
Hari pertama yang membuat Latina bersemangat. Ia bekerja di salah satu kantor majalah sebagai jurnalis.
Saat masuk ke gedung yang tidak terlalu besar, ia disambut oleh rekan seniornya. Ternyata, Latina diterima karena mengganti seorang wanita yang telah resign.
"Frank Jeremy. Senang bertemu denganmu. Duduklah dulu." Pria ini mengulurkan tangan dan Latina menyambutnya. "Kau menarik. Seharusnya memang ditempatkan di bagian depan." Frank tahu Latina bekerja di costumer service sebelumnya.
"Terima kasih." Latina tersenyum dan siap menerima arahan dari ketua editor.
"Aku sudah membaca riwayat kerjamu. Kau pasti baru dalam bidang ini, meski sama-sama bekerja di keuangan."
"Memang benar. Tapi aku akan berusaha untuk beradaptasi. Kurasa ini tidak sulit." Latina sedikit gugup.
"Kau hanya perlu mencari tahu tentang keuangan saja. Bursa saham, bisnis yang sedang tren, lalu menulisnya dalam sebuah artikel. Kadang kala kau juga harus ikut dalam konferensi yang berkaitan dengan perbankan."
Sepertinya Latina mengerti kenapa ia bisa diterima. Ia rasa kantor ini kekurangan pekerja. Ya, Latina mengerti karena gaji yang ditawarkan sangat rendah. Apa boleh buat, Latina mengambilnya daripada ia menganggur.
"Itu akan menjadi pengalaman baru untukku." Latina menampilkan senyum agar pria ini yakin ia bisa bekerja.
"Baiklah, selamat bergabung di Money and Rent." Kembali Frank mengulurkan tangan. "Mari, aku perkenalkan kau dengan rekan seprofesimu."
__ADS_1
Ia diperkenalkan kepada rekan seprofesinya oleh ketua editor, Frank. Pria dengan perut buncit dan berkacamata. Setelah perkenalan itu, Latina menempati posisinya.
"Hai, Latina. Aku Gia. Perkenalan tadi tidak sah."
Wanita ini duduk berdampingan dengan Latina yang dibatasi oleh sekat. Meja di sini dibuat semacam kotak khas ruang kantor, seperti yang lain.
"Hai, aku Maxon." Pria seumuran dengan Latina ini melambaikan tangan. Dia persis duduk di hadapan Latina, dan papan sekat sebagai pembatas.
"Di meja seberang sana ada Caron, Erge dan Chelsea," ucap Gia.
"Ya, aku tahu itu."
"Kau bisa menulis satu artikel dari pengalaman pribadimu," ucap Maxon, yang tahu kesulitan Latina. Saat Frank memperkenalkan mereka, pria itu juga menyebut kalau Latina pernah bekerja di bank Palma.
"Terima kasih sudah membantu." Latina tersenyum.
"Setelah ini, kau bisa membaca banyak artikel untuk referensi."
Latina jadi malu sendiri karena dibantu oleh Maxon. Ya, ia memang butuh bantuan untuk itu.
__ADS_1
"Aku akan mentraktirmu secangkir kopi untuk ini," bisik Latina.
"Aku menantikannya." Maxon tersenyum.
Sesuai janji, Latina mentraktir Maxon pada jam istirahat, dan kebetulan ia juga ingin bertanya mengenai pekerjaan. Untuk Rael, ia sudah mendaftarkan sang anak melalui jemputan bis sekolah. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal itu.
"Aku benar-benar takut jika artikel yang kutulis tidak diterima oleh Frank."
"Menurutku tadi lumayan bagus. Kau menjelaskan cara investasi untuk pemula. Asal kau tahu saja, aku juga tidak berpengalaman dalam bidang keuangan."
"Lalu, bagaimana kau bisa bertahan selama setahun?" tanya Latina.
"Cari pekerjaan sulit. Setelah kujalani, lumayan juga. Aku punya banyak pengetahuan setelah membaca buku, artikel, riset, dan mewawancari orang."
"Sangat keren. Aku juga mau seperti dirimu."
"Kau bisa menghubungiku kapan pun."
Senyum yang manis. Maxon, si pria sederhana. Rambut keritingnya terlihat imut. Serasi sekali dengan bola mata hijaunya.
__ADS_1
TBC