Simpanan Bos Berondong

Simpanan Bos Berondong
Kediaman Cornor


__ADS_3

Baru tiba di kediaman calon suami, Latina sudah berniat untuk pulang. Jantungnya berdetak kencang. Perutnya tiba-tiba mual serta telapak tangan terasa dingin.


Sayangnya, Latina tidak mengatakan ini pada Dean. Ia tidak ingin membuat pria itu kecewa, terlebih Rael terlihat sangat senang ketika melihat rumah yang halamannya saja seperti lapangan sepak bola.


"Ini rumah siapa?" Rael tidak berkedip memandang mansion yang berdiri kokoh di depannya.


"Ini rumah Daddy waktu masih kecil." Dean menyahut. "Buka sabuk pengamanmu, kita keluar." Ia beralih pada Latina. "Ayo, Sayang."


Yang diajak keluar mengangguk. Latina tidak bisa menghindar, meski ia ingin. Jika mau menjadikan Dean sebagai suami, maka harus menemui keluarga Cornor.


"Tuan Muda." Dua orang pelayan menyambut. Dean menyerahkan jas miliknya, lalu menyuruh Latina serta Rael melakukan hal sama.


"Ayah dan ibuku sudah menunggu, kan?" Dean tampak bersemangat karena ia telah mengatakan akan datang dengan membawa keluarga kecilnya.


"Sudah dari tadi."


Jantung Latina berdetak sangat cepat. Ia meraih tangan Dean. "Bagaimana penampilanku?"


"Kau cantik."

__ADS_1


"Apa gaun ini sesuai? Kurasa berlebihan." Latina memakai baju hitam dengan panjang selutut dan berlengan pendek.


"Ini cocok."


"Gaya rambutku?" Latina mencari tahu lewat internet mengenai orang tua kekasihnya. Ibu dari Dean jelas sangat modis dalam berpenampilan.


"Aku suka gaya kuciran rambutmu."


"Apa yang tidak kau suka dariku?" tanya Latina saking kesalnya pada jawaban yang kekasihnya berikan.


"Tidak ada. Aku suka semuanya." Dean mengecup sekilas bibir merah merekah kekasihnya. Ia memang sesuka itu pada Latina. Tidak ada keburukan di matanya. Semua terlihat sempurna.


Ketiganya masuk ke ruang utama. Dean merentangkan tangan agar dapat memeluk Nyonya Dolty. Sudah Latina duga kalau wanita anggun ini begitu sulit disentuh. Pembawaannya elegan, mahal, dan hanya orang tertentu atau yang diizinkan saja dapat bersentuhan dengan beliau.


"Ingat juga kau pada kami." Cornor menegur.


"Aku tidak ingin bertengkar denganmu." Seperti biasa, ayah dan anak ini terlihat tidak akur, meski sebenarnya ada kasih sayang di antara mereka.


"Kalian tidak pernah akur." Dolty beralih memandang Latina serta Rael. "Mom sudah tidak sabar dikenalkan pada dua orang tamu yang kau bawa."

__ADS_1


"Mereka bukan tamu, tetapi bagian dari keluarga kita." Dean tersenyum, lalu menghampiri Latina dan Rael. "Sayang, kenalkan, mereka ini adalah orang tuaku. Mom, Dad, dia Latina, calon istriku, dan ini Rael, cucu kalian. Cucu kandung kalian."


Sengaja Dean menekankan kata itu karena ia ingin kedua orang tuanya yakin dan tidak lagi menentang hubungan asmara yang ia jalani. Sedari awal, Dean muak dengan namanya pernikahan bisnis.


"Halo, Tuan, Nyonya, saya Latina, dan ini Rael, putra kami." Latina mencoba untuk tersenyum senatural mungkin.


"Halo, Grandma, Grandpa." Rael memeluk keduanya secara bergantian.


"Sebesar ini dan kau baru memberitahu kami?" kata Cornor.


"Berterima kasih pada Latina karena dia kembali padaku."


"Lihat, Sayang. Dia begitu mirip Dean waktu kecil." Dolty mengecup kedua pipi Rael. "Oh, Sayang. Ini Nenek dan Kakekmu."


"Kan, sudah kubilang kalau dia anakku," sahut Dean.


"Karena sudah di sini, lebih baik kita makan malam lebih dulu. Ayo, Sayang." Dolty sangat senang bisa bersama Rael. "Cornor, aku ingin kau mengurusnya."


"Aku akan mengaturnya."

__ADS_1


Latina tidak tahu apa yang dimaksud oleh Dolty kepada suaminya. Dean juga diam saja. Jika Rael diambil alih, ia tidak akan merelakan itu.


TBC


__ADS_2