Simpanan Bos Berondong

Simpanan Bos Berondong
Minta Bertemu Cucu


__ADS_3

Mata sang ibu tidak berkedip memandang Dean. Meski sudah berumur, tetapi pendengarannya masih berfungsi dengan baik. Dolty tidak salah dengar. Dean mengatakan kalau ia benar memiliki anak.


"Maksudmu, Fiona hamil?"


Helaan napas Dolty terdengar. Ia tidak menyukai wanita itu bila mengingat statusnya. Tapi, ini sudah terjadi. Apa boleh buat, Dean harus bertanggung jawab.


"Bukan Fiona," ucap Dean.


"Kalau bukan dia, lalu siapa?"


Pikiran Dolty sudah ke mana-mana. Putranya masih tidak berubah dan sekarang memiliki anak, entah dari perempuan yang mana lagi.


"Anak laki-laki dan usianya lima tahun. Wanita itu pergi saat mengandung, dan aku tidak tahu." Dean masih menyesali hal itu. Ia sama sekali tidak peka terhadap Latina yang berbadan dua.


"Perempuan yang mana lagi?" tanya Dolty.


"Mom masih ingat perpisahanku bersama Berlin, kan? Ya, wanita simpananku itu. Dia mengandung, lalu pergi. Sekarang, ia kembali dengan membawa anak kami."


Dolty kaget mendengar hal itu. Ia tahu wanita simpanan yang dimaksud Dean, meski belum pernah bertemu langsung.

__ADS_1


"Kau yakin? Bukankah dia adalah wanita bersuami."


Dean mengangguk. "Rael memang anakku, Mom."


"Itu mungkin saja anak dari suaminya dan kau diminta untuk bertanggung jawab. Coba kau pastikan lagi. Jangan mau ditipu oleh wanita, Dean."


"Lalu untuk apa dia menyembunyikan anak itu? Dia pergi, kemudian kembali setelah bertahun-tahun. Mom tidak mengerti hubungan kami dan tentang Latina. Yang jelas, aku adalah pria pertama baginya, dan Rael adalah anakku."


Dean menegaskan agar Dolty tidak lagi menyanggah apa yang ia katakan. Tanpa dilakukan tes DNA pun Dean yakin jika Rael putranya. Tidak ada yang mengerti hubungan di antara ia dan Latina. Rumit jika dijelaskan kepada pihak luar.


"Jadi, kau akan menikahi ibu dari putramu dan meninggalkan Fiona?" tanya Dolty.


"Aku tidak ingin membicarakannya." Lebih tepatnya, Dean tidak tahu harus apa sebab ia menyukai Fiona karena wanita itu mirip Latina. Ia juga tidak mungkin memutus hubungan hanya karena Latina telah kembali.


"Mom tidak akan ikut campur. Tapi, bawa cucuku secepatnya ke rumah. Aku sangat ingin bertemu dengannya."


"Aku tidak janji kapan tepatnya. Kami telah membuat kesepakatan dalam mengasuh Rael. Aku harus meminta izin dulu pada Latina."


Dolty menggeleng akan sikap Dean. "Padahal aku ini ibumu. Tapi, kau sama sekali tidak cerita mengenai kejadian ini."

__ADS_1


"Sudah kukatakan tadi. Masalah ini rumit. Aku menyukai wanita bersuami."


"Baiklah, mom akan menanti kedatangan Rael itu." Dolty bangkit berdiri dari duduknya. "Mom pulang."


"Ya, sampai ketemu nanti." Dean berdiri, mendekat kepada sang ibu, kemudian memberi pelukan.


Dolty mengusap puncak kepala putranya setelah itu, melangkah keluar dari rumah putranya. Sang ibu pergi, Dean pun melanjutkan untuk menghubungi Latina. Ia sedikit kesal karena wanita ini mengabaikan panggilannya.


Sementara di rumah lainnya, Latina memang sengaja tidak mengangkat panggilan itu. Rael sudah tidur. Jadi, tidak alasan untuk menerima telepon tersebut.


Namun, ponsel itu tidak mau berhenti juga berdering. Dengan kesalnya, Latina mengangkat panggilan itu juga.


"Jangan ditutup!" ucap Dean dari seberang telepon sana. "Kau yang lebih dulu meneleponku."


"Aku salah pencet nomor." Alasan Latina agar pembicaraan ini lekas berakhir.


"Yang mengangkat teleponmu itu ibuku. Aku tengah mandi tadi, dan dia masuk ke kamar."


"Oh, begitu. Ya sudah." Latina langsung memutus sambungan telepon itu. Tersenyum, dan alasannya, ia sendiri tidak tahu.

__ADS_1


TBC


__ADS_2