
Akhirnya, Latina bisa menenangkan Dean agar tidak marah lagi. Pemuda itu bahkan mengantar ke rumah orang tuanya.
"Lakukan yang terbaik. Aku ingin semua berjalan lancar." Latina membelai rambut Dean. Keduanya masih berada dalam mobil.
"Sayangku." Dean membuka sabuk pengaman, lalu mendekat. Ia tidak tahan untuk mengecup bibir wanitanya.
Hangat, lembut dan Dean ingin terus seperti ini. Ia ingin Latina. Menginginkan wanita ini untuk selama-lamanya. Dean bersumpah akan memberi apa saja, asal keinginannya terpenuhi.
Latina mendorong pelan tubuh Dean. "Sayang, kau harus bekerja."
"Malam ini kau harus bersamaku."
"Tentu, Sayang. Malam ini aku akan bersamamu."
"Sekali lagi."
Sungguh gila! Bahkan Dean tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Ia tertarik pada pesona wanita yang lebih tua darinya. Apa yang telah Latina berikan sampai ia merasakan hal seperti ini.
"Cukup, Dean. Malam nanti aku akan bersamamu."
__ADS_1
"Datang lebih awal. Kau harus menyiapkan makan malam untukku."
Latina tertawa. "Beres. Aku akan memasak untukmu."
"Tapi aku tidak mau berpisah." Dean kembali mengecup bibir wanitanya.
Latina lekas menjauhkan diri. Ia melepas sabuk pengaman, lalu membuka pintu mobil. "Aku merindukan orang tuaku. Pergilah bekerja, Sayang."
Bergegas Latina turun dan menutup pintu. Dean mengembuskan napas panjang. Ia melihat dari kaca, Latina yang melambaikan tangan, kemudian berjalan ke arah rumah orang tuanya.
"Wanita seperti Latina ini memang cocok dijadikan simpanan. Dia terlalu menggoda."
Tiba di rumah, Latina disambut oleh kedua orang tuanya. Mereka memang menunggu karena Latina akan mengantar ke bandara.
"Semua sudah siap? Apa tidak ada yang ketinggalan?" tanya Latina.
Eliza menggeleng. "Sudah semua. Sayang, apa kau yakin dengan ini?"
Latina mengangguk. "Berpisah dari Dean Cornor dan Jason sangat sulit. Aku hanya bisa lari." Latina menatap sang ibu. "Mom dan Dad pergi dulu. Aku akan menyusul kalian nanti. Tunggu kehamilan ini masuk pada trimester kedua, maka aku akan pergi ke Madrid."
__ADS_1
"Nak, biarkan saja kami di sini." Anderson menyahut.
"Tidak, Dad. Lebih baik kita pergi bersama saja. Aku tahu kalian memimpikan hidup tenang di masa tua. Ini semua karena salah diriku."
"Apa yang kau katakan? Kau adalah putri kami satu-satunya. Kami akan mendukungmu, Nak." Anderson langsung memeluk putrinya.
"Kita harus pergi." Eliza mengingatkan.
Latina menarik diri, kemudian mengangguk. "Aku akan pesan taksi untuk mengantar kita. Setelah tiba di sana, kita harus memutuskan kontak pada semua orang yang dikenal."
"Cepatlah menyusul." Eliza tidak kuasa harus berpisah benua dari Latina.
"Hanya beberapa bulan lagi. Semua ini akan berakhir. Kita akan memulai hidup baru di sana."
Rencana ini sudah Latina persiapkan sejak lama. Saat perjanjian itu selesai, maka Latina akan pergi dari kehidupannya bersama Jason dan Dean. Mereka semua menyakitinya, dan pantas ditinggalkan. Tapi sebelum itu, Latina ingin memberi pelajaran pada keduanya.
Dean dan Jason. Latina membenci keduanya. Lebih lagi sang suami yang hanya bisa menyesal setelah melakukan salah. Sementara Dean yang ingin terus menjadikannya sebagai wanita simpanan.
Taksi online yang dipesan telah tiba. Latina bergegas membantu membawa koper orang tuanya. Ia sendiri akan langsung mengantar keduanya sampai ke Bandara.
__ADS_1
TBC