Setitik Pilu

Setitik Pilu
41. Rencana Arletha


__ADS_3

di rumah,,


bukannya beristirahat, tapi justru kembali berfikir keras. itulah yang dilakukan Arletha saat ini. berfikir bagaimana caranya agar Fifi bisa menyelesaikan masalahnya tanpa perang dengan anak-anak kelas.


"bagaimana ya? kenapa tak ada sedikitpun ide dalam otakku? hei otak apakah kamu masih kental? encerlah sedikit biar aku bisa berfikir" kata Arletha pada otaknya.


berfikir dan terus berfikir, mencari jalan keluar terbaik hingga tak terasa waktu sudah beranjak malam.


setelah bergelut lama dengan otak dan perasaan, akhirnya Arletha punya rencana untuk membuat semua kembali rukun dan kompak. "semoga saja ini bisa berhasil sesuai ekspektasi" gumam Arletha.


setelah lega karena punya opsi untuk masalah Fifi, Arletha merasa lapar. "hah kenapa harus lapar di malam hari? apakah kau terlalu bekerja keras malam ini? oh aku, akan ku manjakan kau dengan makanan setelah ini" ucap Arletha pada dirinya sendiri.


kini, Arletha melangkahkan kakinya menuju dapur dan mulai mencari-cari apapun yang bisa dimakan. hehe


setelah menemukan, dia pun makan dengan tenang. setelah kenyang dan hati senang, Arletha beranjak tidur,,


---------


pagi hari, lagi dan lagi menyapa Arletha. menyadari bahwa bulan telah berganti dengan matahari, ia pun bergegas mandi dan bersiap untuk ke sekolah.


ia ingat akan rencananya semalam dan hal itu membuat Arletha lebih bersemangat untuk memulai hari ini.


tak lama setelah itu, Arletha siap untuk berangkat sekolah.


.


.


.


di sekolah, dia belum menemukan siapapun di kelas. hanya ada tas dari beberapa orang tanpa pemilik di sampingnya.


"mungkin di kantin" batin Arletha.


menunggu sendiri di kelas selama beberapa saat, kemudian datanglah Fifi seorang diri. Arletha sudah memasang senyum manisnya dan hanya di balas senyum tipis oleh Fifi.


"ternyata sepinya kelas saat ini ada gunanya juga ya hehe" batin Arletha.


dan kini Arletha pun akan memulai rencananya. dia mendekati Fifi dan duduk di depannya lalu berkata " hai Fi, nanti sore mau ke mana nih? ada acara gak?"


"aku sih di rumah aja Let gak ada acara apa-apa kok. emang kenapa?" jawab Fifi.

__ADS_1


"ya enggak apa-apa sih, aku cuma mau ngajak kamu keluar gitu. ke taman atau ke cafe atau ke manapun gitu. gimana kamu mau? cuma kita berdua aja kok" tanya Arletha dengan senyuman manis yang sulit untuk ditolak.


Fifi masih bimbang. ada apa sebenarnya. itulah yang ada di benaknya. dia juga tak tega jika menolak Arletha, tapi kalau Arletha akan ikut mengungkit masalah ini apa yang akan aku lakukan?


akhirnya setelah perdebatan panjang dengan dirinya sendiri dia pun akan menjawab ajakan Arletha. menghela nafas dalam dan Fifi pun berkata "baiklah nanti pulang sekolah kita akan pergi. tapi


belum sempat melanjutkan kata-katanya, Arletha menyela


"udah gak apa-apa kok Fi. tenang cuma kita berdua dan gak ada yang tahu selain kita dan Tuhan, okay. ya udah ya bentar lagi pasti ramai. semangat ya aku ke sana dulu" setelah mengatakan ini, Arletha pun kembali ke kursinya. tak lama banyak anak-anak yang berjalan masuk ke kelas dan saling menyapa dengan Arletha. ya, hanya Arletha dan tidak dengan Fifi.


pelajaran pun dimulai seperti biasa. dan setelah jam pelajaran terlewati, kini saatnya berganti dengan jam istirahat.


Arletha yang merasa sudah lama tidak merasakan ketenangan di taman belakang pun mengajak Wini untuk melakukan kebiasaan lama mereka ini.


keluar kelas, membeli cemilan di kantin dan menuju taman belakang untuk menghabiskan waktu istirahat dilakukan lagi oleh Arletha dan Wini.


"lama ya Win kita gak kayak gini lagi" ucap Arletha.


"iya nih, rindu juga apalagi kalo ada kak Sandy sama kak Ikhsan pasti seru. by the way kok aku ngerasa rindu ya sama suasana kita yang dulu. tapi bukan untuk anak-anak kelas loh Let. aku rindu kita berempat yang biasa istirahat di sini" Wini


"ya begitulah Win. kak Sandy sama kak Ikhsan lagi pada sibuk ngurusin acara osis sama yang lain jadi ya mau gimana lagi. gak bisa diganggu" Arletha.


mereka akhirnya menikmati suasana tenang di taman belakang dan tak sadar bahwa ada dua orang yang tengah memperhatikannya dari jauh.


"ya begitulah, mau gimana lagi?" ucap yang lain


"samperin?"


"yuk"


kemudian, dua orang tadi menghampiri Arletha dan Wini. tidak menimbulkan suara yang berarti dan tiba-tiba sudah ada di belakang mereka.


menghitung satu sampai tiga dan menjalankan rencana


"dorrr" ucap dua laki-laki itu.


"ahhhhh" kaget Arletha dan Wini yang sontak membuat dua laki-laki tadi tertawa keras dan kemudian duduk di antara mereka.


"ih kakak kok ngagetin sih. gimana kalo kita jantungan mau tanggung jawab emang?" sewot Wini sedangkan Arletha masih mengatur kekagetannya dan menenangkan diri.


"hehe iya iya maaf. mau bikin surprise nih. berhasil bikin kalian kaget kan?" ucap salah satu dari orang tadi yang merupakan Ikhsan dan ada Sandy yang masih tertawa.

__ADS_1


"hehe hai Let lama gak ketemu nih gak kangen ya sama aku?" tanya Sandy sok genit๐Ÿ˜‚


"hah. apa sih kak" jawab Arletha malu


"halah kalo kangen bilang aja Let gak dosa kok bener, sapa tahu ntar dapet sesuatu eakkk" sahut Ikhsan.


"kalo kak Ikhsan gimana? kangen gak sama Wini? wekk" jawab Arletha mengejek Ikhsan sambil menjulurkan lidahnya di akhir kalimat.


"ya jelas kangenlah. si Winikan diam-diam menghanyutkan hatikuhh" Ikhsan.


"apa sih kak. gombal aja" jawab Wini.


"wih gercep nih orang" sahut Sandy


"ya dong. kalo gak gercep takut diambil oranglah yakan Win" Ikhsan


Wini hanya diam sambil menahan malunya. dan mereka bertiga pun tertawa bersama.


"eh lusa ada pemilihan ketua exschool kalian mau nonton?" tanya Sandy sambil menyomot cemilan di sana.


"em kalo aku sih terserah Arletha aja kak. ngikut aja aku mah" jawab Wini.


"Let gimana?" Sandy.


"boleh kak. tapi gak janji ya. ntar kalo bisa pasti datang kok" jawab Arletha.


dan akhirnya siang ini, dijam istirahat, mereka berempat kembali merasakan suasana kebersamaan yang telah lama tidak mereka lakukan karena kesibukan dan masalah yang hadir tanpa diminta itu.


kebersamaan yang terasa singkat itu sudah harus berakhir sekarang karena jam istirahat telah usai. mereka berpisah dan akan kembali pada tempat di mana mereka seharusnya berada sekarang.


.


.


.


memulai pelajaran kembali, hingga jam pulang sudah menyambut. Wini yang akan mengajak Arletha pulang pun ditolak oleh Arletha karena alasan akan ke toilet dulu. Wini pun menawarkan diri untuk menemani namun ditolak secara halus oleh Arletha. dan akhirnya Wini memutuskan untuk lebih dulu keluar kelas dan pulang. diikuti oleh teman yang lain. sebelum beranjak keluar kelas, teman-teman yang lain akan pamit pada Arletha lalu pulang tanpa memberikan apapun pada Fifi yang juga masih di sana.


menunggu beberapa saat setelah kelas sepi, Arletha pun menghampiri Fifi dan mengajak dia keluar kelas dan menuju tempat yang akan mereka gunakan untuk mengobrol.


sambil berjalan menuju gerbang sekolah, Arletha bertanya ingin ke mana dan Fifi menjawab di taman kota saja.

__ADS_1


kini mereka mulai beranjak ke taman kota, ya hanya mereka berdua. tanpa tahu apa yang akan terjadi nanti....


__ADS_2