Simpanan Bos Berondong

Simpanan Bos Berondong
Setuju Dipertahankan


__ADS_3

Ketika dokter sudah pergi, barulah Latina dapat bersuara. Tidak mungkin ia hamil. Tapi, selama bersama Dean, bisa dikatakan kalau ia memang melewatkan meminum pil KB, dan Dean juga tidak mengunakan pengaman saat menidurinya.


"Bagaimana ini, Jason?" tanya Latina. "Aku tidak mau dia tahu."


"Jelas Tuan Dean akan menyuruhmu menggugurkannya. Kenapa kau ceroboh, Latina?"


Latina terisak mendengar ucapan suaminya. "Apa aku harus jelaskan bagaimana ini terjadi? Jason, aku tidak ingin bertengkar."


Jason paham. Latina sudah pasti tidak mengerti tentang hal ini, dan mungkin juga istrinya itu lupa mengonsumsi pil pencegah kehamilan. Memang benar karena Latina lupa untuk menelan pil itu.


"Lebih baik kita periksa ke dokter kandungan dulu. Siapa tahu dokter tadi salah." Jason mencoba untuk menenangkan istrinya. Ia mendekat, lalu memeluk Latina.


"Bagaimana jika benar?" Latina mendorong suaminya. "Jason, aku tidak mau sampai Tuan Dean tahu. Aku tidak mau membuat anak ini digugurkan. Dia anakku!"


Sungguh di luar dugaan. Latina ingin mempertahankan bayi milik pria lain. Lalu, bagaimana dengan pernikahan mereka. Jason tidak setuju. Bayi itu harus digugurkan. Mumpung belum besar.


"Latina, aku ini suamimu. Aku tidak mau menerima anak orang lain. Aku akan beritahu Tuan Dean. Dia harus tahu mengenai kondisimu saat ini."

__ADS_1


"Aku tidak akan memaafkanmu jika kau melakukan itu. Aku menurutimu, Jason. Kali ini, turuti aku. Hanya beberapa bulan lagi perjanjian sialan itu berakhir. Aku lepas dari Dean dan kau bisa menceraikanku," ucap Latina.


"Apa yang kau bicarakan, Latina? Aku tidak ingin berpisah darimu!"


"Kalau begitu, bantu aku. Sembunyikan kehamilan ini."


"Pikirkan nanti saja. Kita harus segera ke rumah sakit. Kau siap-siaplah. Aku tunggu di luar." Jason beranjak dari posisinya, lalu berjalan keluar kamar. Sementara Latina menghapus air mata yang sempat menetes di pipi. Ia bergegas turun dari tempat tidur untuk berganti pakaian.


Bagi Jason, ini masalah yang betul-betul rumit. Bisa-bisanya Latina hamil anak orang lain. Begitu juga dengan dirinya yang mempunyai anak dari Nelis.


Jason menolehnya, lalu mengangguk. "Kita berangkat sekarang."


Keduanya berjalan keluar rumah. Jason memperhatikan sang istri dengan membuka pintu mobil. Sebelum masuk, ia berharap jika diagnosa dokter tadi salah. Latina tidak hamil. Jason menyakinkan itu pada dirinya. Sialan! Harusnya Dean memakai pengaman. Bukan seenaknya membuang cairan itu ke dalam rahim Latina. Bagaimanapun, wanita yang pria itu tiduri adalah istri orang. Jason menyesal karena ia lupa mencantumkan pasal itu ke dalam surat perjanjian.


Sekitar 45 menit, mereka tiba di rumah sakit. Jason mendaftar dulu, lalu menunggu lagi sampai nama mereka dipanggil.


"Aku takut," ucap Latina.

__ADS_1


"Tenanglah."


Keduanya masuk ke ruang dokter ketika nama Latina dipanggil. Langsung saja Latina di suruh berbaring di atas ranjang pemeriksaan oleh dokter wanita yang memiliki rambut merah. Wanita itu ramah terhadap pasiennya, dan Jason sedikit segan.


Sang dokter tersenyum ketika ia menemukan sebuah titik hitam di layar. Jason yang melihat dari monitor di atas, hanya bisa mengusap wajahnya. Ia juga punya mantan kekasih seorang dokter kandungan. Setidaknya Jason tahu apa arti titik hitam itu.


"Selamat, Nona. Anda hamil."


"Sungguh?" Latina kembali mempertanyakan itu.


"Ya ... usianya sekitar enam minggu."


Latina tersenyum. "Terima kasih, Dokter."


Bagi Latina ini berkah karena ia mendapatkan sebuah hadiah, meski tadi ia sempat ragu. Tapi Jason sudah berjanji akan menyembunyikan fakta ini. Jadi, ia tidak perlu khawatir.


TBC

__ADS_1


__ADS_2