Setitik Pilu

Setitik Pilu
25. Telah Berjalan


__ADS_3

setelah perkenalan hari itu, mereka berempat menjadi semakin dekat. saat jam istirahat tiba, mereka terlihat berkumpul di bawah pohon di taman belakang sekolah untuk menghabiskan waktu istirahat.


di tempat itu mereka akan bercerita, makan, dan bercanda bersama. terlihat mereka semua bahagia, tidak ada luka yang dirasakan.


tapi, bagi Arletha itu hanyalah pengalihan dan istirahat sejenak baginya untuk mengumpulkan kembali energi yang telah habis. saat di kelas, Arletha akan berubah menjadi diam lagi, tak terlihat keceriaan di wajahnya seperti saat istirahat.


sampai saat ini pula, Arletha belum juga tahu akar permasalahan dari semua ini. kalimat sindiran dan dikucilkan itu sudah seperti makanan Arletha saat di kelas.


hal ini telah dilalui Arletha selama dua minggu lamanya. Sandy pun masih belum mau bertanya tentang apa alasan Arletha terlihat sedih dan menangis saat itu.


kini Sandy pun sudah tidak terlalu memikirkan itu, karena dia telah melihat Arletha baik-baik saja dan tidak sedih lagi saat bersama mereka.


padahal di belakang itu, Arletha masih sangat terbebani dan sedih akan semua hal yang ada di dalam kelasnya.


belum ada yang tahu juga bahwa Arletha dan Sandy telah berteman dekat, saat banyak yang tahu entah apa yang akan terjadi. mungkin lebih buruk atau lebih baik?


entahlah biar waktu dan perasaan yang membuktikan.


____________________


Sabtu malam,


Sandy berinisiatif mengajak Arletha lari pagi besok. dia masih terlihat bimbang.


"ajak gak ya? aduh kok gugup sih. ayolah kalo mau samperin kalo gak mau ya sudahlah gak apa-apa. oke deh. yuk harus berani. demi cinta. hehe"


akhirnya setelah perdebatan dengan diri sendiri yang memakan waktu cukup lama itu, Sandy menelfon Arletha.


menunggu beberapa saat sampai nada sambung berganti dengan suara lembut Arletha.


"Halo kak. ada apa ya kak?" Arletha


"hai Let. gini, besok kan minggu ya, hari libur gitu. mau joging bareng gak besok pagi?" Sandy


"ehm, boleh deh kak. daripada sendiri. hehe" Arletha.


"ya sudah, besok jam 6 pagi aku ke rumah kamu ya, share lok aja ntar aku cari. gimana?" Sandy.


"eh. gak ngerepotin nih kak. ketemuan di taman aja gimana?" Arletha.


"gak kok. gak ngerepotin sama sekali. tenang aja pokoknya besok pagi aku jemput ke rumah kamu ya sekalian biar tahu rumah kamu gitu. hehe" Sandy.

__ADS_1


"beneran nih kak, gak ngerepotin?" Arletha.


"beneran Letha. udah deh pokoknya besok tunggu aja di rumah, kamu share lok. nanti aku samperin. oke" Sandy.


"ya sudah deh kak, aku tunggu. nanti aku share lok nya." Arletha.


"ya sudah deh Letha. selamat bermalam minggu hehe" Sandy.


"iya kak. kakak juga. kalo aku sih malam mingguan di rumah sambil rebahan. hehe" Arletha.


"wah, sama aja dong. mager mau keluar juga. haha" Sandy.


"masa sih kak. biasanya juga pada keluar gitu hangout bareng. tapi aku sih enggak banget sama yang gituan. hehe" Arletha.


dan masih panjang lagi percakapan mereka. berjam-jam mereka bertelfonan ria menghabiskan waktu malam minggu ini. tak terasa jika telah lama sekali mereka bercakap-cakap via online itu.


banyak yang mereka bicarakan. saling mengenal satu sama lain dengan pertanyaan pertanyaan yang menuju ke arah pendekatan pastinya, hehe. keinginan Sandy untuk lebih dekat dengan Arletha kini sudah mulai terkabul tinggal bagaimana cara Sandy memaksimalkan kesempatan ini haha.


tapi, hanya pertanyaan pertanyaan ringan yang mereka bicarakan. Sandy masih belum berani terlalu jauh lagi. walaupun dia telah dekat dengan Arletha, dia tidak ingin memaksa Arletha menceritakan sesuatu yang sensitif. dia ingin Arletha datang dan bersandar padanya saat sedih dan butuh pegangan. dia ingin menjadi tempat sampah Arletha, suka ataupun duka. dia ingin selalu ada untuk Arletha apapun situasi yang dialaminya.


"tak apalah, setidaknya satu langkah lebih maju lagi telah ku peroleh. semua butuh proses, semua butuh waktu" batin Sandy.


-------


di tempat lain, ada Arletha yang tengah tersenyum.


dia yang awalnya kaget dan heran menerima telfon dari Sandy, kini menjadi bahagia.


"gk sabar nih. kenapa bisa gak sabar ya? kak Sandy" batin Arletha sambil senyum-senyum.


"sudahlah. udah malem. saatnya tidur dan sambut hari esok. hehe. semoga sesuai harapan dan lebih baik"


-----------


dan lagi, akhirnya mereka berdua terlelap di tempat yang berbeda namun dengan rasa yang telah sama.


_____________________


minggu pagi,,


Sandy yang mendengar alarmnya berbunyi langsung saja bangun dan bersiap-siap. (padahal biasanya juga di matiin lagi hehe).

__ADS_1


"hari ini hari spesial, gua harus tampil maksimal, walaupun cuma joging"


"sip dah. saatnya on the way ke rumah calon bebeb. haha" ucp Sandy sambil tertawa.


orang tua Sandy yang ada di teras pun heran masih pagi sekali hari libur pula, anaknya sudah cakep aja. hehe


"mau ke mana nih? kayaknya penting banget sampai pagi-pagi udah rapi" tanya papanya.


"mau kencan kali tuh pa" jawab mamanya sambil tertawa.


"tenang pa, ma. doain aja anaknya sukses bawa calon ntar kapan-kapan ke rumah. ini adalah sebuah usaha awal Sandy untuk itu" ucap Sandy bangga.


"ya sudahlah. sana berangkat. keburu siang kasian" ucap mama Sandy.


"ma, pa Sandy berangkat dulu ya, doain sukses hehe" pamit Sandy sambil menyalami orang tuanya.


-------------


Arletha pun begitu, dia terlihat bersemangat hari ini. bangun pagi, sudah mandi dan sedikit dandan juga telah dia lakukan.


saat ini, dia tengah menunggu kedatangan Sandy yang katanya mau ngajakin joging pagi.


di teras rumah, Arletha tampak menunggu Sandy dengan ditemani mamanya. bukan ditemani sih karena memang mamanya sedang berkebun dan jalan-jalan pagi di halaman rumah.


tak berapa lama datanglah Sandy dengan motornya. masuk ke halaman rumah Arletha dengan mendorong motornya itu kemudian menyapa mama Arletha yang kebetulan berada lebih dekat dengannya.


"pagi tante. saya sandy temen Arletha di sekolah, mau ngajak Arletha joging pagi di taman nih tan boleh?" sapa Sandy pada mama Arletha.


"oh nak Sandy ya. iya silahkan. tuh Arletha udah nungguin dari tadi. jagain loh anak tante ya" jawab mama Arletha sambil tersenyum.


"ma, kita berangkat dulu ya. byee" pamit Arletha sambil mencium pipi mamanya.


kemudian diikuti Sandy yang juga berpamitan. setelah itu mereka mulai berjalan menuju taman di dekat rumah Arletha untuk mulai lari paginya, atau bisa dibilang jalan pagi sih hehe.


"huh udah ketemu mamanya. baik deh kayaknya. semoga aja didukung nih hehe" batin Sandy sambil tetap berjalan dan sesekali melirik Arletha.


-----


akhirnya hari ini pendekatan lebih intens akan segera dimulai.


______________________

__ADS_1


__ADS_2