Setitik Pilu

Setitik Pilu
12. Tetap Semangat!!!!!


__ADS_3

"hari ini, Tyas pergi ke tempat barunya. aku di sini sendiri lagi. ku tunggu rencana indah Mu lagi Tuhan. Semoga hari ini semakin baik dan lebih baik lagi". batin Arletha


di sekolah kini aku melihat Kenzie yang terlihat baik-baik saja dan masih menampilkan eskpresi yang biasa saja. dia tertawa dan berbahagia bersama yang lain. aku tak masalah, karena bagiku buat apa aku iri dan merasa paling sedih. toh aku merasa tidak membuat suatu hal yang menyakiti mereka, selama bersekolah di sini aku selalu menjauhi konflik tidak mau terlibat dengan masalah. ya sudah, gak usah terlalu dipeduliin aja.


dalam belajar, aku tetap bisa bersemangat dan fokus untuk menerima materi. tak ku sia-siakan kesempatan belajar ini. akan ku manfaatkan sebaik mungkin. semoga akan menolong ku dikemudian hari.


kata kata Arletha memotivasi dan menyemangati dirinya.


------------------------


jam istirahat telah berdengung. Arletha tak berminat untuk pergi ke kantin, dia pun tidak merasa lapar. saat kelas sudah sepi, tiba-tiba Fifi mendatangi Arletha.


"gimana rasanya dicuekin temen baiknya. abis gitu ditinggal jauh lagi sama temen satunya. enak?" kata Fifi


tapi Arletha hanya diam sambil membaca bukunya. Fifi yang geram akan tingkah Arletha kemudian menggebrak meja Arletha dan berkata, "heh budek ya. jangan sok deh jadi orang. sok cantik banget sih. sok pinter. suka banget cari muka di depan semua orang. gak guna lu"


Arletha, dia hanya tersenyum menanggapi perkataan Fifi dan kemudian berkata "makasih yah udah perhatian banget, sampai tau banget tentang aku"

__ADS_1


"ih awas lu" jawab Fifi lalu pergi bersama teman-temannya.


Arletha kembali tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat kelakuan teman sekelasnya itu. dia pun kembali melanjutkan acara membacanya yang tertunda tadi.


--------------------------------


hari ini, dapat Arletha lalui dengan baik. dia mampu mengatasi masalah kecil yang menimpanya sendiri. setelah jam pulang berbunyi, dia tak langsung pulang ke rumah. Arletha kembali mengunjungi taman kota, tetapi kali ini dia sendirian.


menikmati indahnya taman di sore hari sendiri itu tak terlalu buruk juga. justru akan mendapatkan ketenangan saat seperti ini.


------------------------


walaupun kini Arletha ditinggal oleh teman baiknya, juga dijauhi temannya, dia sudah bisa mengontrol rasa cemasnya sedikit demi sedikit. yah tapi tetap saja saat sendiri di tengah kesepian dia akan menangis dan menumpahkan rasa pilunya, tetapi intensitas kesedihan Arletha sudah mulai berkurang. dia lebih terlihat tenang dan bersemangat saat di depan banyak orang.


di sekolah pun Arletha masih sendiri dan malas untuk keluar kelas saat jam istirahat. dia lebih sering menghabiskan waktu istirahat dengan membaca buku atau mendengarkan musik.


saat sindiran mulai terlontar dari mulut-mulut teman sekelasnya, Arletha berusaha tidak peduli dan menutup telinganya rapat-rapat. dia berusaha untuk positif thinking dan tidak mau mempedulikan hal yang bisa membuat semangatnya turun lagi.

__ADS_1


Arletha sudah berusaha sangat keras untuk bangkit, jadi dia tidak mau hanya karena omong kosong seperti ini akan membuat dia terpuruk terlalu dalam lagi. ya dia memang sedih dan kecewa. tapi, hal ini tidak akan dijadikan alasan untuk Arletha merasa sedih berkelanjutan.


Arletha akan berusaha semampunya untuk meraih cita-citanya dan berusaha sebaik mungkin mempertahankan apa yang telah dia punya dan dia raih saat ini.


itulah motivasi Arletha bisa bangkit dan bertahan dalam situasi ini.


-----------------------------


wah Arletha keren yah. kalo author ketemu orang kayak Arletha boleh deh saling sharing pengalaman 😅😅😅


bagaimana ya kelanjutan kisah Arletha? apakah akan ada suatu konflik lagi?


tentu saja dong ya, namanya juga hidup pasti ada aja kok masalah-masalah buat kita.


tunggu kelanjutannya yaa


kritik, saran, dan dukungan kalian sangat author harapkan teman-teman 😊😊

__ADS_1


__ADS_2