Simpanan Bos Berondong

Simpanan Bos Berondong
Ingkarnya Dean


__ADS_3

Semakin Latina mengabaikan perintahnya, Dean semakin bergairah ingin memiliki wanita itu. Ia bosan dengan perempuan yang penurut. Bersama Latina, Dean merasa tertantang.


Sudah satu jam Dean menunggu, tetapi Latina tidak kunjung datang ke apartemen. Ia pulang di pukul sepuluh, dan beralasan pada Berlin jika harus tidur lebih awal karena besok akan berangkat ke luar negeri.


Tiba di apartemen, Latina tidak ada. Dean sudah mengirim pesan mengenai nomor sandi kamarnya, lalu meminta penjaga untuk mengizinkan simpanannya itu naik ke atas jika telah tiba. Namun apa, sudah pukul 11 malam, tetapi Latina tidak datang.


"Kelinciku begitu liar rupanya. Jika tidak di apartemen, maka aku bisa mendatangimu, Sayang." Dean langsung meraih dompet serta kunci mobil, lalu keluar dari huniannya.


Tiba di kediaman Jason Veerhag, tampak rumah itu sepi. Mungkin Latina sudah tidur. Tapi apa pun itu, Dean harus mendapatkan jatahnya malam ini.


Bel ditekan. Sampai pintu itu belum dibuka, maka Dean akan terus menekannya. Mendengar suara bel yang memanggil, Latina bergegas keluar kamar. Ia tidak tidur, melainkan membaca buku.


Ketika menyibak tirai, wajah Dean yang ia lihat. Sontak gorden itu ditutup kembali. Latina menenangkan jantungnya. Ia menggerutu sembari membuka pintu.


"Kau hanya menganggu dengan datang kemari. Dasar tidak sopan!"


"Aku datang memang ingin menganggumu, Bibiku tersayang."


"Aku bukan keluargamu!"

__ADS_1


"Ya, kau simpananku."


Latina tersentak mendengarnya. Selalu saja Dean ini pandai membalas setiap kata yang ia ucapkan.


"Benar, kan?"


"Izinkan aku istirahat. Setiap malam kau selalu meniduriku. Tubuhku juga perlu tidur."


"Aku sudah bilang tadi sore. Aku minta jatah malam ini karena akan ke luar negeri selama dua hari."


Tidak tahu kenapa, Latina merasa ini lucu. Dean berkata apa adanya, dan ia tidak tahu harus menanggapinya. Ditolak percuma. Jual mahal, malah itu bukan hal yang Latina suka.


"Pergi dari sini. Suamiku akan pulang sebentar lagi."


Dean mendengkus. Lagi-lagi Jason. Padahal sudah jelas suami Latina itu memberi izin tentang hubungan rahasia ini. Namun Latina, masih saja memikirkan pernikahannya.


Jelas Latina memikirkan itu. Ada norma pernikahan, dan ia selalu merasa bersalah, meski awalnya Jason yang mengizinkan. Tetap saja secara alami, pikiran itu ada. Bahwa tidur bersama pria lain adalah suatu kesalahan.


Suara mobil terdengar. Latina tahu pasti bahwa itu adalah suaminya. Memang benar. Jason heran mengapa kendaraan mewah ini berada di depan rumahnya. Sesuai dengan janji, Dean tidak boleh berkunjung ke tempatnya. Namun, apa ini?

__ADS_1


Jason bergegas masuk. Memang pintu tidak tutup, dan, ya, ia mendapati Dean yang tengah merayu Latina.


"Tuan Dean. Anda menyalahi aturan," ucap Jason.


"Istrimu sendiri tidak datang ke tempatku. Jadi, aku menemuinya di sini."


Sakit hati Latina. Jason punya hati iblis. Bahkan istrinya dinikmati oleh pria lain, ia santai saja. Dunia memang aneh, termasuk manusia yang mengisinya. Ada pria seperti Jason ini.


"Pinjamkan aku kamarmu," kata Dean.


"Tidak!" Latina menolak tegas.


"Kita main di dapur saja kalau begitu. Ayo, Sayang." Dean langsung menggendong Latina, dan refleks wanitanya itu mengalungkan tangannya di leher.


"Turunkan aku, Dean."


"Di mana dapurnya?" Dean mengedarkan pandangan ke segala penjuru. "Oh, di situ rupanya."


Sementara itu, Jason terperangah atas tindakan Dean. Pria itu sama sekali tidak peduli padanya, bahkan mengabaikan perjanjian yang telah mereka sepakati.

__ADS_1


TBC


__ADS_2