Simpanan Bos Berondong

Simpanan Bos Berondong
Lampu Hijau


__ADS_3

Baru kali ini, Latina merasa kecanggungan yang teramat sangat selama makan malam berlangsung. Bahkan untuk bersuara atau mendentingkan sendok ke piring saja ia harus hati-hati.


Rael mendorong piringnya menjauh, ia menggeleng karena ada sayur di sebelah ayam panggang. Naluri keibuan Latina muncul. Ia melotot pada Rael, dan membuat anak itu menarik lagi wadah makannya.


"Rael tidak suka sayur warna hijau ini."


"Kau harus memakannya, Sayang." Latina berbisik.


Dolty berdeham. "Ini di rumah Neneknya. Biarkan Rael makan apa saja. Kau jangan terlalu melarang."


"Maaf, Nyonya." Latina menunduk. Baru kali ini juga ia merasa tunduk. Ya, ini baru pertama menghadapi calon mertua karena sebelumnya, Latina sudah mengenal siapa keluarga Jason. Tidak ada rasa gugup waktu itu karena kedua keluarga sangat dekat.


"Maksudku, untuk malam ini saja. Biarkan Rael makan makanan yang dia mau." Dolty tersenyum mengatakannya.


"Iya, Sayang. Biarkan Rael untuk kali ini." Dean pun menyetujuinya.

__ADS_1


Dolty memanggil pelayan. Ia meminta mereka untuk membawakan berbagai cemilan manis yang telah dibuat. Melihat itu, Rael jelas menyukainya.


"Sebelum tidur, ingat untuk gosok gigi. Kau mengerti?" kata Dolty.


"Ya, Grandma."


Untuk kali ini saja Latina akan membiarkan Rael berada dalam kasih sayang neneknya. Bila ini berlanjut, maka Latina sudah mengerti apa yang terjadi pada Rael. Tentu saja, seperti ayahnya, yaitu Dean. Selalu mendapatkan apa yang diinginkan.


"Saat di rumah, kita bicara," bisik Latina pada kekasihnya.


Dean mengangguk. "Oke ...."


"Jadi, kau yang bernama Latina? Wanita yang telah membuat putraku berpaling pada segala hal," ucap Dolty.


Latina tersenyum. Ia tidak boleh gentar. Jangan sampai Dolty berhasil mengintimidasinya. "Saat itu, aku melihat Dean naik di atas podium memberi pidato. Tanpa sengaja mata kami saling memandang. Aku tersenyum, lalu bertepuk tangan atas kata-kata yang ia lontarkan. Tidak disangka setelah itu, dia menginginkanku. Bahkan membuat perjanjian agar bisa bersamaku."

__ADS_1


Cornor malah tertawa mendengarnya. "Kau mengingatkanku pada masa lalu, Nak. Aku juga dulu begitu. Dolty adalah wanita yang selalu kuinginkan. Dia selalu jual mahal. Tapi akhirnya, luluh juga."


"Sayang ...." Dolty menahan malu. Bisa-bisanya sang suami mengungkit masa lalu. "Dean, kau yakin akan pilihanmu?"


"Sangat yakin. Aku harus menikahi Latina karena cintaku juga Rael."


"Apa yang membuat wanita ini pantas menjadi bagian keluarga Cornor? Dia seorang janda. Belum lagi gosip mengenai pertunanganmu yang dulu. Kau tahu, Sayang. Menikah bukan hanya soal cinta."


"Mom, Latina berbeda dari wanita lain. Dia tidak peduli pada harta dan kekuasaanku. Buat apa dia pergi meninggalkanku selama lima tahun? Melahirkan tanpa suami dan membesarkan anak seorang diri."


"Lalu bagaimana dengan kekasihmu yang lain?"


"Aku sudah putus dengan Fiona." Dean menatap lekat ibu dan ayahnya. "Mom, hidup ini aku yang menjalankan. Aku ingin bahagia, dan itu bersama Latina. Mom dan Dad, mungkin berpikir jika wanita pilihanku tidak sederajat dengan kita. Itu terserah kalian. Yang kuinginkan adalah seorang ibu dan wanita kuat seperti Latina. Aku lebih tahu mengenai dirinya. Itu sebabnya, kalian setuju atau tidak, aku akan tetap memilihnya."


"Astaga!" Dolty sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi karena baru pertama kalinya Dean bicara serius mengenai kehidupannya.

__ADS_1


"Kalau begitu, bawa kami menemui orang tua kekasihmu," ucap Cornor.


TBC


__ADS_2