berguncang. "apa dia menangis lagi? tapi apa lagi penyebabnya?" tanyaku dalam hati.
ku amati terus mereka berdua, tetapi hanya tangis Arletha serta temannya yang menenangkan tak ada yang mereka lakukan lagi selain itu.
__ADS_1
karena rasa penasaran ku ini. aku rela menunggu mereka berdua sampai selesai. hingga ku hitung sepertinya sudah dua jam lamanya aku mengamati mereka dari sini. dan setelah dua jam itu, Arletha terlihat lebih tenang dan sudah selesai menangis. setelah itu, mereka kembali berbincang lagi yang tak aku dengar apa pembicaraan mereka.
beberapa saat kemudian terlihat Arletha telah tersenyum lagi. dan sepertinya mereka akan pulang.
dan benar saja, mereka akan pulang. aku pun juga akan pulang. biarlah besok lagi akan ku amati dia, sekarang setelah tahu dia sudah tenang, aku pun merasa tenang juga setelah melihat senyumnya.
______________
sesampainya di rumah, aku kembali berpikir, mengapa Arletha menangis lagi? ya walau kali ini dia tidak sendiri, tapi mengapa? mengapa? bagaimana? dan apa? yang selalu berputar dalam otakku. saat tahu bahwa perubahan suasana hati Arletha yang bisa dikatakan cepat, karena hanya berselang satu hari.
"sebenarnya ada masalah apa sih? aku sangat penasaran. atau besok saja ku beranikan diri mendekati dia? hahhhh pusing. bodo amat lah. kalo berani ya ayo kalo gak berani ya sudah lihat dari jauh lagilah" ucapku frustasi.
semoga besok aku mampu memberanikan diri mendekati dia. siapa tahu bisa jadi sandaran. hahaha.
___________________
hari ini? ku rasa telah ku lalui dengan sangat-sangat baik sekali. terlalu lebay ya? mungkin iya bagi kali yang tidak merasakannya. tapi bagiku, ini memang patut aku banggakan. melewati hari dengan suasana mencekam dan mengenaskan ini adalah hal yang memang sering ku lalui.
tapi jujur saja, walau aku pernah terbiasa dengan itu, rasa sesak sering kali merembes ke relung hatiku dan kemudian respon ku hanyalah ingin mengeluarkan butiran kristal bening dari mataku. entahlah, itu hal otomatis dalam diriku.
ucapan mereka tadi memang tak benar sama sekali, tapi aku bisa merasakan bahwa ungkapan itu untukku. seperti sebuah kiasan mungkin perkataan mereka tadi. tapi makna sesungguhnya adalah suatu hal tentang ku. aku tak tahu mengapa. semua berubah drastis hanya dalam jangka waktu satu hari.
di rumah, malam ini ku habiskan lagi dengan merenung. mengapa? dan bagaimana? itu pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam otakku.
belum bisa ku temukan semua jawaban itu. sebenarnya ada sebuah persepsi, tapi aku tak mau berpegang pada pemikiran itu. nanti disangka aku adalah orang yang narsis. tak selayaknya aku membanggakan diri dengan mereka.
__ADS_1
aku hanya terbiasa membanggakan diri dalam diriku sendiri. hanya sekedar untuk motivasi agar aku lebih baik dan tidak down. hanya itu tak lebih. hanya untukku dan bukan kepada mereka.
aku sudah diam, tapi kenapa masih dibeginikan? oh my god, aku gak bisa berfikir lagi kenapa ini bisa terjadi.
aku kan bisa mengerjakan ujian karena aku belajar. aku bisa presentasi karena aku juga mempersiapkan dengan matang. aku berusaha menampilkan yang aku bisa juga untuk diriku sendiri. agar aku bisa memuaskan salah satu keinginanku. aku tidak menjadi yang terbaik hanya untuk mendapatkan pujian dari mereka kok.
bukankah jika mereka ingin menjadi yang terbaik, mereka juga akan bekerja keras dan saling membantu. tetapi ini justru sebaliknya. entahlah. kan saat mereka bertanya dan meminta aku mengajarinya, aku juga mau mau saja. tidak pernah menolak walaupun waktuku untuk menyendiri akan berkurang. aku sudah rela membantu mereka kan dulu? dan sekarang saat mereka berkata begitu, tanpa mereka bilang padaku. apakah aku tahu saat mereka butuh? tidak kan. makanya aku diam saja. huhh salah lagi kan tapi.
Author POV
semalam ini Arletha benar-benar menggunakan waktunya untuk berfikir tentang masalah di sekolah tadi. dia tidak menyangka akan mendapatkan kejutan hari ini.
memang Arletha adalah anak yang tidak pelit, apapun itu. masalah makanan, waktu, ilmu dan contekan pun Arletha tidak pelit. sebisa mungkin dia akan membantu temannya yang membutuhkan. selagi dia bisa, dia akan mengupayakan hal itu untuk mereka yang meminta pertolongan darinya. ya asalkan mereka mau berbicara dan meminta tolong langsung pada Arletha. Saat mereka tidak bilang maka Arletha pun tidak akan paham apa yang mereka butuhkan. jadi, daripada salah bantu maka Arletha akan diam saja dan menunggu mereka berkata sendiri.
_______________
setelah lelah berfikir dan menduga-duga, akhirnya Arletha memutuskan untuk tidur saja. tapi, saat akan tidur Arletha teringat Tyas. jujur saja dia merindukan temannya yang sudah berada jauh darinya.
"hem, chat gak ya. udah malem juga pasti dia udah tidur. pasti juga dia capek di sana. hah sudahlah besok saja. tapi bagaimana kabarnya ya. semoga baik-baik saja. sepertinya dia juga sangat sibuk di sana. apakah nanti dia akan punya waktu untuk bertemu ya? jika tidak, mungkin aku saja ya yang ke sana. sekalian bikin surprise buat dia. baiklah rencana selanjutnya adalah memberikan kejutan untuk Tyas saat liburan nanti. semoga saja dia senang. baiklah saatnya istirahat. hari ini sudah sangat lelah. semoga besok lebih baik dan semoga saja aku diberikan kekuatan lebih lagi untuk menghadapi semua masalah ini" ucap Arletha sebelum tidur.
______________
akhirnya kedua insan itupun tertidur dengan nyenyak di tempat yang berbeda dan berjauhan itu karena hari ini adalah hari yang melelahkan untuk mereka.
kedua orang yang tengah berjuang dengan tujuan masing-masing. semoga suatu hari nanti mereka dapat berjuang bersama dengan tujuan yang berbeda, tapi akan saling mendukung dan melengkapi. "semoga"
__ADS_1
__________________
bagaimana kelanjutannya? baca di chapter selanjutnya ya 😘😘😘