
Seperti yang Manda katakan, Latina mengunjungi sekolah yang diberitahu kekasih Harry itu. Memang benar, kantor wanita itu bekerja tidak jauh dari sekolah yang akan Rael datangi. Sedangkan di depannya atau seberang dari gedung pendidikan taman kanak-kanak, terdapat sekolah dasar.
"Rael, bagaimana gedung sekolahnya? Tempat ini hampir sama dengan sekolahmu di Palma, kan?" Latina mengusap puncak kepala putranya. Ia sengaja datang bersama sang anak agar Rael bisa menentukan pilihan sekolahnya sendiri.
"Iya, Rael suka. Tamannya besar, Mom."
"Sungguh? Sekolahnya juga dekat dengan kantor Bibi Manda. Jika Mom terlambat menjemputmu, Bibi yang akan datang. Rael tidak apa-apa, kan?"
Anak itu mengangguk. "Oke!"
"Ayo, kita temui gurunya. Apa mereka bisa menerima murid tampan di sini?"
Yang namanya anak-anak. Ketika sudah memasuki halaman sekolah, Rael melepaskan diri dari ibunya, dan langsung menuju arena permainan.
"Sayang, kita temui dulu gurunya."
"Mom saja." Rael asik bermain perosotan hingga tidak peduli pada seruan sang ibu.
"Rael!" Latina menatap tajam putranya.
"Aku datang, Mom."
__ADS_1
Latina tersenyum. "Anak manis."
Dengan kepala tertunduk, Rael mengikuti Latina menuju kantor kepala sekolah. Sebutan anak manis melekat padanya, padahal ia tidak suka. Lebih suka bila disebut sang jagoan.
"Halo, Rael." Wanita berkacamata menyapa dengan ramahnya ketika Latina sudah memperkenalkan mereka berdua.
Rael hanya sedikit menyunggingkan senyum. Ia lebih tertarik pada mainan yang ada di meja, dan Latina menyunggikan senyum tidak enak karena sikap tidak ramah putrinya
"Maaf, Miss. Rael memang begitu terhadap orang baru."
Wanita itu tersenyum. "Tidak apa-apa, Nyonya. Kita bisa melanjutkan obrolannya."
Latina memberitahu tujuan kedatangannya, dan syukurlah sekolah itu masih bisa menerima seorang murid dan Rael akan ditempatkan di kelas A orange.
"Jadi, mulai Senin, Rael sudah bisa sekolah?" Latina mencoba memastikan lagi.
"Iya, Nyonya. Karena besok adalah Weekend, sekolah akan dimulai Senin depan."
"Terima kasih, Miss."
Setelah berbincang beberapa lama, Latina dan kepala sekolah itu mengajak Rael melihat ruangan yang akan menjadi kelasnya. Sesuai namanya Orange, maka kelasnya didominasi dengan warna putih dan oren.
__ADS_1
"Apa Rael suka?" tanya Latina.
Rael memandang setiap anak yang melihatnya. Ia melambaikan tangan dan dibalas oleh mereka semua. Termasuk guru yang begitu ramah. Tidak ada kata protes dari Rael, dan anak itu menyukai sekolahnya.
Selesai semuanya, Latina dan Rael undur diri dan bertepatan dengan bel sekolah berbunyi. Kelas bubar dengan anak-anak yang keluar dengan membawa tas mereka.
Ketika keluar dari gedung, sudah banyak orang tua yang menjemput buah hati mereka. Sementara di gedung sekolah sana, terlihat masih sepi. Tapi, ada sebuah mobil hitam yang masuk ke halaman gedung tersebut.
Latina memperhatikan kendaraan mewah itu. Entah ini perasaannya atau apalah, ia ingin sekali melihat siapa si pengendara mobil tersebut.
Tidak lama ada seorang wanita yang berjalan cepat ke arah mobil itu dengan senyum mengembang. Ya, pintu itu terbuka, dan Latina dapat melihat kaki seorang pria.
"Mom!"
"Ya, Sayang?" Latina mengalihkan pandangan ke Rael. "Ada apa?"
"Rael mau es krim. Bolehkah?"
Latina mengangguk. "Hadiah untuk anak Mom yang manis."
"Bukan manis, Mom. Tapi, jagoan."
__ADS_1
"Bagi Mommy, kau manis." Latina kembali memandang ke depan. Sayang sekali ia terlewat. Mobil itu sudah mau keluar dari halaman sekolah.
TBC