Simpanan Bos Berondong

Simpanan Bos Berondong
Menikah


__ADS_3

Permintaan yang membuat keduanya kaget. Ya, Dolty tahu kalau putranya ini akan menikahi Latina. Tapi, tidak harus sekarang, kan? Di rumah sakit lagi.


"Mom rasa kau sudah gila karena dipukul dengan vas bunga."


"Mom, aku serius. Panggilkan seseorang untuk menikahkan kami. Untuk pesta pernikahan, biarkan saja menyusul. Aku ingin Latina segera menjadi milikku."


Dari ucapan Dean, terdengar sangat memelas. Pria ini sungguh ingin menikah detik ini juga, meski berada di ruang perawatan dalam keadaan terluka di bagian kepala.


"Sayang, kau harus istirahat. Setelah kau sembuh, kita akan menikah." Latina ikut menyahut karena sesungguhnya ia pun kaget akan permintaan dari kekasih hatinya ini.


Dean beralih menatap Latina. "Sayang, kau mencintaku dan aku mencintaimu. Lalu, apa yang salah? Kita menikah saja hari ini. Aku tidak mau lagi kau diganggu oleh pria lain. Kau harus menjadi istriku sekarang juga."


Dolty menghela, memijat keningnya yang tiba-tiba saja berdenyut karena permintaan Dean. "Tunggu di sini, Mom akan bicara pada ayahmu. Latina, kau hubungi saja orang tuamu. Suruh mereka kemari."


"Baiklah ...." Latina menjawab sembari memandang Dean. "Sayang, kau yakin?"


"Aku sudah meminta. Apa lagi yang kau ragukan? Kau mau, kan, Latina?"


"Ya, tentu saja."

__ADS_1


Yang dikatakan Dean memang benar. Mereka saling mencintai, dan seharusnya menikah. Namun, tidak harus mendadak seperti ini. Latina memandang Dean, ia kecup dengan lembut kening pria ini.


"Aku mau menelepon dulu."


Dean mengangguk. Ia memperhatikan Latina yang sedikit menjauh darinya, lalu memegang kepalanya yang diperban.


"Jason ... kau lihat saja nanti pembalasanku."


Merelakan kejadian ini? Tidak ada dalam kamus Dean Cornor. Ia disakiti, maka orang yang membuatnya seperti ini akan mendapat balasan dua kali lipat.


Sementara itu, Cornor juga kaget atas permintaan Dean yang ia dengar dari mulut istrinya. Ya, ia sependapat dengan Dolty. Dean menjadi gila karena pukulan vas bunga. Tidak waras karena cinta, takut jika kekasih hatinya diambil oleh pria lain.


Butuh waktu dua jam untuk mengumpulkan kerabat yang dipanggil. Ada Eliza, Verhaag, dan Rael. Lalu, Dolty, Cornor, asisten keluarga serta pria yang akan menikahkan sepasang kekasih ini. Cornor juga meminta dua orang suster wanita serta dokter untuk menjadi saksi pernikahan mendadak.


Acara dimulai, Dean dan Latina saling mengucapkan janji mereka di hadapan semua orang. Lalu Dean menyematkan cincin milik ibunya, yang dijadikan sebagai cincin nikah. Sebenarnya, itu bukan perhiasan biasa karena Dolty juga akan mewariskannya kepada istri Dean.


"Sekarang, kalian berdua telah resmi menjadi suami istri." Pria yang memakai setelan jas hitam ini, memberikan selembar kertas yang harus ditandatangani oleh Dean serta Latina.


"Selamat, Sayang." Eliza memeluk putri semata wayangnya ini. "Kau sudah resmi memiliki kehidupan yang baru."

__ADS_1


"Terima kasih, Mom."


"Selamat untuk kalian berdua." Cornor pun memeluk anak dan menantunya ini.


Dean menggenggam tangan Latina. "Sayang, aku sangat bahagia."


Latina tersenyum. "Iya, aku juga."


Di sini, Verhaag yang tidak enak hati lantaran Jason telah membuat Dean celaka. Anak itu sudah diamankan ke kantor polisi. Tapi, sebagai seorang ayah, Verhaag tidak ingin melihat putranya mendapat masalah.


"Nak, selamat untukmu." Verhaag memeluk Latina sebagai anak. Lalu, ia beralih pada Dean. "Maafkan Jason. Dia memang keterlaluan. Tapi, dia sudah mempertangungjawabkan perbuatannya."


"Maksudnya?" Dean malah balik bertanya.


"Jason tengah diproses oleh pihak berwajib."


"Siapa yang membawanya ke sana? Aku ingin kejadian itu dilupakan."


TBC

__ADS_1


__ADS_2