Simpanan Bos Berondong

Simpanan Bos Berondong
Dean Datang


__ADS_3

Verhaag tidak percaya ia masih mendengar nama putranya disebut. Terlebih apa yang pernah dilakukan oleh Jason. Karena perbuatannya itulah, membuat kehidupan Latina berubah.


"Rael, ikut Nenek sebentar." Eliza tersenyum sembari meraih pergelangan tangan cucunya. Ia lekas membawa Rael masuk kamar dan membiarkan Verhaag serta Latina bicara.


"Nenek!" Rael protes.


"Ganti bajumu dulu, Sayang."


"Kau masih mau menyebut nama anak itu?" Verhaag bicara setelah Eliza dan cucunya masuk kamar.


"Jason pernah menjadi pria berarti dalam hidupku. Dia juga adalah lelaki yang kubenci. Tapi, aku berterima kasih. Setelah mengetahui aku hamil, dia membantuku merahasiakannya."


"Jason setuju berpisah dan dia mendapat uang hasil dari penjualan properti. Aku tahu, penyesalan itu selalu datang belakang. Untuk beberapa saat, dia memang menyesalinya. Lalu bangkit lagi dengan mendirikan usaha baru. Tapi, itu tidak berjalan baik."


"Bagaimana dengan putranya? Nelis mengandung anak Jason."


Verhaag menggeleng. Ia mengembuskan napas panjang. "Yang kutahu, anak itu telah gugur. Jason juga jarang pulang ke rumah. Kudengar dari Meghan, dia selalu mengunjungi rumah judi. Dia bekerja, lalu menghabiskan uangnya di sana."

__ADS_1


"Aku merasa bersalah." Latina sungguh tidak enak hati. Jason adalah seorang pria, dan dia pernah menjadi kebanggaan keluarga.


"Ini bukan salahmu. Dia sendiri yang ingin hidupnya hancur."


Latina meraih tangan pria tua itu. "Maafkan aku, Dad."


"Sudah kubilang, ini bukan salahmu. Jika kau tidak berpisah dari Jason, aku tidak mungkin bertemu Rael, kan?"


Latina tersenyum. "Aku kadang berpikir begitu. Sampai sekarang aku tidak percaya bisa memiliki Rael."


"Sudah cukup mengenang masa lalu. Lebih baik kau ceritakan kehidupanmu di luar negeri sana. Panggil Rael juga. Aku ingin bermain bersamanya."


"Ide bagus. Cucuku yang lain harus mengetahui kalau mereka punya saudara lagi."


Tengah asik bercengkerama, suara bel rumah terdengar. Latina beranjak dari duduknya kemudian membuka pintu. Namun, kedatangan tamu yang sama sekali tidak ia harapkan, malah muncul di depan mata.


"Dean!"

__ADS_1


"Jangan heran aku tahu rumah orang tuamu. Aku pernah mengantarmu kemari?"


Latina keluar sembari menutup pintu. "Apa saja yang ia kau tanyakan? Aku akan jawab semua."


"Kenapa?" kata itu yang terucap dari bibir Dean.


"Aku sudah melunasi hutangku dan aku pergi. Apa itu salah?"


"Dengan membohongiku? Kau menipuku dan perjanjian itu belum selesai! Masih ada satu malam lagi dan kau berjanji akan bersamaku. Tapi, kau malah pergi dan aku hampir gila mencarimu!" Dean menatap penuh kemarahan pada sosok wanita di depannya ini.


"Bagaimana aku di matamu, Dean? Apa aku hanya cocok menjadi seorang simpanan? Jika kau tahu mengenai diriku, kau harus tahu apa yang selalu kuimpikan. Aku membutuhkan keluarga utuh. Kita tidak saling cinta, dan kau tidak harus marah padaku."


Waktu itu memang tidak ada alasannya mengapa Latina harus bertahan. Tidak ada cinta di antara mereka dan semua itu hanya karena saling membutuhkan saja. Ia pergi sebab tidak ingin Dean mengambil buah hatinya.


Di saat seperti itu pun Dean ragu akan perasaannya. Ia tahu Latina mencintai Jason dan secara bersamaan, ia pun sudah memiliki calon istri. Satu-satunya cara untuk mempertahankan hubungan mereka adalah perjanjian itu. Menjadikan Latina sebagai simpanan.


"Kau marah karena aku menyembunyikan fakta kalau aku mengandung?" Latina menatap Dean lekat. "Kau pernah bilang tidak menginginkan anak, kan?"

__ADS_1


"Kau salah paham padaku, Latina."


TBC


__ADS_2