
Sudah menunggu selama dua jam untuk bertemu, tetapi Dean belum menampakan batang hidungnya. Kesal, ingin marah, tetapi ia tidak bisa melakukan itu karena Latina. Ia harus menandatangani surat yang sempat ditawarkan.
Sayangnga Jason tidak tahu kalau Dean akan telat datang ke kantor. Ia terburu-buru, dan lagi pula, ketika ia menghubungi Sebastian, asisten pribadi tersebut, tidak mengangkat teleponnya.
"Tuan, mari ikut saya." Seorang wanita sepantaran Latina tersenyum, lalu mempersilakan Jason untuk mengikutinya.
Jason menerima ajakan itu, dan ia dibawa ke ruangan rapat karena di sana Dean akan menemuinya.
"Tunggu di sini. Tuan Dean akan segera datang."
Jason mengiakan saja. Ia berharap memang Dean cepat datang. Ketika wanita itu keluar, tidak berapa lama, Dean muncul bersama Sebastian.
Melihat Jason, Dean merasa sangat lucu. Pria ini menunggunya, dan ia tengah bersama Latina tadi. Sarapan berdua, lalu meminta sebuah kecupan manis di pagi hari.
"Kau berubah pikiran?" Dean langsung saja duduk di hadapan suami Latina. Ia sangat menyukai situasi ini, di mana Jason yang memiliki istri, tetapi Dean yang menguasainya.
__ADS_1
"Ya, aku perlu pinjaman lagi untuk perusahaanku, tetapi aku tidak ingin bayarannya Latina. Aku akan membayarmu setiap bulan, seperti seorang debitur."
Dean tertawa kecil. "Tidak masalah. Aku membantu karena istrimu juga. Kau tahu, kan, kalau aku sangat puas padanya."
Dari bawah meja, Jason mengepalkan tangan dengan geram. Dean seakan mengejek kalau dirinya, pria yang berhak atas Latina tidak bisa apa-apa. Sementara Dean, malah merasakan kenikmatan luar biasa dari wanita yang ia nikahi.
"Aku juga melakukan ini karena istriku. Saat perjanjiannya selesai, kami bisa bersama lagi."
Sebuah senyum manis yang Dean berikan sebagai tanggapan atas perkataan Jason. Ia menggerakan dua jarinya pada Sebastian, dan laki-laki itu memberi map serta bolpoin kepada Jason.
"Baca dulu sebelum Anda tanda tangan. Perjanjiannya seperti kemarin, tetapi hanya ditambah sedikit saja," ucap Sebastian.
"Ya, aku akan cepat." Jason membaca pasal perjanjian pada lembar pertama dan kedua, lalu membubuhkan tanda tangannya di sana. Lembaran surat sekitar 20 puluhan tersebut harus di tanda tangani, dan ia tidak punya cukup waktu untuk membaca kalimat di sana. Jadi, Jason hanya membaca kontrak tersebut pada halaman yang ia anggap penting saja.
"Aku selesai." Jason menutup map tersebut.
__ADS_1
Dean mengangguk, lalu menyunggingkan senyumnya. "Uangnya akan kau terima dalam waktu dua jam."
"Terima kasih kalau begitu." Jason beranjak dari duduknya, begitu juga dengan Dean. Keduanya saling berjabat tangan, setelah itu, Jason mengundurkan diri.
"Aku sudah menuruti keinginannya. Nanti malam, ia harus melayaniku sampai puas." Dean terkekeh. Ia jadi bersemangat dan tidak sabar untuk pulang ke apartemen.
"Apa Tuan menyukai istri Tuan Jason?" Sebastian merasa kalau Latina ini adalah kekasih bagi Dean, sedangkan Berlin hanya mainan.
"Setelah ini, kau buat perjanjian baru. Latina setuju untuk menjadi simpananku selamanya."
"Kalau Nyonya Latina menyukai Anda, harusnya tidak memakai surat perjanjian, kan?"
"Kau tidak tahu Latina. Aku harus mengikatnya dengan surat-surat sialan itu. Kadang kelinci yang jinak pun bisa menggigit."
Sebastian mengerti apa maksud dari Dean. "Saya akan segera membuatkan perjanjian baru."
__ADS_1
"Selain itu, aku akan membuat Latina dan Jason berpisah."
TBC