Simpanan Bos Berondong

Simpanan Bos Berondong
Pergi


__ADS_3

Tanpa Latina perintah, air mata menetes begitu saja. Apakah ini kebahagian atau ini merupakan penderitaan yang mengharuskan dirinya berpisah dari Jason? Sesungguhnya, cinta itu masih ada. Tapi, sakit hati lebih besar ketimbang cinta itu sendiri.


Hari ini, ia telah bebas. Perjanjian ini berakhir bertepatan dengan hari pertunangan Dean dan Berlin.


"Sayang ...." Jason memeluk dari belakang. "Aku bahagia. Mulai besok, kita bisa hidup normal."


"Kita bisa merayakannya dengan makan malam. Kau mau?"


"Bukannya kau akan menghadiri acara pertunangan itu?" Jason sedikit kaget karena ia tahu Latina tidak bisa menghindari undangan tersebut.


"Aku bisa datang, lalu pergi. Lagi pula hanya menunjukkan wajah saja. Dean tentu tidak akan memintaku melayaninya di hari terakhir ini."


"Aku juga sangat menginginkannya." Jason kembali memeluk Latina. Ia bergeser ke samping, meraih dagu istrinya, kemudian mendaratkan satu kecupan di bibir.


Dengan kelembutan, Latina membalas kecupan dari suaminya. Lidah yang saling bertautan, bibir yang basah, menandakan bergairahnya penyatuan ini.


Sebentar lagi, Jason akan memiliki Latina seutuhnya. Menjadi istri sesungguhnya, dan kali ini ia tidak akan menyia-yiakan perempuan yang berhasil menempatkan diri dalam hatinya.

__ADS_1


Jason mengusap ujung bibir Latina yang basah. Ia menatap, lalu mengulangi lagi permainan bibir itu.


"Aku akan menunggumu di restoran biasa," ucap Jason.


Latina mengangguk. "Ya, aku akan datang."


Selesai dengan kemesraan itu, Jason keluar dari rumah, meski hari masih sore. Sementara Latina mulai menghias diri dan memilih gaun yang akan ia kenakan nanti malam.


Waktu menunjukkan pukul tujuh malam, dan tamu undangan mulai berdatangan ke hotel bintang lima, di mana pesta pertunangan itu dilangsungkan.


Namun, Dean membenci hari ini lantaran bertepatan dengan berakhirnya perjanjian antara dirinya dan Latina. Harusnya ia bisa menghabiskan waktu malam ini bersama simpanannya. Lalu memulai kembali hubungan terlarang ini, dan tentunya dengan kesepakatan yang baru.


Dean menoleh, lalu tersenyum. "Seperti yang Mom lihat."


Wanita itu berjalan mendekat. "Kau sangat tampan, Nak." Ia meraih wajah Dean, lalu mengecup keningnya. "Tamu-tamu sudah datang. Keluarlah. Berlin juga sudah menunggumu."


Dean mengangguk. "Ya, aku memang ingin keluar."

__ADS_1


Siapa tahu Latina sudah datang. Dean yakin simpanannya itu akan datang sendiri lantaran ia telah memerintahkan agar Jason tidak datang. Jika punya kesempatan, Dean akan bersama Latina. Bermain 10 sampai 15 menit tidak masalah. Seperti yang ia lakukan bersama Latina di hari ulang tahun Berlin. Ah, menyenangkan bila mengingatnya.


"Dean ...." Berlin tersenyum ketika kekasihnya telah datang.


"Kau sangat cantik." Dean mengulurkan tangan yang disambut oleh Berlin dengan penuh bahagia.


Acara akan segera dimulai. Dean langsung menggandeng lengan Berlin, lalu berjalan bersama menuju ruang pesta.


Tamu yang hadir bertepuk tangan ketika melihat mereka telah tiba. Pembawa acara segera memberitahu untuk segera melaksanakan acara tukar cincin.


Namun, Dean tidak melihat Latina. Ia tidak bisa fokus hanya karena ingin mencari wanita itu.


Sementara di sisi lain, yaitu di restoran, Jason juga menunggu istrinya. Ia masih setia duduk di kursi yang telah dipesan sebelumnya.


Waktu terus bergulir hingga pukul 10 malam. Latina tidak datang ke restoran maupun ke pesta pertunangan. Sampai pada akhirnya kedua tempat itu harus tutup dan acara pertunangan berakhir, Latina juga tidak menampakkan batang hidungnya.


"Di mana dia?" ucap Jason dan Dean yang sama-sama mencari Latina, tetapi berbeda tempat.

__ADS_1


Tanpa keduanya tahu, Latina sudah berada dalam pesawat. Ia hanya menunggu pilot menerbangkannya ke negara Spanyol.


TBC


__ADS_2