
Jika Dean harus menanggung semua perbuatannya kepada Berlin, berbeda hal dengan Jason yang saat ini kaget dengan fakta yang mengejutkan.
Pagi hari, sebuah paket datang. Amplop cokelat berisi surat cerai dan Latina sudah menandantangani berkas itu dengan syarat yang Jason tidak terima sama sekali.
"Sialan!" Jason mengumpat, kemudian melempar kertas itu begitu saja. "Dia sudah merencanakan ini. Dia pura-pura mencintaiku!"
Kemarahan Jason tertunda ketika ia mendengar suara telepon. Awalnya Jason malas untuk mengangkat, tetapi ini panggilan dari kantor.
Jason menggeser tombol warna hijau, lalu mendekatkan ponsel itu ke telinga. "Hari ini, aku malas untuk ke kantor." Namun, suara dari seberang telepon sana membuat Jason kaget. "Apa?"
"Tuan harus segera datang."
"Aku ke sana sekarang!" Jason bergegas dengan mengambil kunci mobil yang tergeletak di meja.
Entah kejutan apalagi yang ia terima setelah surat perceraian itu. Jason berjanji pada dirinya sendiri kalau ia tidak akan pernah menyetujui perceraian dengan istrinya.
Ketika Jason tiba di sana, ia dihadapkan dengan seorang pria yang mengaku kalau perusahaan makanan yang dirikan oleh Verhaag, beralih menjadi milik keluarga Harry Clinton.
__ADS_1
"Kau bercanda. Bagaimana ini bisa menjadi milikmu, hah?" Jason saja tidak mengenal siapa pria ini. Lalu kenapa bisa perusahaan berakhir dengan nama Clinton?
"Kau sendiri tidak ingat?" Harry tertawa. "Istrimu dan aku sudah mencapai kesepakatan. Dia menjual semua aset dan itu atas persetujuanmu. Jika kau tidak percaya, silakan baca surat ini."
"Pemilik sebenarnya adalah ayahku!"
"Lihat saja berkasnya. Keluargaku tidak akan setuju kalau tidak ada persetujuan dari pihak yang bersangkutan."
Jason mengambil berkas merah tersebut, lalu membacanya. Perusahaan memang telah diambil alih oleh Latina, lalu dijual kepada Harry. Tapi, sejak kapan ini terjadi? Jason melempar berkas itu, lalu pergi begitu saja.
"Kau berpendidikan, tetapi tidak punya sopan santun." Verhaag sama sekali tidak mengenali sosok pria di depannya ini.
"Hentikan basa-basi ini. Dad pasti tahu apa yang terjadi. Perusaahan diambil alih dan kau malah tenang saja di sini. Semua kekayaan kita diambil oleh Latina!"
"Ya, aku tahu, dan aku membiarkannya."
Jason terkesiap. "Dad tahu semua ini? Kita tidak punya apa-apa sekarang!"
__ADS_1
"Tanda tangani surat cerai itu, maka aku akan berikan bagianmu."
"Yang benar saja." Jason tidak percaya kalau ayahnya sendiri bekerja sama dengan Latina.
"Ini semua karena kau. Latina menjual diri hanya untuk perusahaan. Jadi, pantas kalau perusahaan itu miliknya. Jika kau tidak ingin hidup melarat, maka tanda tangani surat perceraian itu. Aku akan berikan bagianmu. Kau beruntung karena kami masih berbuat baik."
"Di mana Latina, Dad? Dia mencintaiku!"
Verhaag menggeleng. "Tidak, Jason. Kau sudah kehilangan Latina sejak kau menjadikan dirinya seorang simpanan pria lain. Sebagai orang tua, aku sangat malu punya anak sepertimu."
Setelah mengatakan itu, Verhaag pergi meninggalkan putranya. Jason menangis, menyesal juga percuma. Verhaag tidak peduli. Tiada kata maaf bagi pria jahat seperti putranya, dan ia malu terhadap Latina dan sahabatnya.
"Aku berharap kau bahagia, Nak." Verhaag mengusap potret keluarganya. Di sana ada Latina, istri serta anak menantunya. "Jason memang tidak pantas untukmu."
Bahkan sampai akhir pun, Latina tetap menganggapnya sebagai ayah. Begitu juga Verhaag. Baginya, Latina adalah anak yang sebenarnya.
TBC
__ADS_1