Simpanan Bos Berondong

Simpanan Bos Berondong
Gagal


__ADS_3

Malam ini, setidaknya Latina bisa bebas. Tapi, belum tentu untuk besok malam karena ia yakin jika Dean akan membuat perhitungan dengannya.


Jangan pikirkan itu dulu karena ada hal penting. Ia pulang lebih dulu sebelum Jason, dan menyiapkan makanan yang dibeli dari restoran.


Suaminya harus dibujuk untuk meminjam uang pada Jason lagi. Ini demi tujuannya agar pria itu menandatangani surat yang telah disiapkan. Mumpung Dean mau membantu karena waktu bersama pemuda itu tinggal sedikit lagi.


Suara mobil Jason terdengar, bergegas Latina menyambut kedatangan suaminya. Senyum manis ditampilkan, dan tadi ia sudah berdandan sedikit.


"Sayang!" Latina turun, lalu memeluk suaminya itu.


"Ada apa denganmu?" Jason merasa ada yang aneh pada istrinya. "Kau tidak bersama Tuan Dean malam ini?"


"Dia bersama kekasihnya malam ini. Jangan bahas dia. Lebih baik kita masuk dulu."


"Tunggu sebentar." Jason tidak mau membuang kesempatan.


"Ada apa?"

__ADS_1


Jason tersenyum, lalu ia mendekat. "Aku ingin menyentuh bibir ini."


Latina tidak bisa menolak. Sejatinya Jason adalah suami sah, pria yang berhak memiliki dirinya. Latina membiarkan itu. Ini hanya kecupan bibir. Jika Jason meminta lebih, maka Latina bisa mengingatkan pasal janji dan keadaannya saat ini.


"Cukup, Sayang. Kita masuk dulu." Latina menutup bibir Jason dengan satu jarinya. Bila tidak dihentikan, maka permainan ini akan berlanjut ke arah yang Jason sendiri tidak bisa menahannya. "Aku sudah siapkan makan malam. Kita makan bersama."


"Kebetulan sekali. Aku memang sangat lapar."


"Langsung ke ruang makan saja kalau begitu."


Belum saatnya untuk bicara. Latina membiarkan dulu suaminya mengisi perut yang lapar, barulah ia memberitahu niatnya.


Jason mengernyit, lalu ia menatap Latina. "Kau tahu dari mana?"


"Tadi aku bertemu dengannya. Lalu, dia bilang padaku bahwa kau menemuinya," Latina memandang lekat suaminya, dan dalam pandangan mata itu terlihat kesedihan, "sayang, jangan berikan perusahaan kita. Bagaimana nanti kehidupan kita selanjutnya?"


"Apa yang kau bicarakan ini, Latina? Bukannya kau sendiri ingin bebas? Kita bisa mulai dari awal lagi, asal kau bebas dari Dean."

__ADS_1


"Dia yang akan untung sendiri. Dia sudah bersamaku begitu lama, lalu kau ingin memintaku kembali dengan uang perusahaan?" Latina menggeleng. "Aku tidak akan merelakannya."


"Tapi, Tuan Dean itu seakan memonopolimu. Dia ingin memilikimu seutuhnya."


"Itu tidak akan terjadi. Jika dia berniat begitu, kita tinggal membongkar rahasianya kepada Berlin. Yang penting sekarang adalah menyelamatkan perusahaan. Aku sudah berkorban, Sayang. Lebih baik sekalian saja masuk ke jurang yang dalam."


Jason langsung memeluk istrinya. "Maafkan aku, Latina. Maafkan aku, Sayang. Ini semua karena diriku."


"Besok, kau temui lagi Dean."


"Iya, aku akan menemuinya." Jason memeluk, tetapi bibirnya menjelajah ke area bawah dagu, dan bahu.


"Jangan, Jason. Aku sedang tidak ingin melakukannya."


"Aku suamimu, Latina. Jangan menolakku." Jason menarik diri, menatap Latina dengan penuh harap. Ia ingin menyentuh istrinya, tetapi mengapa semuanya jadi sulit?


"Aku tahu, tetapi tunggu beberapa bulan lagi. Jangan buat masalah, Jason. Dean akan tahu nanti kalau kau menyentuhku. Lagi pula aku ini sedang hamil. Aku sudah bersama Dean, lalu melayanimu lagi. Aku tidak sanggup."

__ADS_1


"Baiklah." Jason pasrah jika Latina sudah berkata demikian. Ini terjadi karena memang dari dirinya sendiri yang menyetujui kontrak itu. Andai waktu bisa diputar lagi, Jason tidak akan menjadikan Latina sebagai tumbal.


TBC


__ADS_2