Simpanan Bos Berondong

Simpanan Bos Berondong
Setuju


__ADS_3

Ini terlalu tiba-tiba. Bertemu dengan keluarga konglomerat seperti Cornor rasanya hanya bisa dalam mimpi. Seumur hidup, Latina tidak pernah ingin berurusan dengan orang yang sangat kaya.


Namun, nasib telah menentukan garis hidup seseorang. Latina telah berkali-kali ditiduri, bahkan melahirkan keturunan keluarga Cornor.


"Hei, kenapa kau malah bengong?" Dean melambaikan tangan ke wajah Latina. "Aku sangat lapar. Berikan aku makanan."


"Ini juga salahmu. Kau malah meniduriku di sini." Latina jengkel, tetapi juga menikmati permainan barusan. "Dean, buat apa aku menemui orang tuamu?"


"Kau malah bertanya? Tentu saja memperkenalkan kau pada mereka. Pada cucu yang ingin mereka temui. Aku juga bicara mengenai pernikahan."


"Apa?"


Dean malah kaget karena suara Latina. "Kenapa kau kaget? Aku harus menikahimu, kan?"


"Ini terlalu cepat."


"Apanya yang cepat? Kita berpisah selama lima tahun. Aku mencintaimu dan kau mencintaiku. Apalagi yang perlu kita tunda?"

__ADS_1


"Siapa yang mengatakan kalau aku mencintaimu?"


"Kalau kau tidak cinta padaku, kau tidak mungkin bersedia kutiduri."


Latina kalah pada mulut Dean. Masalahnya adalah masa lalu pria ini. Baru beberapa jam saja putus, sekarang malah membicarakan soal pernikahan. Apa ini tidak keterlaluan untuk seorang Fiona? Bagaimana jika mantan kekasih Dean ini tidak terima? Latina sudah membayangkan kemungkinan terburuknya.


Dean meletakan tangan di atas jemari Latina, lalu mengenggamnya. "Apa yang membuatmu ragu? Seharusnya kita memang menikah, kan? Rael pasti senang melihat kita bersatu. Ah, aku jadi teringat pada salah satu temanku. Dia punya nasib yang sama sepertimu."


"Siapa?" Latina penasaran.


"Sia. Dia kenalan saat aku mengunjungi Roma. Hamil di luar nikah, dan mantan kekasihnya tidak mau bertanggung jawab. Aku tidak ingin kau seperti dia. Aku mencintaimu dan seharusnya kita bersatu."


"Bukan begitu, Sayang. Kami cuma kenalan tanpa disengaja. Lupakan soal dia. Sekarang habiskan sarapanmu. Kita harus menjemput Rael dan aku akan menghubungi orang tuaku tentang kedatangan kita."


Selesai sarapan, Latina dan Dean langsung pergi menjemput Rael. Tentunya mereka tidak langsung mengunjungi kediaman Cornor. Masih banyak waktu dan dihabiskan oleh Dean bersama keluarga kekasihnya.


"Jika dia serius, maka boleh saja, Latina." Eliza mengharapkan yang terbaik bagi anak semata wayangnya. Dean bertindak cepat dan memang harusnya begitu sebelum ada pria lain yang merengkuh wanitanya.

__ADS_1


"Jantungku berdebar setiap mengingat perkataannya. Bagaimana jika orang tua Dean tidak menerimaku? Mom tahu sendiri jika orang kaya lebih menyukai pernikahan bisnis."


"Dean bahkan mengakhiri hubungan pertunangannya saat kau melarikan diri. Kalau dia mencintaimu, dia akan memilihmu, Nak."


Latina mengangguk. "Mom benar. Tapi, aku seperti perempuan perebut? Aku telah mengambil Dean dari pelukan wanita lain."


"Jika kau menolak, lalu memaksa Dean melanjutkan hubungan asmaranya bersama wanita itu, apa kau yakin mereka dan kau akan bahagia? Dean menderita karena tidak bisa mendapatkanmu. Fiona nelangsa cintanya bertepuk sebelah tangan. Lalu, kau dan Rael, tidak dapat bersatu dengan pria yang kau cintai. Sayang, semuanya pernah terluka."


Latina mengangguk. "Aku akan bersiap menemui orang tua Dean."


Cepat atau lambat semuanya akan tahu mengenai hubungan ini. Orang tua Dean juga pasti ingin menemui cucunya. Soal terima atau tidak, biarlah jadi urusan belakangan. Jika belum bertemu, bagaimana bisa Latina mencari tahu tentang keluarga Cornor?


"Kau sudah siap, Sayang?" Dean tersenyum mendapati kekasihnya yang sudah rapi. "Rael, kau terlihat tampan."


"Dad, kita mau ke mana?" tanya Rael.


"Menemui kakek dan nenekmu."

__ADS_1


TBC


__ADS_2