Simpanan Bos Berondong

Simpanan Bos Berondong
Milik Dean


__ADS_3

Sejumlah uang yang dijanjikan Dean telah diterima oleh Jason. Ia bisa memulai lagi usaha yang lebih baik dengan uang itu. Tahun ini begitu berat, dan Jason tidak fokus pada pekerjaan.


Semua ini karena wanita. Pertama Latina, lalu Nelis. Kematian ibunya, terbongkarnya rahasia perjanjian dengan Dean. Sungguh sesuatu yang buruk.


Jason ingin memperbaiki semua ini. Memulai kembali kehidupan pernikahan harmonis bersama Latina. Jika dibilang cinta, Jason tidak lagi percaya. Ia nyaman bersama istrinya. Cinta itu hanya nama, tetapi sebenarnya logika dan rasa nyaman itu yang bisa membuat sepasang kekasih terlibat dalam satu hubungan pernikahan.


Sayang sekali malam ini Latina tidak bisa bersamanya, bahkan ketika Jason menelepon untuk mengajaknya makan siang, Latina juga bilang tidak bisa. Istrinya akan bersama Dean dan tengah bersiap.


Menyesal sudah pasti. Tapi, ini juga demi kebahagian mereka. Jason berjanji pada dirinya sendiri. Ia harus bangkit demi membahagiakan Latina.


Ketukan pintu terdengar, Jason menyuruh seseorang di luar sana untuk masuk ke ruangan. Rupanya office boy yang membawa paper bag makanan.


"Maaf, Tuan. Ada titipan makanan."


"Dari siapa?"


"Anda bisa melihat namanya di kertas ini." Pelayan menyerahkan paper bag warna cokelat, yang langsung diterima Jason.

__ADS_1


"Oke. Terima kasih, kau boleh pergi."


Setelah pelayan itu keluar, Jason menarik kartu nama di kantung makanan tersebut, lalu membaca nama si pengirim. Ia tersenyum.


"Dia memang istri yang baik. Latina tidak pernah lupa mengurus diriku."


Makanan itu memang dari Latina. Jika sudah begini, maka Jason tidak akan terlalu kecewa. Di saat istrinya bersama Dean, tapi ia tetap di perhatikan. Karena sesungguhnya, Latina mencintai dirinya.


Dari bandara, Latina singgah sebentar ke supermarket, lalu pergi ke apartemen milik Dean. Janjinya mereka akan makan malam, tetapi Dean ingin makanan itu dibuat oleh wanita simpanannya.


Malam ini, Latina juga akan memberikan persembahan terbaik untuk pemuda itu karena berhasil membujuk Jason menandatangani perjanjian baru.


Pukul tujuh malam, semua sudah beres. Menu makan malam tersedia, lalu Latina juga sudah memakai baju tipis yang ia tutupi dengan jubah satin. Warna maroon ini begitu cocok. Tubuhnya juga semakin berisi karena hamil.


"Sepertinya aku harus mengurangi karbohidrat. Jangan sampai tubuh ini berisi di saat perjanjian bersama Dean belum selesai. Pria itu pasti curiga."


Latina memutar tubuh ke kiri dan ke kanan seraya melihat postur tubuhnya di cermin. Ia juga memperbaiki rambut dan riasan wajahnya. Jangan lupa menggunakan parfum yang akan membuat Dean bertekuk lutut.

__ADS_1


Terdengar suara pintu yang dibuka. Latina bergegas keluar kamar, dan siap menyambut Dean yang telah datang.


Pria itu bersiul saat melihat wanitanya. "Kau cantik, Sayang." Dean berjalan menghampiri, lalu memberi kecupan di bibir. "Ada apa ini?"


"Dia sudah tanda tangan, kan?"


"Kau bisa lihat sendiri." Dean menunjukkan tas kerjanya di hadapan Latina.


"Malam ini aku milikmu, Sayang." Latina mengalungkan kedua lengannya di leher Dean, lalu mendaratkan satu kecupan bibir.


"Aku tidak tahan." Dean tahu ia normal. Tapi, tidak boleh sedikit saja bersentuhan bersama Latina, miliknya langsung naik.


"Kau harus makan dan mandi. Setelah itu, aku milikmu."


"Oh, aku hanya ingin memakanmu."


Latina tertawa. "Kau akan bertambah kuat setelah makan."

__ADS_1


Dean mengembuskan napas panjang. Ia pasrah. "Baiklah ... aku mandi dulu."


TBC


__ADS_2