
Keesokan harinya dan beberapa hari kemudian,,
Arletha dan Tyas selalu menghabiskan waktu bersama. mulai dari di sekolah hingga pulangnya mereka pasti akan jalan-jalan terlebih dahulu hingga hari mulai senja. orang tua mereka pun tak mempermasalahkan hal ini. mereka sudah tau alasan mengapa mereka pulang di waktu senja.
Arletha terlihat sangat menikmati saat-saat terakhir bersama Tyas sebelum mereka berpisah jauh. dia ingin memiliki kenangan bersamanya. walaupun nanti saat liburan mereka tetap bisa bertemu, ya jika situasi dan kondisi mendukung tentunya.
pergi ke taman kota, toko buku, makan di kaki lima, dan hal-hal lain yang menyenangkan walau sederhana. mereka terlihat sangat menikmati ini semua. tertawa bahagia dan seolah tak ingat akan masalah mereka sendiri-sendiri. mereka seperti menghilangkan sejenak masalah itu, untuk menikmati kebersamaan ini.
di hari terakhir kebersamaan mereka, Tyas mengatakan sesuatu yang mungkin bisa membuat Arletha lebih kuat lagi dan tidak terlalu menyalahkan dirinya sendiri.
"Letha, sebenarnya aku mau ngomong sesuatu lagi sih"
"ya ngomong aja dong Yas, ada apa?" jawab Arletha.
"sebenarnya aku tau kenapa Kenzie jadi kayak gitu ke kita. kapan hari itu waktu pulang sekolah, aku lihat dia lagi sendiri dan aku mau nyamperin sih tapi dia keburu di datengin sama gerombolannya Fifi" Tyas
__ADS_1
"trus gimana?" Arletha
"ya aku liatin aja agak jauh, sama masih kedengaran sih apa yang mereka omongin. aku tu dengernya kayak mereka mau mempengaruhi si Kenzie. ngajakin Kenzie buat jauhin kita terutama kamu. gak tau deh kenapa mereka bisa gitu. trus si Kenzie sih pertamanya gak mau karena gak ada alesan gitu. tapi lama-lama si Fifi ngeyakinin sesuatu gitu ke Kenzie dan setelah itu kayak Kenzie juga langsung aja setuju buat musuhan sama kita. kalo dari cara mereka sih ya menurut ku mereka iri sama kamu. kamu anaknya baik, pintar, dipercaya sama guru. dan mungkin mereka gak mau kali kesaing sama kamu. denger denger juga banyak tuh kakak kelas yang suka sama kamu. tapi mereka belum berani deketinlah ya. tunggu aja saatnya. hehe" jelas Tyas
"sumpah ya yang terakhir ituloh gak kuat aku dengernya. hahahaha" Arletha
"tapi kalo masalah Kenzie yaudahlah biar waktu aja yang ngejawab. jujur sih aku sayang banget sama kalian. kalian temen pertama aku yang aku harap bisa jadi temen ku sampai nanti. tapi, kalo ada masalah kayak gini yaudah gak apa-apa. liat aja ntar nya gimana" sambung Arletha sambil tersenyum.
"yah, begitulah. semoga kamu bisa ngadepin semuanya ya. di sana nanti aku gak bakal lupain kamu. kita harus saling kasih kabar. curhat-curhatan lagi jangan sampai putus. harus tetep bisa saling berbagi suka duka yaa. kita pasti bisa kok" Kata Tyas sambil tersenyum manis pula.
"Letha jangan gitu dong. kan sedih lagi jadinya huhu" jawab Tyas.
"udah deh. cukup sedihnya kan kita harus seneng hari ini. yuk ah ke toko buku. kamu mau nraktir aku kan ya. wkwkwkk" Arletha.
--------------------------
__ADS_1
hari ini, Arletha dan Tyas benar-benar menikmati waktu kebersamaan mereka, menghabiskan waktu berdua. dan tak terasa malam hari telah menyapa. akhirnya mau tak mau mereka harus kembali pulang ke rumah masing-masing. Arletha dengan kegiatan di rumahnya dan Tyas dengan berberes untuk kepergiannya besok. sebelum pulang mereka saling berpelukan dan mengucapkan kata-kata penyemangat untuk menghadapi hari-hari baru mereka.
perpisahan sementara yang mengharukan memang.
-------------------------
oh ya. sebelum Arletha dan Tyas pulang sekolah dan pergi jalan-jalan di hari ini. Tyas sudah berpamitan kepada teman-teman sekelasnya. tapi yah karena memang banyak yang iri juga kepada Tyas karena dia adalah anak yang sangat cantik ini, mereka merespon dengan biasa saja bahkan ada juga yang senang karena merasa tak punya saingan lagi. Kenzie pun terlihat sedih, tapi dia berusaha menutupinya dan terlihat biasa saja. mungkin ini adalah tanda bahwa mereka tak bisa bersama lagi seperti awal dulu bertemu di hari pertama bersekolah.
----------------------
inilah cerita mereka...
bagaimana kelanjutannya? bagaimana kisah Arletha, Tyas dan Kenzie yang kini telah berpisah? tunggu di chapter selanjutnya yaaa,,,
kritik, saran dan dukungan kalian sangat author tunggu loh. terimakasih sudah membaca 😊😊😊
__ADS_1