Simpanan Bos Berondong

Simpanan Bos Berondong
No Daddy Baru


__ADS_3

Pertanyaan adalah mengapa Maxon bisa sampai di sini. Tidak mungkin seorang pria bermain ke taman hiburan sendiri tanpa seseorang yang ia bawa.


"Ini kebetulan sekali. Kau sedang apa?" Latina sungguh kaget.


"Lihat ini." Maxon menunjuk kamera yang menggantung di lehernya. "Kau pernah kuberitahu tentang pekerjaan sampinganku, kan? Aku bekerja paruh waktu dengan menulis, dan kali ini aku diminta untuk mereview taman hiburan ini. Tentu saja aku harus menunjukan tempat yang bagus."


Latina terperangah mendengarnya. "Wow! Kau sangat keren, Maxon."


"Biasa saja." Maxon tertawa. Lalu pandangannya teralih pada Dean dan Rael. "Kau pergi bersama suami dan anakmu?"


"Iya ...."


"Bukan ...."


Dua jawaban yang berbeda. Latina memandang tajam Dean yang telah memberi jawaban palsu pada Maxon.


"Mana yang benar?" Maxon jadi canggung. Mungkinkah keduanya tengah bertengkar saat ini Tapi, ia tidak tahu kalau Latina sudah menikah sebab wanita ini tidak mengatakannya saat mereka makan siang bersama.


"Yang kecil itu anakku dan pria itu memang ayahnya. Tapi, kami tidak bersama saat ini." Latina canggung menjelaskannya.


Lirikan mata Maxon berpindah dari Dean ke Latina, lalu ia mengangguk. "Sepertinya aku paham. Berarti, aku tidak merasa bersalah kalau ingin dekat denganmu."

__ADS_1


Wajah Latina bersemu merah mendengarnya. "Kau ini ...."


Maxon menyengir. "Kita lanjutkan saja lihat-lihat ikannya."


Karena Dean bersama sang anak, Latina punya waktu untuk bertanya mengenai apa saja yang tengah ditekuni Maxon saat ini.


Tidak jarang keduanya tertawa bersama, saling canda, dan ada kalanya mimik wajah Latuna berubah cemberut. Dean yang melihat itu jadi kesal sendiri sebab Latina tidak pernah begitu bebas ketika bersamanya.


"Dia siapa?" Rael memperhatikan interaksi antara ibu dan pria asing, bahkan Latina lupa untuk memperkenalkan mereka berdua.


"Sayang, kau tahu, kalau aku ini adalah Daddy-mu. Jika Mom bilang kau punya Daddy baru, katakan tidak. Kau harus menolaknya."


"Sekarang kau sudah punya Daddy. Jangan ada lagi Daddy lain di antara kita. Kau paham?" Dean menatap anaknya.


Rael mengangguk, meski ia tidak tahu apa maksud sebenarnya yang dikatakan oleh sang ayah. "Oke, Dad. Rael akan menolak."


"Kita harus membuat Mommy-mu sadar." Dean berjalan mendekat ke arah dua insan yang asik mengobrol sedari tadi. Ia berdeham. "Kalian terlalu asik untuk disebut sebagai teman."


Latina menoleh begitu juga Maxon. Astaga! Latina sampai lupa untuk memperkenalkan Maxon pada Dean dan putranya.


"Maxon, kenalkan, dia anak dan temanku, Dean." Latina bingung bagaimana menyebut Dean. Jika ia mengatakan kalau pria ini adalah ayah dari anaknya, maka ia sudah memberitahu Maxon tadi. Sekarang adalah perkenalan langsung. Jadi, Latina tidak akan menyebut status Dean yang terkesan memiliki dua makna.

__ADS_1


"Halo!" Maxon mengulurkan tangan. Memang pemuda ini terkesan begitu ramah.


"Dean Cornor." Sengaja Dean memberitahu nama keluarganya agar Maxon tahu siapa yang berhadapan dengannya saat ini.


"Sepertinya aku pernah dengar nama Cornor." Mencoba mengingat dan Maxon mendapati satu jawaban. "Tidak mungkin kau Cornor yang itu, kan?"


Dean mengangguk. "Hanya ada satu nama di negara ini, dan itu adalah aku."


Malah dengan situasi ini, Latina yang tidak nyaman. Dean pasti sengaja agar Maxon menciut di hadapannya. Bila dilihat dari penampilan, pembawaan, jelas keduanya sangat berbeda.


"Sungguh keberuntungan bisa bertemu Anda. Aku tidak menyangkanya." Maxon salah tingkah. "Kau tahu, aku pernah menulis tentang dirimu. Kau sukses di usia muda."


"Kuharap kau menuliskan hal baik."


"Maxon, ini putraku, Rael Anderson." Latina mengalihkan topik.


Pria itu berpaling pada Rael. "Halo, Jagoan."


"Hai, Paman!" Rael melambaikan tangan, lalu beralih pandang pada ibunya. "Mom, aku tidak mau punya Daddy baru."


TBC

__ADS_1


__ADS_2