
Hari kebersamaan bersama keluarga. Dean menepati janjinya dengan membawa Rael ke taman hiburan. Ia meluangkan waktu tanpa peduli ada telepon berdering dan pesan yang masuk.
Baginya saat ini adalah Rael. Ia ingin menjadi sosok seorang ayah yang baik. Apa pun yang putranya inginkan, ia turuti, meski mendapat protes dari Latina.
Uang bukan masalah, tetapi sang ibu ingin Rael tidak bermanja dengan materi. Dean menurut, namun untuk hari ini, sebagai pengecualian.
"Mau naik Roller Coaster." Rael menunjuk lingkaran permainan seperti kereta api, tapi tanpa gerbong penutup.
"Anak kecil dilarang bermain itu, Sayang. Main kincir angin saja." Latina dengan cepat melarang.
"Yah ...."
Dean mengusap kepala Rael. "Mom benar, Sayang. Kita lihat ikan saja, yuk!"
"Asik!" Rael berjingkrak saking senangnya.
Ketiganya berjalan ke bagian arena laut yang berada di sisi timur. Akuarium besar yang isinya berbagai macam satwa laut.
"Ibuku ingin menemui cucunya."
Latina menoleh Dean. "Kau sangat cepat memberitahu orang tuamu. Kau tahu, kan, aku tidak akan melepas Rael. Jangan macam-macam, Dean. Aku tahu keluargamu bisa melakukan apa saja, tetapi aku bisa lari lagi demi Rael."
"Berpikirlah positif tentang diriku. Aku sudah menandatangani surat perjanjian itu."
__ADS_1
"Hanya sekadar mengingatkan."
"Ibuku mendesak agar aku menikah. Mereka menginginkan cucu, itu sebabnya, aku memberitahu tentang Rael. Minggu depan, boleh, kan?" dari suaranya, Dean sedikit memelas agar diizinkan pergi membawa Rael.
"Kembalikan tepat waktu."
"Janji." Senyum Dean mengembang. "Ngomong-ngomong, kau sudah dapat kerja?"
"Aku bekerja di kantor majalah Money And Rent. Sebagai jurnalis."
"Benarkah? Kukira bisa menawarkanmu satu pekerjaan di tempatku."
"Tidak perlu. Aku bisa mengurus diriku sendiri."
Dunia terlalu sempit sampai Latina tidak menyangka bertemu dengan wanita di masa lalu. Nelis bersama seorang anak perempuan dan pria asing yang tidak Latina kenali.
Ingin menghindar, tetapi Nelis keburu melihatnya karena mereka berpapasan di pintu masuk. Latina ingin masuk, dan Nelis keluar.
"Kau kembali rupanya," ucap Nelis.
"Kenapa? Bukannya negara ini tanah kelahiranku?" Latina beralih pandang pada pria di samping Nelis. "Aku kira cintamu pada Jason tidak akan berkurang."
"Hidup terus berlanjut, kan? Kau juga sama. Kukira kau tetap menerimanya."
__ADS_1
Latina tersenyum mendengarnya. "Andai waktu itu kau memilih pria lain, Nelis. Kau pasti tidak akan dicampakkan oleh Jason."
"Kau pun tidak akan pergi. Aku tidak pernah lupa kalau kau adalah wanita simpanan."
"Jaga bicaramu." Dean memelototi Nelis yang telah mengorek luka lama.
Latina mengangkat tangan agar Dean tidak ikut campur dalam urusannya. Latina tertawa dan itu membuat heran Nelis serta teman pria wanita itu.
"Kau harusnya berkaca, Nelis. Kita ini sama saja. Kau menjadi wanita simpanan suamiku selama tiga tahun. Kau lebih senior dariku." Latina menepuk bahu mantan rivalnya. "Tapi aku, tidak mengejar pria yang terang-terangan membuangku. Kita berbeda level, Sayang."
Nelis melotot mendengar kata-kata Latina. Tangannya mengepal geram, dan ia tidak dapat membalas. Yang dikatakan Latina itu memang benar. Ia bahkan mengejar pria berengsek, seperti Jason.
"Mom, kenapa bertengkar dengan Bibi itu?" tanya Rael, setelah mereka melangkah masuk ke wisata akuarium.
"Mom hanya bicara, Sayang."
"Kita lihat ikannya saja." Dean menggendong Rael, mengalihkan perhatian anak itu pada binatang laut.
"Aku heran. Kenapa selalu mendapat pria yang telah dimiliki wanita lain?" gumam Latina yang mengasihani nasibnya.
"Benarkah?"
Latina terperanjat karena tiba-tiba ada yang menegur. Ia menoleh ke belakang. "Maxon!"
__ADS_1
TBC