Simpanan Bos Berondong

Simpanan Bos Berondong
Rencana kembali


__ADS_3

Bukan hanya pertanyaan dari Rael saja yang menjadi beban. Kondisi sang ibu juga memprihatikan sejak kedatangan mereka di kota Palma.


Setahun yang lalu, musibah itu terjadi. Suratan takdir yang mengharuskan Latina berpisah dari ayahnya dan sang ibu dari suaminya.


Anderson tiada karena penyakit komplikasi yang ia derita. Pasangan sehatinya tiada, membuat kondisi Eliza menurun. Sang ibu kadang mengutarakan niatnya untuk kembali ke Amerika. Mengenang masa-masa yang ia habiskan bersama mendiang Anderson.


Ini menjadi dilema karena Latina takut Dean akan merebut Rael darinya. Kadang juga ia berpikir, kenapa harus takut? Mereka tidak punya hutang apa pun, dan Dean pernah mengatakan kalau tidak mau memiliki anak.


Namun, tetap saja. Perpisahan yang buruk, pasti menimbulkan hal yang tidak diinginkan. Latina pernah tidak jujur pada Dean. Dilihat dari sifat pria itu, Latina yakin jika tuan muda keluarga Cornor akan membuat perhitungan.


Ini bukan saatnya lemah. Latina terus menyakinkan dirinya. Ia bisa bebas, ia tidak terikat pada siapapun. Tapi, saat melihat Rael, ketakutan itu tiba-tiba saja hadir.


Kabar terakhir yang Latina baca melalui internet, Dean membatalkan pertunangannya bersama Berlin. Setelah itu, tidak ada kabar lagi sebab Dean telah menutup semua akun media sosialnya.


Di kota Palma, Latina bekerja sebagai pegawai bank bagian customer service. Ia bisa membiaya keluarga, dan uang dari penjualan properti Jason, juga menutup kekurangan.


Jika kembali ke Amerika, Latina belum tentu mendapat pekerjaan cepat. Terlebih tidak ada yang tersisa, kecuali rumah orang tuanya. Kembali ke sana berarti, harus mulai dari awal lagi.


"Mom!"

__ADS_1


Eliza menoleh pada putrinya. "Apa Rael tidak mau makan lagi?"


"Bukan, tapi Mom yang harus makan." Latina mengembuskan napas panjang. Makanan dalam piring masih belum disentuh. "Aku tahu kau mencintainya. Tapi, Dad pasti akan sedih bila melihatmu seperti ini. Kau kehilangan semangatmu."


"Ini faktor umur, Latina. Bukan karena mendiang ayahmu." Eliza tersenyum saat mengatakannya.


"Mom!" seru Rael yang berlari masuk ke rumah.


"Ada apa? Kau membuat semuanya kaget." Latina mengusap rambut putranya yang basah karena keringat.


"Erga ingin ke Amerika. Mereka akan liburan musim semi di sana," ucap Rael.


Rael mengangguk. "Ayo, Mom!"


"Kita butuh uang yang banyak untuk pergi ke sana. Mom tidak punya uang sebanyak itu."


"Yah!"


Semangat Rael turun mendengar penolakan dari Latina. Ia berjalan menunduk menuju sofa, lalu duduk di sana.

__ADS_1


"Rael, kembalilah ke kamarmu. Ini sudah sore dan kau harus mandi."


"Baik." Dengan malasnya Rael turun dari kursi, lalu melangkah pergi menuju kamarnya.


"Apa semuanya tidak ada yang tersisa? Jika ingin kembali, kita bisa minta bantuan," ucap Eliza.


"Bukan masalah uang, Mom."


Eliza tahu apa maksud dari Latina karena sudah sering membahasnya. Sang putri hanya takut pada buah hatinya yang bisa saja nanti diambil.


"Keluarga Cornor pasti tidak peduli. Buat apa kita takut? Atau kau di sini saja, biar Mom yang pulang. Aku sungguh tidak betah di sini, Latina."


"Aku tahu, Mom. Aku akan pikirkan semua ini. Perlu waktu untuk kembali pulang."


Eliza diam saja dan Latina tahu ibunya kecewa. Sungguh, ia tidak ingin membuat sedih. Dalam kondisi seperti ini, Latina ingin membahagiakan orang tuanya. Pengorbanan. Apa pun yang terjadi nanti, ia akan menghadapinya.


"Mom, kita akan pulang ke Amerika."


TBC

__ADS_1


__ADS_2