Simpanan Bos Berondong

Simpanan Bos Berondong
Menjemput


__ADS_3

Dean tidak ingin lagi menanggapi ucapan Fiona tentang fakta yang sebenarnya. Setelah mengantar sang kekasih ke sekolah, Dean segera melajukan mobil ke kantor pengacara.


Yang menjadi fokusnya hanya Rael saat ini. Ia tidak peduli apa pun karena sudah terlalu lama perpisahaan antara ayah dan anak ini berlangsung.


Dean ingin terlibat dalam pengasuhan Rael. Ia bersedia hak asuh jatuh kepada Latina. Yang ia butuhkan adalah pengakuan dan pertemuan bersama Rael tanpa rintangan. Hidup akan lebih mudah bila semua berakhir damai.


Untuk apa yang dilakukan Fiona, memang benar ia sangat kecewa. Sebagai ayah kandungnya saja ia belum berani menghampiri Rael secara langsung. Lalu kekasihnya malah datang. Apa ingin mengatakan kalau ia adalah calon ibu tiri? Rael saja belum tahu siapa ayah kandungnya.


Pertemuan ini harus segera dilaksanakan. Dean harus bergegas. Menjelaskan dan memperkenalkan dirinya pada Rael tentang fakta ini.


Dua hari setelah itu, Latina tidak lagi menjumpai Fiona di depan sekolah putranya. Entah merasa tidak nyaman atau bersalah, Latina sendiri tidak ingin peduli. Malah ini bagus.


Fiona memang tidak dijumpai, tetapi malah pria yang tidak ingin ditemui berdiri tepat di depannya.


"Mom, itu Paman yang mengejar kita," kata Rael.


"Dean Cornor!"


"Aneh sekali rasanya mendengar kau menyebut nama asliku." Dean tersenyum, lalu ia membuka pintu mobil. "Masuklah. Kita harus bicara."


"Kau bisa menghubungiku untuk bicara mengenai hal pribadi."


"Sayangnya kau belum memberitahu nomormu. Masuklah. Biar aku antar dulu Rael ke rumah."

__ADS_1


Sepertinya Latina paham akan maksud Dean. Mungkin kesepakatan itu sudah selesai dibuat? Latina sendiri harus memastikannya. Ia membawa Rael masuk mobil dan itu membuat Dean senang. Ini bagai satu keluarga harmonis. Seorang ayah datang menjemput ibu dan anaknya.


"Apa Paman teman Mommy?" tanya Rael.


"Lebih dari itu." Dean menjawabnya dengan percaya diri. "Kau akan tahu nanti, Sayang."


Rael menoleh pada ibunya. Latina mengangguk dan artinya benar. Karena dengan begitu, Rael tidak akan lagi bersikap waspada terhadap orang yang baru ia kenal.


"Apa kalian lapar? Kita bisa makan dulu." Dean menawarkan karena ini sudah waktunya makan siang bersama.


"Tidak!" Latina menjawab demikian, sedangkan Rael beda lagi.


"Iya!"


"Kita singgah dulu ke restoran. Aku tahu tempat yang ada ruang bermainnya."


"Di sini tempatnya?" tanya Latina.


"Ya, dua blok dari sini, apartemen kita."


Benar-benar lucu. Apartemen kita? Latina geli mendengarnya. Bangunan itu hanya berlaku saat ia menjadi simpanan saja. Ia tidak protes karena bersama Rael, dan sepertinya Dean ini sengaja.


Mereka mencari tempat duduk, dan Rael langsung berlari ketika melihat tempat bermain. Anak itu sungguh sangat aktif. Selagi memesan makanan, sebaiknya Rael memang disitu.

__ADS_1


"Kesepakatannya sudah selesai dibuat. Kau boleh membacanya dulu agar kita bisa saling merasa tidak dirugikan sama sekali," ucap Dean.


"Kau membawa berkasnya?"


"Ada di dalam mobil. Mulai sekarang, kau harus memperkenalkan aku pada Rael."


"Kekasihmu datang menemui putraku. Apa dia sudah tidak sabar untuk menjadi ibu tiri?"


"Aku tidak ingin membahas Fiona. Ya, aku kecewa padanya. Aku sempat memarahinya."


"Dia pasti sangat kecewa. Kau harus membujuknya."


"Kau cemburu?" Dean menyunggingkan sebelah sudut bibirnya.


"Dari mana datangnya pemikiran seperti itu?" Latina tidak terima dituduh sembarangan.


"Dari kata-katamu. Kau marah aku punya kekasih? Lalu, siapa Harry itu?"


"Hanya dalam beberapa hari saja aku tiba di negara ini, kau sudah menyelidikiku."


"Rupanya dia adalah kartu As yang kau sembunyikan. Kau memang pintar, Latina. Karena dia, aku tidak bisa melacakmu."


"Kau mencari Bibimu ini rupanya."

__ADS_1


Dean terdiam mendengarnya. Ia kehabisan kata-kata menyela Latina. "Sekarang kau telah kembali. Aku tidak akan lagi melepasmu."


TBC


__ADS_2